Kebersamaan Wujud Idiologi Pancasila

Bang Doel (deadline-news.com)-Bangkepsulteng-Ketua DPRD Banggai Kepulauan (Bangkep) Provinsi Sulawesi Tengah Muh.Risal Arwie,SPd.I memberikan buah-buah pikirannya melalui media deadline-news.com via whatsapp Kamis (18/10-2017). Risal berpendapat untuk menyikapi Berbagai problema bangsa saat ini, maka hanya dengan kebersamaan dapat mewujudkan idilogi pancasila.

Menurut kader Partai Golkar ini, saat ini tibul berbagai macam permasalahan ditengah-tengah masyarakat, mulai dari ketegangan politik, renggangnya hubungan sosial kemasyarajatan, merosotnya perekonomian dan nilai-nilai budaya bangsa kita. Adalah akibat tidak mewujudkan pancasila sebagai idiologi negera didalam berinteraksi social kemasyarakatan, sehingga muncul berbagai masalah seperti yang telah saya sebutkan diatas.

Politisi Partai Golkar ini mencontohkan yakni mulai dari penyebaran kebencian, menciptakan antipati pada satu golongan tertentu, agama tertentu, hingga merengsek masuk ke arena politik bangsa saat ini.

Ia mengatakan beberapa dinamika sosial yang sifatnya horizontal, justru hanya menciptakan sebuah pemandangan dimana kita sesama anak bangsa saling meniadakan, susahnya bangsa ini menemukan kekuatan persatuan yang menjadi dasar bagi setiap kebijakan negara saat ini.
Bayangkan saja, kata Politisi muda ini, musyawarah dan gotong royong
sebagian masyarakat kita, menganggapnya adalah budaya klasik dan kampungan.

“trend hidup individualism, konsumtifme dan ugal-ugalan menampakan kita sebagai bangsa tak dapat menciptakan susana kesejahteraan di negeri yang kaya dan berlimpah,anak-anak bangsa dari semua sektor riil,”tegas Risal.

Risal menegaskan, petani, buruh, nelayan dan lain-lainnya hanya bisa menjadi penonton atas kerakusan dan bringasnya investasi asing seolah memberikan gambaran “Merana di tengah kelimpahan” belum lagi hutang luar negeri yang hampir mencapai titik nadir yang mengerikan. Begitu ributnya bangsa kita dengan urusan korupsi dan lain-lain seolah-olah korupsi adalah problem pokok neger ini.

Menurutnya kesimpulanya sederhana untuk bisa bangkit, mari semua elemen anak bangsa, kembali pada ideologi PANCASILA, bukan hanya jargon dan teori semata. Tetapi bagaimana pancasila menjelma menjadi ideologi yang terjelmakan dalam setiap tindakan negara dan rakyatnya.
Maka evaluasi saat ini perlu, dimana kita hanya bisa melihat Pancasila secara dogmatis. Padahal lebih jauh dari itu Pancasila adalah falsafah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Olehnya hendaknya menjelma kedalam kesadaran kita semua, baik didalam bertindak, maupun berinteraksi social dan politik,”ujar Risal.

Menegasakan bahwa memenangkan Pancasila dalam penjelmaan kebijakan negara adalah tugas kita semua.

“Menangkan Pancasila sama artinya kita anti Imprealisme, kita anti kapitaliame dan sudah seharusnya kita tegakan kepala kita bergerak bersama Menangkan Pancasila dengan membangun persatuan nasional yang kuat untuk memastikan kesejahteraan sosial rakyat indonesia. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *