Erros Djarot : Sampaikanlah Kebenaran Bukan Pembenaran

 

 

Foto seder tokoh nasional dianugerahi penghargaan dari SMSI pusat. Foto bang doel/deadline-news.com

 

 

Bang Doel (deadline-news.com)-Jakarta-Soegeng Rahardjo Djarot yang populer disapa Erros Djarot tokoh budayawan dan aktivis pergerakan kemerdekaan pers menegaskan sampaikanlah kebenaran itu bukan pembenaran.

“Karena hari ini, saya melihatnya yang banyak disampaikan oleh kawan-kawan pers pembenaran, bukan kebenaran. Olehnya sampaikanlah kebenaran itu dengan benar, bukan pembenaran,”kata Erros Djarot dihadapan Kemenko Infokom yang diwakili staf ahli bidang sosial, budaya dan ekonomo Wijaya Kusuma Wardhana pada malam Anugerah SMSI 2023 (11/8-2023) di auditorium dewan pers Jakarta.

Erros Djarot mengatakan banggala jadi wartawan yang merdeka, berdedikasi dan berani. Dan itu harus dilakukan dengan penuh cinta.

Erros mengapresiasi kegundahan ketua umum serikat media siber Indonesia (SMSI) Firdaus yang mengungkapkan dan menumpahkan semua kegundahannya terhadap kondisi bangsa saat ini, diamana pemerintah melalui Kementrian Kominfo telah dikuasi oleh konglomerasi media besar, sehingga media-media kecil yang bernaung dibawah SMSI perlahan-lahan mau dibunuh atau dibredel melalu konspirasi Peraturan Presiden (Perpres) “tentang Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas.

“Saya bahagia dengan “marah-marahnya” pak ketum karena mewakili perasaan saya terhadap kondisi hari ini itu yang ditangkapi akibat merampok uang rakyat,”tegasnya.

Ketum SMSI Firdaus dalam sambutannya berteriak lantang terhadap pejabat Kementerian Infokom yang sejak alam diminta mundur sukarela, atas dugaan korupsi. Tapi ternyata menunggu ditangkap dulu.

“Kami dari SMSI sudah menyampaikan agar si pencuri itu mengundurkan diri dari Kementerian, tapi rupanya menunggu ditangkap dulu,”ujar Firdaus.

Firdaus menduga selain anggaran BTS 4G yang triliunan itu, ada juga dana-dana lain saat covid19 yang perlu diaudit. Sebab itu patut diduga juga diambil maling.

Wakil ketua dewan pers Muhamad Agung Dharmawan menanggapi sambutan ketum SMSI Firdaus soal perpres tentang Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas mengatakan semua masih ada celah untuk dibicaraka.

“Jangan kita pesimis dulu, tapi perlu dilihat dan dibaca, dimana kelemahannya lalu kita bicarakan bersama. Sebab banyak media-media sekarang yang pengelolanya tidak jelas latar belakangnya,”jelas Agung.

Agung mencontohkan ada beberapa permintaan pembuatan akte notaris pendirian media online yang pengelolanya berlatar belakang ibu rumah tangga, kontraktor dan LSM. Sehingga perlu diatur dengan baik melalui perpres tersebut.

“Apalagi sekarang media-media online kebanyakan dan mengharapkan kerjasama dengan pemerintah daerah. Dimana anggarannya hanya segitu-gitunya tapi medianya bertambah. Makanya dengan perpres tersebut kita lahirkan pers yang benar-benar berkwalitas dan memberitakan kebenaran bukan hoax,”tendas Agung.

Menurut Agung sekalipun itu teman kalau salah diberitakan dengan benar.

“Misalnya kawan itu benar korupsi ya teman-teman pers memberitakan kebenarannya bahwa memang dia korupsi. Artinya tetap profesional memberitakan sekalipun itu kawan kita,”tutur Agung.

Staf ahli Kemterian Kominfo Wijaya Kusuma Wardhana, mengatakan apa yang menjadi atensi SMSI baik di pusat sampai di daerah yang disampaikan pak ketum Firdaus sudah dicatat dan disampaikan ke pak Menteri.

“Terima kasih pak Ketum SMSI Firdaus apa yang menjadi keluhan dan masukannya kami akan sampaikan ke pak Menteri,”aku Wijaya.

Mereka yang mendapatkan anugerah SMSI 2023 yakni Erros Djarot, Prof Azyumardi Azra (almarhum) sebagai pelopor Kemerdekaan Pers.

Sebelumnya SMSI memberi penghargaan kepada anggota DPR asal daerah pemilihan Jambi Dr Ir HAR Sutan Adil Hendra, MM dan Al Muktabar, Pj Gubernur Banten sebagai Sahabat Pers.

Pemberian anugerah tertinggi kepada Erros Djarot didasari penilaian bahwa Erros Djarot telah mengawal kemerdekaan pers sejak zaman Orde Baru dengan Tabloid Detiknya dibredel dan dilarang terbit semasa Orde Baru Saat Jenderal Soeharto Berkuasa, mendorong demokrasi di Indonesia.

Sementara itu untuk anugerah tertinggi Pin Emas diberikan kepada Yos Kusumo News pertnership google Lead Indonesia. Alasan SMSI memberikan anugerah tertinggi ke perwakilan google Indonesia itu.

Sebab googlelah yang memberi perhatian ke SMSI saat terpuruk akibat pandemi covid19. Sedangkan pemerintah meninggalkan dan tidak ada peduli ke SMSI dimana tempat bernaungnya kurang lebih 2000an media-media online kecil dari daerah-daerah se Indonesia itu. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top