Bang Doel (deadline-news.com)-Palu-Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Tadulako (Untad), Prof.Dr.Rosmala Nur mengakui spontanitas mengeluarkan kata “provokator”, tapi bukan bermaksud merendahkan maupun mengkhina profesi wartawan.
“Karena saya merasa terdesak dan dipojokkan dikejar-kejar sambil ditodongkan handpone dan ditanya-tanya sampai ke dalam ruangan terkait persoakan Alat Perlindungan Diri (APD), jadi saya ketakutan timbul perasaan jangan-jangan saya mau dipukul, makanya spontanitas, menjaga dan mengamankan diri untuk melindungi privasi saya, karena Kaget,”aku Prof Rosmala Nur dihadapan puluhan wartawan dalam konfrensi pers Sabtu (26/9-2026) di ruangan rapat FKM Untad.
Menurutnya soal APD yang ditanyakan wartawan Radarsulteng Andika Nur Hikma itu APD gratis bantuan dari Kementerian kesehatan dan sudah dibagikan ke mahasiswa yang turun ke lapangan melakukan upaya edukasi, sosialisasi pengobatan dan pencegahan penyakit TBC.
Prof yang sempat viral dugaan plagiator itu menjelaskan bahwa terkait kesalah pahaman antara dirinya dengan wartawan Radarsulteng Andika sebenarnya sudah diselesaikan secara kekeluarga maupun secara lembaga dengan melakukan pertemuan dan komunikasi bersama Andika dan Pengacaranya dari Radarsulteng.
“Sebenarnya masalah ini sudah selesai, antara saya dengan ananda Andika sudah ketemu dan berkomunikasi. Terkait dengan pesan singkat itu tanda perbatian antara ibu dan anak (dosen dan mahasiswa) bukan bermaksud mengintimidasi, merendahkan dan mengancam,”aku Prof Rosmala.
Sebelumnya telah diberitakan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) di Universitas Tadulako (Untad) Palu Prof. Dr. Rosmala Nur, S.K.M., M.Si (RN) dituding melakukan “kekarasan verbal” terhadap wartawan.
Kekerasan verbal (verbal abuse) yang diduga dilakukan sang profesor itu dengan kalimat bernada mengancam dan kata “Provokator” kepada wartawan radarsulteng Andika Nur Hikmah baik langsung maupun melalui pesan singkat di aplikasi whatsAppnya.
“Pada 20.31 WITA, RN mengirimkan pesan kepada saya yang berbunyi:
Sebagai mahasiswa Untad, hati hati ya Andika, masa depanmu masih panjang.”
Pesan tersebut kemudian dihapus kembali oleh Prof Rosmala Nur,”ujar Andika Nur Hikmah dihadapan puluhan jurnali di Kota Palu saat konfrensi pers Jum’at (25/9-2026) di cafe Nagaya.
Menurut Andika pada pukul 20.39 WITA dirinya kembali menerima pesan dari Prof Rosmala Nut yang berbunyi:
“Sebagai ibu hanya bisa menasehati, setiap langkah harus hati-hati nak.”
Saya tidak ingin secara sepihak menyimpulkan apa maksud dari pesan tersebut. Namun, yang menjadi perhatian saya adalah pesan itu muncul setelah kami sebelumnya membahas pemberitaan, proses jurnalistik, identitas narasumber, dan setelah status saya sebagai mahasiswa Untad diketahui,”bebera Andika. ***





















