Puluhan Rumah Warga di Banggai Terendam Banjir

foto warga melihat luapan air di Banggai. foto Basir/deadline-news.com

Basir (deadline-news.com)-Banggaisultim-Puluhan rumah warga di Kabupaten Banggai terendam banjir, setelah diguyur hujan lebat Senin malam hingga Selasa (28-29/5-2018).

Adalah wilayah Kecamatan Toili dan Kecamatan Masama yang terendam banjir itu. Bahkan beberapa warga terpaksa harus diungsikan ke tempat yang lebih aman guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Menurut Sukani Kepala Desa Minakarya Kecamatan Moilong, banjir merendam puluhan rumah warga sekitar pukul 05.00 usai sholat subuh.

Banjir tersebut disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi, sehingga air rawa yang melintasi pemukiman warga meluap, berutung tidak ada korban jiwa atas peristiwa ini.

“Iya, sekitar 40 rumah warga minakarya kecamatan Moilong di rendam banjir,” kata Kepala Desa Minakarya menjawab media ini Selasa (29/05/2018).

Ia mengatakan ketinggian air sampai saat ini, mencapai lutut orang dewasa. Sukani menambahkan banjir tersebut setiap tahun kerap terjadi, khususnya pada saat musim penghujan.

Untuk mengatasi banjir tersebut, pemerintah desa Minakarya telah membuat proposal pembangunan normalisasi rawa ke instansi terkait, namun sampai saat ini belum ada realisasi.

Sukani berharap kepada warga, agar tetap tenang dalam menghadapi musibah ini. Pemerintah Desa terus berupaya mengatasi soal banjir tersebut. Dan menaruh harapan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai agar merealisasikan proposal yang telah kita ajukan itu.

Senada pjs Danramil Lamala Serma Romel Komea yang turun ke wilayah desa Minang Andala mengatakan saat ini wilayah Desa Minang Andala Kecamatan Masama terendam banjir dengan ketinggian air diperkirakan mencapai 1 meter.

Guna membantu warga sekira 10 personil Kodim 1308/LB dipimpin Serma Romel Komea melakukan evakuasi warga mempergunakan kendaraan Jhonder.

Banjir diperkirakan masih akan terus berlangsung dan berdampak pada desa lainnya, mengingat saat ini hujan masih terus mengguyur Kabupaten Bangggai. Sampai saat ini belum ada korban jiwa atas bencana banjir di Kabupaten Banggai itu. ***

IPTU Nyoman Dunia Pimpin Sat Sabhara

Basir (deadline-news.com)-Banggaisultim- IPTU Nyoman Dunia gantikan Iptu I Wayan Agus Suarda sebagai Kasat Sabhara Polres Banggai.

Pergantian itu setelah IPTU I Wayan Agus Suarda yang tertangkap tim Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya saat menjemput paket berisi narkoba jenis sabu di salah satu kantor jasa pengiriman barang, Senin (22/5/2018) pecan lalu, dan langsung dicopot dari jabatannya.

Kapolres Banggai AKBP Moch Sholeh yang dimintai keterangannya membenarkan adanya penggantian posisi pejabat Kasat Sabhara Polres Banggai itu.

Bahkan rencananya Senin (28/5/2018) besok proses serah terima jabatan yang informasinya tanpa dihadiri oleh IPTU I Wayan Agus Suarda. Prosesi Sertijab itu akan dipimpin langsung Kapolres Banggai AKBP Moch Saleh sekaligus akan menyampaikan sejumlah amanat penting kepada jajarannya.

“Iya serah terima jabatan Kasat Sabhara akan kita selenggarakan Senin besok, nantinya Kasat Sabhara akan dipimpin IPTU Nyoman Dunia, saya akan menyampaik beberapa amanat kepada jajaran Polrse Banggai yang mesti dilaksanakan,” kata Kapolres Banggai melalui pesan WhatsAppnya.

Menurutnya, kasus narkoba merupakan pelanggaran berat di organisasi kepolisian yang hukumannya bisa berujung pada Penghentian Dengan Tidak Hormat (PTDH), sehingga pihaknya telah mewanti-wanti agar jajaran yang dipimpinnya tidak terlibat dalam kasus narkoba.

“Kita akan lakukan pembenahan serta pemeriksaan acak terhadap jajaranPolres Banggai. Hal ini untuk mencegah agar jajaran Polres Banggai tidak terjerumus dalam jeratan narkoba. Bagaimana kita mau melakukan penindakan kepada masyarakat, kalau secara internal sendiri belum bersih, saya akan tindak tegas kalau masih ada jajaran yang terlibat,” ungkap AKBP Moch Sholeh.

Informasi yang diperoleh media ini menyebutkan, masih ada sejumlah anggota Polres Banggai lainnya yang terlibat mengkonsumsi narkoba jenis sabu.

Bahkan beberapa pengedar yang belum berhasil ditangkap mengaku, bahwa ada sejumlah oknum polisi yang tetap memesan barang kepada mereka. Hanya saja sumber informasi enggan menyebutkan siapa saja oknum yang terlibat narkoba itu. ***

Diserempet Ford, Kijang Masuk Jurang

Basir (deadline-news.com)-Banggaisultim-Naas, diserempet mobil merek Ford DN 8850 warna hitam, Kijak Toyota DB 2166 AC warna putih terjungkal masuk ke dalam jurang sedalam 1 meter.

Adalah rombongan Safari Ramadhan Dinas Kehutanan Provinsi Sulteng yang mengendarai mobil Ford itu. Kecelakaan lalulintas itu di wilayah hukum Polres Banggai, Kamis (24/5/2018), tepatnya di Desa Bangketa Kecamatan Nuhon.

Kapolsek Bunta IPTU Jimyarto Anasim menjawab media ini mengatakan, kecelakaan lalulintas itu terjadi sekitar pukul 14.00 wita di Jalan Trans Sulawesi Desa Bangketa Kecamatan Nuhon.

Mobil Ford usai menyeruduk Kijang awalnya sempat mencoba melarikan diri namun berhasil di tahan oleh Polsek Bunta setelah menerima informasi dari Polsek Nuhon.

Berdasarkan olah TKP dan keterangan sejumlah saksi termasuk para supir, diketahui bahwa mobil Ford yang dikemudikan oleh Randi Hardi Akbar (28) dengan penumpang Ceceng Suhana (46) dan Armin Bani (49) melaju kencang dari arah Nuhon menuju Luwuk.

Sesampainya di TKP, laju kendaraan tidak dapat lagi dikendalikan, upaya pengereman justru membuat mobil tergelincir dan menyeruduk mobil Kijang yang dikemudikan oleh Gunarmin (47) dari arah berlawanan. Seketika mobil kijang langsung terlempar ke arah jurang dan membuat mobil terbalik.

Beruntung dalam kecelakaan lalulintas itu tidak ada korban jiwa, bahkan para supir maupun penumpangnya tidak mengalami luka cidera parah. Hanya supir kijang saja yang mengalami luka lecet pada bagian lutut bahkan tidak perlu mendapat perawatan medis.

“Iya kita terima informasi ada kecelakaan di wilayah Bangketa dari Polsek Nuhon, informasinya satu kendaraan yang terlibat kecelakaan tetap berlalu, sehingga kita cegat dan tahan di wilayah Polsek Bunta,” terang Kapolsek Bunta menjawab jurnalis media ini melalui pesan WhatsAppnya.

Polisi kemudian mengamankan ke 2 kendaraan yang terlibat kecelakaan itu, setelah dipertemukan ternyata tercapai kesepakatan bahwa kasus itu akan diselesaikan secara kekeluargaan.

Bahkan saat ini mobil Ford sudah bisa melanjutkan perjalanannya ke Kabupaten Banggai Laut dalam rangka safari ramadan karena mobil itu tidak mengalami rusak yang berarti.

Sementara itu, mobil Kijang masih berada di Polsek Nuhon dan akan melakukan perbaikan, pasalnya pada beberapa bagian mobil terlihat ringsek. Bahkan kaca mobil bagian kiri ikut pecah.

Pada kesempatan itu Kapolsek Bunta menghimbau agar warga terutama yang mengendarai kendaraannya agar lebih berhati-hati serta mematuhi aturan berlalulintas. Tujuannya agar terhindar dari kecelakaan lalulintas, sehingga bisa selamat sampai tujuan.

Kepala Dinas Kehutanan Sulteng Ir.H.Nahardi, M.Si yang dikonfirmasi via whatsapp Sabtu Pagi (26/5-2018), membenarkan salah satu mobil rombongannya mengalami kecelakaan.

“Mobil pak Ceceng yang kesnggol mobil dari belakang, ada peot sedikit dibagian belakang. Sudah selesai dan tim tidak ada masalah, sudah posisi di Bangkep tks,”tulis Nahardi. ***

Pertamina Benarkan Seribuan Gas 3Kg Milik PGM dan MGM

“Polisi Selidiki Adanya Dugaan Pelanggaran Transportasi Alat Angkut”

Basir (deadline-news.com)-Banggaisultim-Gas elpiji 3 Kilogram (Kg) sebanyak 1.120 tabung bersama satu unit truck yang saat ini tengah diamankan di Polsek Batui pasca kecelakaan lalulintas di Desa Honbola Kecamatan Batui terus dalam proses penyelidikan Polisi.

Hanya saja menurut PT Pertamina Region VII Sulawesi Tengah dan SPPBE membenarkan bahwa gas itu memang milik PT Ponggawa Gas Morut (PGM) dan PT Moiko Gas Morowali (MGM) yang akan di distribusikan ke wilayah Kabupaten Morowali dan Morowali Utara.

Bastian Wibowo Sales Eksekutif Gas PT Pertamina Region VII Sulawesi Tengah kepada media ini Kamis (24/5/2018) mengatakan, SPPBE Mitra Trio Arba yang terletak di Desa Bunga Kecamatan Luwuk Utara Kabupaten Banggai, selain melakukan pengisian untuk wilayah Banggai juga membantu pengisian suplai untuk agen wilayah Tojo Unauna, Morowali dan Morowali Utara.

SPPBE atau stasiun pengisian di Sulawesi Tengah terbatas hanya ada di Palu, Donggala, Parigi dan Banggai. Masing-masing kabupaten kata Bastian memiliki kuota di SPPBE, agen hanya melakukan pengisian kemudian disalurkan sesuai wilayah masing-masing-masing karena tidak disemua titik terdapat SPPBE.

“Agen Morowali dan Morowali Utara tidak hanya melakukan pengisian di SPPBE Mitra Trio Arba Luwuk tetapi juga melakukan pengisian di SPPBE Prima Sentosa Alam Lestari Parigi, jadi tidak ada masalah pengisian agen di luar Luwuk mengisi di SPPBE Luwuk, karena penyaluran agen tersebut juga dilakukan di wilayah masing-masing, benar itu memang jatah mereka,” kata Bastian Wibowo melalui pesan WhatsApp.

Sementara itu pihak SPPBE Mitra Trio Arba melalui Noval selaku manager kepada polisi membenarkan bahwa Agen PT. Ponggawa Gas Morut telah mengambil gas lpg 3Kg dari SPPBE sebanyak 1.120 tabung pada hari Selasa (22/5- 2018), sekitar pukul 14.30 wita.

Namun mobil angkut belum langsung berangkat karena sopir bernama Yahta masih menginap di tempat peristirahatan SPPBE Biak. Mobil truck DN 8692 BA, baru berangkat dari SPPBE pada hari Rabu (23/5/2018), sekitar pukul 8:00 wita.

“Jumlah tabung yang diambil sebanyak 1.120, terdiri dari dua LO milik Agen PT. Ponggawa Gas Morut dan Agen PT. Moiko Gas Morowali, yang mana untuk setiap LO diberikan kuota sebanyak 560 tabung,” terang Noval kepada Polisi.

SPPBE menjelaskan pula alasan truck DN 8692 BA milik Agen PT. Ponggawa Gas Morut bisa diberikan 2 LO, baik LO milik Agen PGM sendiri dan LO milik Agen MGM dikarenakan kedua agen tersebut milik satu orang yakni Vani Tampake.

Noval juga mengatakan hal itu sah-sah saja, asalkan tidak disalurkan diluar wilayah keagenannya. Selain itu ada rekomendasi dan permintaan dari Pemda setempat terkait kebutuhan pemakaian gas subsidi 3 kg di wilayah Morowali dan Morowali Utara.

Secara terpisah Kapolres Banggai AKBP Moch Sholeh yang dimintai keterangannya mengatakan, legalitas dokumen pengangkutan telah di cocokan dengan Surat Pengantar Pengiriman (SPP) yang dibawa oleh sopir dengan Surat Pengantar Pengiriman yang diarsip di SPPBE Mitra Trio Arba.

Begitupun dengann register truck keluar dari area pengisian maupun keluar dari SPPBE telah singkron dengan keterangan sopir serta Kernet mobil. Sehingganya muatan gas lpg 3kg sebanyak 1.120 tabung yang dibawa oleh truck DN 8692 BA telah valid dan legal, sebagaimana diakui kebenaran juga keabsahannya oleh SPPBE Mitra Trio Arba.

“Kita sudah lakukan crosschekc dokumen tabung gas 3Kg yang diangkut truck itu, hasilnya semua cocok dan valid, hanya saja kita akan teliti lagi terkait alat angkut atau alat transport gas ini apakah sudah sesuai ketentuan atau ada pelanggaran, sekilas kita bisa lihat bahwa aturannya itu bak mobil angkut harus terbuat dari kayu namun mobil truck ini baknya terbuat dari besi. Tapi kita masih akan lakukan penyelidikan,” ungkap AKBP Moch Sholeh.

Saat ini mobil truck bersama 1.120 tabung gas telah dipersilahkan melanjutkan kembali perjalanannya ke Morowali agar bisa segera di distribusikan kepada masyarakat.***

Polisi Amankan 157 Tabung Gas 3 Kg di Toko Global Elektronik

foto mobil truk Fuso pengangkut gas ELPIJI 3 kg dari Makassar ke Luwuk Banggai diamankan Polisi. foto IKB/deadline-news.com

Bang Doel/IKB (deadline-news.com)-Banggaisultim-Diduga timbun Gas 3 kilogram, toko Global Elektronik digerebek Polisi. Dalam penggerebekan itu, 157 tabung gas bersubsidi diamankan Polisi Selasa sore (22/5-2018), sekitar pukul 17:30 wita.

“Kami mengamankan tabung kosong 76 unit dan tabung yang berisi 81unit,”demikian informasi yang dihimpun melalui laporan Polisi di Group WA Selasa malam (22/5-2018) oleh Kasat Reskrim Polres Banggai AKP Andrian Rizky Lubis.

Menurutnya pada pukul 17.30 wita unit intel berkoordinasi dengan Unit TEKAB polrea banggai perihal diduga adanya penimbunan tabung gas elpiji 3 kg di toko GLOBAL ELEKTRONIK di pertokoan jalan Sultan Hasanudin.

Dan Sesampainya di toko itu team masuk dan memeriksa ke dalam toko dan menemukan tabung gas elpiji bersubsidi 3 kg yakni tabung kosong 76 buah dan tabung yang berisi 81 buah.

“Temuan team TEKAB maleo polres Banggai itu langsung disita semua. Karena toko GLOBAL ELEKTRONIK tidak mengantongi ijin penjualan gas subsidi,”kata Andrian.

Kata dia diduga ada 100 unit tabung gas subsidi 3 kg dikirim melalui ekspedisi (kendaraan truk fuso) dari makassar tujuan toko Global Elektronik dan diturunkan pada hari Senin (21/5-2018) di depan toko, karena toko tersebut tidak memiliki ijin jual gas subsidi 3 kg di Luwuk.

Dalam laporan pihak Polisi disebutkan pada pukul 19.30 wita, unit Tekab maleo polres Banggai berupaya mencari keberadaan truk fuso yg mengangkut Gas subsidi 3 kg tersebut dari makassar ke luwuk.

Dan pada pukul 20:15 wita, unit Tekab maleo polres Banggai mendapati Truk tersebut sedang berada di daerah Kilongan sedang memuat kopra. Sehingga pada akhirnya truk tersebut diamankan ke Mako polres Banggai lama.

Selain truk, Polisi juga

  1. Menyita BB
  2. Membawa BB ke mako Polres lama
  3. Mengamankan saksi pegawai toko untuk dimintai keterangan
  4. Mengamankan sopir truk fuso yang mengangkut gas elpiji subsidi 3 kg ke mako polres lama
  5. Melakukan pengembangan lebih lanjut

Pemilik Toko Global Elektronik Teddy S yang dikonfirmasi via handpone Rabu pagi (23/5-2018) sekitar pukul 8:12 wita mengaku mengantongi ijin pengecer dari Pangkalan Opy L Katili di Luwuk Banggai.

“Saya punya ijin pak, makanya saya saya tidak tau alas an Polisi menggrebek dan menyita Gas ELPIJI 3 Kg di toko saya. Padahal transparan kok, tidak ada disembunyikan,”aku Teddy.

Teddy mengaku keberatan disebut penimbun gas bersubsidi 3 Kg. sebab semua terlihat di depan dan didalam toko.

“Saya keberatan disebut penimbun. Karena semuanya terlihat di toko saya, tidak ada yang saya sembunyikan,”ujar Teddy.

Ia mengaku gas ELPIJI bersubsidi 3 Kg itu dibeli dari toko 3 Putera yang terletak di jalan Sulawesi Makassar. Dan menjualnya kembali bersama kompor gas dengan harga Rp.150 ribu pertabung yang berisi.

“Saya beli dari Makassar di toko 3 Putera jalan Sulawesi Makassar. Lalu saya jual ke Bali di sini (Luwuk) Banggai,”tutur Teddy.

Teddy menegaskan sejak ada subsidi dirinya sudah menjadi pengecer Gas 3 kg, hanya saja dia ambil dari Makassar. Alasannya distribusinya lambat kalau mengharapkan dari Pertamina Luwuk Banggai. Disinggung kenapa tidak ambil dari Palu? Jawab Teddy tidak tahu kalau Palu.

“ Saya tidak tahu kalau Palu, jadi sy beli dari Makassar dan jual kembali dengan harga Rp.150 ribu pertabung yang sudah ada isinya bersamaan kompor gas,”jelas Teddy.

Sales Eksekutif ELPIJI wilayah Sulawesi Tengah Bastian Wibowo yang dimintai keterangannya menegaskan bahwa tidak boleh diperjual belikan tabung gas bersubsidi ukuran 3 kg itu. Karena memang diperuntukkan untuk masyarakat kurang mampu. Makanya pemerintah mensubsidinya.

“Kalau ada yang memperjual belikannya itu pelanggaran,”tandas Bastian Wibowo.

Terkait pangkalan Opy L Katili yang disebut Teddy, Bastian mengatakan sudah dicabut izinnya, karena adanya laporan dan temuan pelanggaran.

Kata Bastian sebelum Polisi melakukan tindakan, kami sudah dapat info dari Luwuk Banggai terkait Pangkalan Opy L Katili itu. Lalu anggota melakukan pengecekan, dan ternyata memang benar adanya, sehingga dilakukan pemutusan hubungan dengan pangkalan ELPIJI Opy L katili itu, termasuk pencabutan izin pangkalannya.

Disinggung dugaan adanya mafia di Makassar yang berhubungan dengan Luwuk Banggai, melakukan jual beli ELPIJI 3 Kg,  Bastian tidak berani memvonis.

“Maaf kami tidak mengurusi daerah lain, kami hanya fokus untuk wilayah Sulteng. Namun begitu tetap kami koordinasikan dengan kawan di Makassar,”ungkap Bastian. ***

Danrem 132 Tadulako : Bersama Rakyat TNI Kuat

Bang Doel (deadline-news.com)-Banggaisulteng – Komandan Korem (Danrem) 132 Tadulako, Kolonel Inf Agus Subiyanto, SE, M.Si melaksanakan kunjungan kerja ke bumi Babasal (Banggai, Balantak, Saluan) tepatnya di Kodim 1308 Luwuk Banggai Jl. Samratulangi Kelurahan Bungin Kecamatan Luwuk, Selasa (26/12/2017).

Demikian rilis yang dikirim Kapenrem 132 Tadulako Mayor Inf. Dedy ke whatsapp deadline-news.com.

Menurut Dedy kedatangan Danrem 132 kali ini disambut oleh seluruh Prajurit (Kodim dan Kompi C Yonif 714/SM) dan Ibu-Ibu Persit Kartika Chandra Kirana Kodim 1308 Luwuk Banggai, yang siap untuk bersilaturahmi dan mendengarkan pengarahan Danrem.

Komandan Kodim 1308 Luwuk Banggai Letkol Inf Nurman Syahreda, SE dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kedatangan Danrem 132 Tadulako dan rombongan yang telah menyempatkan diri mengunjungi Kodim 1308 Luwuk Banggai di tengah kesibukannya yang padat.

“Kami doakan semoga Bapak Komandan Korem 132 Tadulako selalu diberi kesehatan, keselamatan, kesuksesan dan segalanya dapat berjalan dengan lancer,”ujar Nurman.

Danrem 132 Tadulako dalam arahannya menegaskan sebagai TNI-AD kita harus menjunjung terus dan menekankan bahwa bersama rakyat TNI kuat.

“Selalu bangun kedekatan dengan masyarakat, mengayomi, jangan buat batas agar terbangun kepercayaan antara masyarakat dengan TNI, jagalah nama baik dan tunjukkan wibawa kita, namun tetap santun, didiklah anak-anak kita agar kelak menjadi kebanggaan dan berguna bagi orang tuanya, bangsa dan negaranya hingga mereka menjadi anak yang sukses dalam bidang apapun dan diharapkan kebijakan dalam bersosialisasi dengan antar anggota ataupun masyarakat, tebarkan sikap positif terutama dalam penggunaan media sosial di era modernisasi ini,”Tandas Danrem 132 Tadulako Agus Subiyanto.

Kunjungan kerja yang dilakukan Danrem 132 Tadulako ini, didampingi langsung oleh Kasiops Rem, Kapenrem, Kaur Tuud Den POM 13-2 Palu, dan Danyon 714. ***

Diduga Rampas Lahan dan Intimidasi Warga, PT.ADT Didemo Aliansi Mahasiswa

Tommy TB (deadline-news.com)-Banggai-Gabungan masyarakat Tani dan Aliansi Mahasis melakukan aksi unjuk rasa di Kota Luwuk Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah Rabu (5/4-2017). Aksi itu sebagai bentuk protes terhadap dugaan tindak kekerasan dan perampasan tanah warga oleh perusahaan tambang berbendera PT.Adidaya Tangguh (ADT) di Kabupaten Pulau Taliabo Provinsi Maluku Utara.

Adalah solidaritas mahasiswa Unismu dan Untika yang mewakili masyarakat kaum tani di Kabupaten Pulau Taliabo yang melakukan aksi itu. Dalam orasinya peserta aksi yang dikoordinatori Suratman meminta perusahan PT.ADT untuk segera menghentikan tindak kekerasa, perampasan hak masyarakat kaum tani di Kabupaten Pulau Taliabo itu. Ironisnya diduga pihak aparat kepolisian digunakan perusahaan itu untuk melakukan intimidasi terhadap warga.

“Kami minta aparat Kepolisian Resol Sula Polda Maluku Utara untuk tidak melakukan intimidasi dan segera membebaskan masyarakat yang di tahan di Polres Sabana,”seruh para peserta aksi itu.

Aksi itu di mulai dari Tugu ADIPURA, lalu long march ke Kantor DPRD, Dinas Perizinan , Kantor PT.ADT dan Kantor Polres kota Air Luwuk Kabupaten Banggai. koordinator lapangan (korlap) Suratman kepada deadline-news.com mengatakan ternyata bertahun-tahun Kantor logistik PT.ADT terjadi keganjalan izin gangguan (HO) nya yang di terbitkan oleh dinas perizinan.

Karena ternyata terjadi izin ganda. Satu HO nya diterbitkan dengan alamat kantornya di Karaton Banggai. sedangkan yang ke dua, HOnya baru terbit pada tangggal 6 Maret 2017.

“Ini ada kejanggalan izin (HO), karena diduga ganda. Dan kantornya yang beraktifitas sejak dari 2007 berada di Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah. Sedangkan yang baru terbit ,” ujarnya.

PT.ADT adalah milik Salim Group yang kantor pusatnya di Jakarta. Tapi tenaga kerjanya sebagian dari Cina (asing). Ironisnya tenaga asing itu hanya memiliki izin Visa wisata, tapi pada kenyataannya justru jadi tenaga kerja di pertambangan PT.ADT itu. Sampai berita ini naik tayang, belum ada konfirmasi dari pihak PT.ADT. ***

Banggai Expor 1 Ton Ikan Kerapu ke Hongkong

Luwuk (deadline-news.com) – Perusahaan asal kabupaten Banggai melakukan Ekspor perdana hasil laut berupa ikan kerapu seberat 1 ton menuju Hongkong via Garuda Indonesia dengan rute Makassar dan Jakarta-Hongkong.

Ekspor perdana itu dilepas langsung oleh Bupati Banggai Ir. Herwin Yatim, MM. Eksportir itu dilakukan oleh UD Rizki Samudera Jaya, perusahaan yang bergerak di bidang penampungan (Cold Storage) ikan Kerapu di Kabupaten Banggai.

Kapolres Banggai AKBP Benni Baehaki Rustandi S.I.K, menghadiri launching ekspor perdana hasil laut Kabupaten Banggai, Luwuk ke Hongkong melalui maskapai Garuda Indoensia, di Bandara Syukuran Aminuddin Amir, Selasa (14/2/2017).

Kegiatan itu dibuka langsung Bupati Banggai Ir. H. Herwin Yatim,MM, yang didampingi Wakil Bupati Banggai H. Mustar Labolo. Hadir dalam peluncuran perdana ekspor ikan Karapu itu, unsur pimpinan Forkopimda, Manager Garuda Indonesia I Made Supretama dan General Manager Cargo Garuda Indonesia Area Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua (Kasulampua) Rehta Roripandey.

Dalam arahannya, Bupati Banggai menyambut gembira ekspor perdana yang sangat menguntungkan daerah ini, sebagai wilayah perairan yang luas, Kabupaten Banggai banyak menghasilkan produk perikanan yang melimpah, seperti ikan, udang dan kepiting yang tentu saja potensi-potensi itu memiliki nilai jual di pasar Internasional. (Dikutip di Tribratanews Polda Sulteng).***

Donggi Senoro Tidak Terkait PI 10 Persen

Jakarta (deadline-news.com)-Manajemen PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG) menegaskan tidak ada kaitan dengan isu hak partisipasi (participating interest/PI) sebesar 10 persen.
“Dengan ini disampaikan bahwa participating interest merupakan ranah hulu migas yang tidak terkait dengan Donggi Senoro LNG. Lingkup usaha kami yang mengolah gas menjadi LNG (gas alam cair), adalah di hilir migas,” kata Manajer Senior Hubungan dan Komunikasi DSLNG, Shakuntala Sutoyo Kamis, 9 Februari 2017 lalu di Jakarta.
Pernyataan resmi ini, kata Shakuntala, merupakan respons atas informasi yang berkembang bahwa tambang migas di Sulawesi Tengah tidak masuk PI 10 persen.
Manajemen DSLNG merespon pernyataan Ketua Fraksi Nasdem DPRD Sulteng Muhammad Masykur yang mendesak Gubernur Sulteng melakukan perundingan PI 10 persen dengan pihak Donggi Senoro.
“Demikian agar informasi ini dapat menjadi acuan untuk pemberitaan selanjutnya terkait participating interest,” tekan Shakuntala seperti dilansir sejumlah media. (sumber Sultengekspres.com).***

Dugaan Korupsi Dana Study Kelayakan Kadis Dispetarung Tersangka

Luwuk (deadline-news.com)-Satuan Reserse Kriminal Sat Reskrim Polres Banggai menetapkan Kepala Dinas Pemukiman Tata Ruang dan Tata Kota (Dispetarung) Arman Muis sebagai tersangka, dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor), proyek jasa konsultasi penyusunan studi kelayakan dan master plan pengembangan kawasan pesisir perkotaan Kabupaten Banggai segmen Bubung dan segmen Simpong. Penetapan Arman Muis sebagai tersangka terhitung sejak Selasa (31/1/2017), seperti dikutip di Tribaratanews.com Rabu (1/2-2017).

Penetapan tersangka itu dibarengi dengan dilayangkannya surat panggilan terhadap Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada Dispetarung guna dimintai keterangannya pada Sabtu (4/2/2017 oleh penyidik Unit III Satreskrim yang dipimpin IPTU Ridwan Awumbas, SH tersebut.

Kasat Reskrim Polres Banggai AKP Egidio F. Alfamantar, SH, SIK yang dimintai keterangannya melalui Kasubbag Humas AKp Wiratno Apit, SH, MH menjelaskan, Pada kasus ini penyidik Satreskrim Polres Banggai telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka yakni IAS selaku Direktur PT Dann Bintang Gelar Rencana (DBGR), HD yang menjabat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) serta AM Kepala Dinas Petarung Kabupaten Banggai. Namun, tidak menutup kemungkinan akan adanya tersangka baru dalam kasus tersebut.

“Benar tadi surat panggilan sebagai tersangka terhadap AM selaku pengguna anggaran di Dispetarung telah ditandatangani Kasat Reskrim dan telah diberikan kepada tersangka. Pada surat itu penyidik telah memanggil AM sebagai tersangka untuk didengarkan keterangannya pada Sabtu pekan ini,” ungkap Kasubbag Humas

Kasubbag Humas juga menambahkan, AM ditetapkan penyidik sebagai tersangka setelah empat pekerjaan yakni jasa konsultasi penyusunan studi kelayakan Segmen Simpong dengan anggaran sebesar Rp.669.801.000 dan Segmen Bubung sebesar Rp.655.710.000 serta penyusunan master plan segmen Simpong sebesar Rp.678.480.000 dan segmen Bubung Rp.676.302.000 yang dimenangkan oleh empat perusahaan asal Makassar ditemukan penyidik Satreskrim Polres Banggai sebagai pekerjaan fiktif. Bahkan dalam Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) oleh Badan Periksa Keuangan (BPK) Provinsi Sulawesi Tengah pada pekerjaan itu dinyatakan telah terjadi total loss sehingga daerah dirugikan sekira Rp2,4 miliar.

Penyidik dalam kasus tersebut juga memanggil bendahara Dispetarung Kabupaten Banggai SAS dan staf perencanaan yakni EY untuk dimintai keterangan tambahan berkaitan dengan proses pencairan dana sebesar Rp2,6 miliar yang merupakan total pagu empat pekerjaan pada segmen Bubung dan segmen Simpong tersebut. Permintaan keterangan tambahan itu dilakukan penyidik setelah mendengarkan keterangan tersangka HD yang menyebutkan adanya informasi baru berkaitan dengan pencairan dana APBD tahun 2014.***