Dugaan Korupsi Dana Hibah Kejuaraan Internasional Paralayang Rp, 1, 4 Miliyar

“Kadis Pora Tak Libatkan Bidang Hibah dan Dananya Langsung ke Cabor”

Bang Doel (deadline-news.com)-Palu-Kejuaraan Internasional  Paralayang tahun 2026 di Sulawesi Tengah telah sukses diselenggarakan pada 24–30 April 2026 yang dipusatkan di Bukit Salena, Kota Palu, yang lokasinya bertetangga langsung dan areanya mencakup pendaratan hingga ke wilayah Sigi.

Namun ternyata kejuaraan itu menyisahkan persoalan. Betapa tidak, diduga dana hibah sebesar Rp, 1,4 miliyar  itu berbau korupsi.

Disinyalir hanya sekitar Rp, 400san juta yang digunakan, sisanya entah kemana. Makanya sampai saat ini laporan pertanggungjawabannya belum jelas, padahal sudah dua kali diberikan surat peringatan ke Panitia Penyelenggara Kejuaraan Internasional Paralayang itu.

Demikian dikatakan sumber media ini Senin (28/9-2026) di Palu.

Menurut sumber itu sekitar 75 persen panitia kejuaraan Internasional paralayang libatkan pegawai Dinas Pemuda dan Olahraga Sulteng. Bahkan lebih parah lagi, yang sudah pensiun dua tahun lalu masih dilibatkan menjadi panitia.

“Sementara yang membidangi kegiatan itu tidak dilibatkan sama sekali,”jelas sumber itu.

Sumber itu menegaskan pengelolaan anggaran hibah untuk kegiatan itu seharusnya diberikan ke KONI nanti KONI yang salurkan ke cabor dan panitia.

“Ya, sprt itu, seharusy di kasih ke – KONI ! Yg atur, pelaksanaan, tpi petunjuk kadis , mrka yg kelola,”sebut sumber itu.

Kata sumber lagi sementara bidang ketenagaan organisasi, olahraga, pemuda & ke-Pramukaan, yang punya Tupoksi tentang dana hibah tak seorangpun di libatkan di kepanitiaan tersebut.

“Celakanya lagi  LPJnya, sampai sekarang belum masuk, sampai pak Kabid , terbitkan SP sdh 2 kali,”ungkap sumber itu.

Sumber itu meminta aparat penegak hukum (APH) segera menindak lanjuti informasi itu, karena diduga terjadi korupsi dalam pengelolaan dana hibah kejuaraan Internasional Paralayang 2026 itu.

Sementara itu Kadis Pemuda dan Olahraga Muchsin Pakaya yang dikonfirmasi via chat di aplikasi whatsAppnya Senin (28/9-2026), membatah dugaan itu.

“Tidak benar kalau mau konfirmasi bisa ke kantor kami bisa jelaskan tks sehat selalu amin,”tulisnya.

Namun pada pukul 15:57 wita, media ini menyambangi kantor Dispora Sulteng, namun Kadis Muchsin Pakaya sudah tidak berada ditempat.

“Mayaknya bapak sudah pulang, tidak ada mobilnya,”ujar salah seorang staf di Dispora Sulteng itu.

Kemudian ditelpone dan di chat lagi, Dispora Muchsin Pakaya sudah tidk menggubrisnya.

Ketua Harian KONI Sulteng Muh.Ifan Taufan Slaber yang dikonfirmasi via telepone di aplikasi whatsAppnya Senin (28/9-2026), mengatakan dana hibah untuk cabor paralayang pada Kejuaraan Internasional Paralayang tidak melalui KONI, tapi antara DISPORA Sulteng dengan Cabor Paralayang. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top