Prof Zainal : Dialog Solusi Selesaikan Masalah

“Toleransi Antar Umat Beragama Memperkokoh Persatuan”

Foto Menteri Pekerja Migran Abdul Kadir Karding berbisik ke Wali Kota Palu Hadianto Rasyid. Foto bang doel/deadline-news.com

Bang Doel (deadline-news.com)-Palu-Dalam khutbanya, pada hari raya Idul Adha 1446 Hijriah atau Jum’at (6/6-2025), Prof Dr.KH.Zainal Abidin Ishak mengatakan dialog atau komunikasi adalah solusi penyelesaian setiap masalah.

“Oleh sebab itu sikap saling menghargai dan saling menghormati atau toleransi antar umat agama sangat penting untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa,”tegas dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu dan Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah itu
Mengutip kisah Nabi Ibrahim AS saat bermimpi diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyembeli atau qurbankan anaknya yakni Nabi Ismail AS.

“Walau secara hak, Nabi Ibrahim punya otoritas melaksanakan perintah Allah SWT untuk menyembeli putra tunggalnya, namun sebelum melaksanakan perintah mengurbankan putranya atas perintah Allah SWT, Nabi Ibrahim berdialog dahulu dengan meminta pendapat Nabi Ismail ikhwal mimpinya itu, yakni ujian Allah SWT kepada Nabi Ibrahim, menyembeli putra kesayangannya itu,”jelas Prof Zainal.

Artinya kata Zainal dalam konteks kepemimpinan baik dalam organisasi pemeritahan maupun politik, pemimpin wajib mendengarkan masukan dari bawahan. Dan bawahan atau pemimpin dilevel bawah juga tidak arogan dan senantiasa menghormati dan menghargai pemimpin diatasnya.

“Dengan demikian kepemimpinan yang baik itu membangun dialog atau kata kerennya saat ini berkomunikasi dua arah, baik antara pimpinan dengan pimpinan, maupun pimpinan ke bawahan atau sebaliknya bawahan ke pimpinan, sehingga tercipta harmonisasi antara pimpinan dengan pimpinan maupun pimpinan dengan bawahan,”ujaranya.

Ia menegaskan ujian kesabaran yang dilalui Nabi Ibrahim adalah contoh dan tauladan bagi umat manusia khususnya bagi para pemimpin.

“Karena tidak ada kepemimpinan yang baik tanpa melalui rintangan dan ujian berat,”pungkasnya.

Kata Prof Zainal perbedaan antara Islam dengan Kristen dan Yahudi dalam konteks penyembelihan yakni Ismail meyakini sebagaimana digambarkan dalam Al-Quran yang disembeli itu adalah Nabi Ismail, sedangkan Kristen dan Yahudi meyakini yang disembeli itu adalah Ishak, namun persamaannya adalah sama-sama tidak jadi disembeli karena diganti dengan hewan Qurban yakni Domba.

“Qurbankanlah harta yang paling kau cintai dan sebelum berqurban salatlah terlebih dahulu menyembah kepada Allah,”ujar Zainal.

Menurut Prof Zainal pemimpin yang demokratis itu senantiasa mrmbuka ruang dialog, tidak arogan dan tidak merasa benar sendiri.

“Perbedaan pendapat dan keyakinan adalah Sunnatullah. Andaikata Allah menghendaki, maka Dia akan menciptakan hanya satu suku dan agama saja,”ujar Zain.

Hadir dalam Salat Idul Adha 1446 Hijriah atau bertepatan dengan Jum’at (6/6-2025) di lapangan Vatulemo diantaranya Menteri Pekerja Migran Abdul Kadir Karding, Walikota Palu Hadianto Rasyid, SE, Wakil Walikota Palu Hj.Imelda Liliana Muhidin dan ribuan jamaah lainnya.

Sebelum salat Idul Adha, panitia hari-hari besar Islam mengumumkan bahwa pemerintah Palu menyiapka 35 Ekor Hewan Qurban dan telah didistribjsikan atau disebar di beberapa kecamatan se kota Palu. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top