Walikota Jelaskan Penanganan Setahun Pasca Bencana Palu

foto walikota Palu Drs.Hidayat, M.Si bersama Kepala Bappeda kota palu Drs.Arfan, M.Si saat mengikuti acara dialog di TVRI terkait penjelasan penanganan pasca bencana palu. foto humas/deadline-news.com
0

Ilong (deadline-news.com)-Palusulteng-Wali kota Palu Drs. Hidayat, M.Si bersama Kepala Bappeda kota Palu, Drs. Arfan, M.Si menjadi narasumber dalam dialog Sulteng Bangkit secara Live di stasiun TVRI Sulteng Rabu (25/9-2019).

Dalam kesempatan tersebut Dialog Sulteng Bangkit mengangkat tema tentang HUT kota Palu ke-41 tahun dan Refleksi satu tahun bencana Gempa Bumi, Tsunami, dan Likuifaksi tanggal 28 September 2018.

Wali kota menjelaskan bahwa dalam kurun waktu satu tahun pascabencana ini sudah banyak upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemerintah kota Palu dalam penanggulangan bencana baik dari masa tanggap darurat hingga kini yang sudah memasuki masa rehabilitasi dan rekonstruksi.

Wali kota mengatakan salah satu upaya cepat yang dilakukan oleh Pemerintah kota Palu dalam masa tanggap darurat bencana yaitu memperbaiki seluruh jalan yang rusak setelah 14 hari pascabencana, walaupun kebijakan itu sangat beresiko besar.

“Alhamdulillah dengan kemampuan dana APBD kita, seluruh jalan yang rusak sudah kita perbaiki demi kelancaran akses transportasi terutama pendistribusian logistik bagi masyarakat,” ungkap Wali kota Hidayat.

Selain itu, katanya kebijakan lain yang juga diambil oleh Pemerintah kota Palu adalah menanggung kebutuhan makanan bagi para pengungsi selama 6 bulan sejak bulan Oktober 2018 hingga bulan Maret 2019.

“Kurang lebih hampir Rp. 50 Miliyar yang kita gelontorkan untuk menanggung itu semua. Memang banyak bantuan yang datang, tapi tidak semua masuk ke Pemerintah kota Palu, makanya kita tanggung makanan mereka,”tutur kandidat Doktor Kebijakan Publik Untad Palu itu.

Di akhir session dialog Sulteng Bangkit tersebut Wali kota Palu berharap agar seluruh masyarakat kota Palu mendoakan para korban bencana agar mendapat tempat yang terbaik di sisi-Nya dan tak kalah penting adalah introspeksi diri masing-masing atas bencana yang terjadi. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: