
Suatu penghargaan bagi saya atas atensi, sambutan dan pelayanan dari bapak Brigjen Pol.Suseno Noerhandoko waka polda Kalimantan Utara (Kaltara).
Bagaimana tidak selama tiba di Tanjung Selor dan kembali saya meras tersanjung karena mendapat sambutan dan “dilayani” dengan ikhlas dan tulus nongkrong sambil ngopi di warung kopi LESTARI di Tanjung Selor Ibu kota Kaltara.
Begini ceritanya, Sabtu malam (13/9-2025), sekitar pukul 20:15 wita saya tiba di bandara Juwata kota Tarakan dari Palu, Makassa dan Surabaya dengan menumpang pesawat komersial Lion Air.
Dan menginap disalah satu hotel di dekat pelabuhan penyeberangan Tarakan ke Tanjung Selor di jalan Yos Sudarso.
Minggu pagi (14/9-2025), sekitar pukul 8:40 speed boat yang saya tumpangi bermuatan 20 orang bertolak dari pelabuhan Kayu Tarakan ke Tanjung Selor.
Perjalanan diatas air Tarakan ke Tanjung Selor ditempuh kurang lebih 1 jam 20 menit, dengan melalui Laut lepas dan sungai luas dan panjang.
Di ibu kota Kaltara Tanjung Selor disana sang Brigjen Suseno Noerhandoko menunggu saya disebuah warkop dengan view menghadap ke sungai Kayan.
Warkop Lestari namanya. Dan satu-satunya warkop yang buka di hari lebur di Minggu pagi itu. Sekitar 5 – 7 menja terisi saat itu. Dibagian dalam ruangan ada beberapa meja terisi.
Sedangkan Pak Jendral Suseno bersama kami duduk di meja bagian depan dengan view sungai Kayan.
Beliau ditemani beberapa orang anggotanya dan seorang wartawan Tanjung Selor yang akrab disapa Bli.
Bli mengaku pernah tinggal di Poso tepatnya di Tentena. Bli bernaung dibawah bendera serikat media siber Indonesia (SMSI) Kaltara.
MInggu pagi itu saya duduk disebelah kirim Brigjen Suseno sambil menyeruput kopi campur madu kesukaanku. Madu saya bawa khusus kemanapun saya. Karena selain baik untuk kesehatan, memang saya senang minum kopi dengan madu.
Sekitar 40 menit kami menikmati kopi ditambah bakpao kacang hijau sambil memandangi view sungai kayan yang luas bag laut itu.
Makanya kapal motor (speed boad) jadi salah satu kendaraan transportasi warga dari Tarakan ke Tanjung Selor serta pulau-pulau lainnya begitupun sebaliknya.
Usai menyeruput kopi madu disertai cerita dan guyunan sayapun pamit ke pak brigjen Suseno dengan tujuan desa Apung Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan.
Sekitar 35 menit perjalanan dari kota Tanjung Selor ke desa Apung dengan melewati kantor Polda Kaltara yang berdiri kokoh di pinggir jalan trans provinsi Kaltara itu.
Selain itu terdapat rumah-rumah penduduk dan hutan luas yang menjanjikan adanya penghidupan di daerah itu.
Ruas jalan Tanjung Selor ke Desa Apung sebagian rusak parah.
Tepatnya di ruas jalan Reflesia yang menghubungkan beberapa kecamatan dan desa sebagian tak beraspal, berlubang-kubang, digenangi air, becek dan licin.
Padahal Anggaran Pendapat dan Belanja Daerah (APBD) Kaltara tergolong besar yakni kurang lebih Rp, 2 triliun dengan jumlah penduduk hanya dikisaran 777 ribu jiwa.
Kota Tanjung Selor bersih, hanya saja belum terlalu padat, namun penataan kotanya kelihatan rapi. Hanya saja destinasi tanggul pinggir sungai Kayan sedikit kelihatan gersang dan berdebuh.
Karena rerumputannya kurang terawat, layuh, bahkan mati, sebab saban malam diinjak-ijak, bahkan diduduki oleh para pengunjung destinasi malam pinggir sungai Kayan.
Selasa pagi (16/9-2025) setelah urusan dan pesta pernikahan ponakan saya Muh.Nurdin Budin Parallu, saya bergegas meninggalkan desa Apung menuju kota Tanjung Selor dengan menumpang mobil ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD kabupaten Bulungan bapak Lausa.
Lausa merupakan kerabat dekat dari pihak Ibu saya yang berdara suku PATTINJO (LETTA) yang sudah puluhan tahun bermukim di Bulungan Kaltara.
Dari desa Apung ke kota Tanjung Selor ditempuh sekitar 30 menit. Antara desa Apung dengan Tanjung Selor kantor Polda Kaltara berada di tengah-tengah, kamipun mampir pamit ke Wakapolda Kaltara Brigjen Suseno, sebab saat tiba saya pamit melapor dan disambut dan dilayani dengan baik.
Di dalam ruangan yang sejuk, disambut dengan ramah dan disuguhi secangkir kopi.
“Betapa senangnya mempunyai kawan, sahabat seorang perwira Polri yang ramah dan merupakan orang kedua di Polda Kaltara,”kata Lausa yang diaminkan oleh Amran Cae yang menemani saya bersilaturrahim ke Brigjen Suseno Noerhandoko.
Sekitar 30 menit kami diterima di ruangan pak Jendral Suseno Wakapolda Kaltara itu. Walaupun singkat tapi obrolan kami padat dan sarat makna persahatan.
“Terima Kasih paman, saya sudah diajak jumpa pak Jendral Pol.Suseno Noerhandoko wakapolda di daerah kami. Kami sangat bangga dan berterima kasih,”Aku Lausa anggota DPRD Bulungan itu.
Disinggung soal kondisi keamanan Kaltara Lausa mengatakan sangat aman dan kondusif. Bahkan rumah-rumah warga boleh dikata walaupun tidak ditutup dan dikunci dipastikan aman.
“Hal ini terjadi karena kesadaran warganya dan sebagian besar warganya sibuk bertani, berkebun sawit, kerja di pabrik dan tambang batubara,”ujar Lausa.
Hal senada juga dikatakan Wakapolda Kaltara Brigjen Suseno. ***














