

Bang Doel (deadline-news.com)-Palusulteng-Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek ruas jalan Nasional Tomata – Beteleme wilayah Morowali Utara Provinsi Sulawesi Tengah Jimmy Adwang di Periksa di Subdit III Tindak pidana korupsi (Tipikor) Polda Sulteng Senin (14/5-2018), di Palu.
Adalah Ipda Hasanuddin penyidik Tipikor Direskrimsus Polda Sulteng yang memeriksa Jimmy Adwang itu. Sebelumnya Ka Satker wilayah III Sulteng Taufik juga pernah diperiksa terkait proyek ruas jalan tersebut.
Panjang ruas jalan nasional Tomata – Beteleme itu mencapai 21 kilometer. Dan sebagian besar telah diaspal. Namun belum dimakan waktu sudah mulai berlubang-lubang.
Bahkan ada 2 titik yang amblas dengan kedalaman hampir 1 meter dan panjang kurang lebih 10 meter serta lebar kurang lebih 2 meter. Titik ruas jalan yang amblas itu, diduga karena struktur tanah yang basah, dan kurang padat saat pengerasan.
Proyek ruas jalan nasional Tomata – Beteleme mulai dikerjakan September 2015 dan akan berakhir September 2018 (multi yers), dengan biaya anggaran pendapatan dan belanja Negara (APBN) sebesar Rp, 277.030.319.000.
Adalah PT.Jaya Konstruksi – Multigraha Istika Makmur (KSO) yang mengerjakan proyek ruas jalan nasional Tomata – Beteleme itu.
Jimmy Adwang yang dikonfirmasi di salah satu caffe di Palu Selasa pagi (15/5-2018), sekitar pukul 10:00 wita membenarkan jika dirinya dimintai keterangan oleh penyidik Tipikor Polda Sulteng terkait proyek ruas jalan nasional Tomata – Beteleme tersebut.
“Ya benar saya kemarin dimintai keterangan di Tipikor Polda Sulteng, dan saya sudah jelaskan,”jelas Jimmy.
Menyinggung soal beberapa titik yang amblas di ruas jalan nasional Tomata – Beteleme itu, Jimmy menjelaskan bahwa faktor alam, karena struktur tanah di sepanjang ruas jalan tersebut basah, lembab dan berair.
Bahkan teknologi yang cukup caggih telah di gunakan di ruas jalan nasional itu, yakni Geomembrane untuk melapisi tanah yang sudah digali lalu ditimbun lagi dengan material, namun masih tidak mampan. Karena tanahnya spansif.
Menurut Jimmy pihaknya masih menunggu desain proteksi samping, karena jalan itu harus ada pemasangan batu, mengingat struktur tanahnya spansif, jadi harus ada penahan sampingnya, agar jalan tidak amblas ke samping.
Kemudian ruas jalan yang sudah aspal dan belum dimakan waktu sudah berlubang-lubang, itu akibat ada mata air dibawahnya.
“Itu akan kami gali, lalu dibuatkan gorong-gorong yakni pemasangan box culvert yang agak tinggi dari badan jalan. Karena sifat air selali mencari yang rendah, makanya diusahakan dibuatkan saluran tersebut,”tutur Jimmy. ***














