Hardi : Kepsek Harus Inovatif, Kreatif dan Kompetitif

“Dalam Waktu Dekat Rotasi Kepsek Se SMP se Kota Palu”

Bang Doel (deadline-news.com) – Palu – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) kota Palu Sulawesi Tengah H.Hardi, SP.D, M.Pd menjawb media ini Minggu (5/7-2026), via telepone di aplikasi whatsAppnya menegaskan kedepan kepala sekolah (Kepsek) itu harus inovatif, kreatif dan kompetitif.

“Sehingga dapat menciptakan suasana lingkungan sekolah yang menarik, unik, unggul dan membuat peserta didik (siswa siswinya) betah, disiplin dan mendapatkan ilmu yang dapat meningkat sumber dayanya (SDM),”ujar mantan Kepsek SMP Negeri 1 Palu itu.

Ia mengatakan seluruh se kolah di wilayah kota Palu harus unggul khususnya sekolah-sekolah SMP Negeri di wilayah 8 kecamatan itu, sehingga dapat membendung masyarakat keluar ke wilayah lain mendaftarkan anak -anaknya saat penerimaan calon siswa siswi baru.

“Olehnya dalam waktu dekat ini kami akan melakukan evaluasi dan rotasi kepala-kepala sekolah se kota Palu dengan harapan mereka mampu berinovasi, kreatif dan kompetitip,”tuturnya.

Menurutnya rencana rotasi kepsek se kota Palu ini benar-benar berdasarkan kompetensi, jadi bukan lagi karena faktor kedekatan dengan walikota, wawali dan Kepala Dinas. Sehingga mereka dapat menciptakan sekolah-sekolah unggulan dimana mereka ditempatkan.

Kata dia, SMP Negeri 6 Palu salah satu yang menjadi rujukan penerimaan siswa baru tahun 2026 ini dengan jumlah pendaftar mencapai 520 orang. Sedangkan kuota yang tersedia hanya 288 orang.

“Artinya SMP Negeri 6 Palu yang berada di kecamatan Palu Selatan ini dapat membendung warga Palu selatan keluar ke wilayah lain mencari dan mendafar di SMP lain,”jelas Hardi.

Ia mengatakan SMP Negeri 6 Palu pada tahun penamatan 2026 ini meraih predikat terbaik untuk capaian Indikator Rapor Pendidikan dari Kemendikbud di tingkat Kota Palu. SMP negeri 6 ini dipimpin oleh Hatadi Gatot yang beralamat di jalan Dewi Sartika kecamatan Palu Selatan.

Kemudian untuk wilayaha kecamatan Palu Timur terdapat SMP Negeri 1 Palu Meraih skor tertinggi se-Sulawesi Tengah dengan capaian 90,50 untuk predikat akademik unggul yang beralamat  di Jalan Gatot Subroto No. 34, Besusu Tengah.

Selanjutnya SMP Negeri 2 Palu memiliki nilai akademis 90,10 dan dikenal sebagai salah satu sekolah rujukan utama dengan lulusan berprestasi.

Lalu ada SMP Negeri 3 Palu mencatatkan skor tinggi sebesar 89,70 dan menjadi salah satu SMP negeri paling favorit di Kota Palu.

Dan tak ketinggalan SMP Negeri 4  dan  5 Palu Juga secara konsisten masuk dalam jajaran 30 besar sekolah terbaik se-Sulawesi Tengah berkat standar pendidikan dan nilai yang tinggi.

Disinggung soal SMP Negeri 10 Palu yang berada di jalan Cumi-Cumi No. 40, Kelurahan Lere, kecamatan Palu Barat yang menjadi atensi masyarakat di Platform media sosial tiktok meminta pemerintah kota Palu memperhatikannya.

Akun tiktok @Adalahpokox79: menuliskan bukan hanya itu….disisi lain tolong ada perhatian dari PEMDA terkhusus dinas pendidikan tuk memperhatikan skolah SMP NEGERI.10 perlu adanya dibangun kembali.

Menanggapi hal itu Kadis Dikbud Hardi menjelaskan bahwa proses pembangunan SMP Negeri 6 Palu itu sementara diusulkan oleh Pemkot Palu ke Kementerian Pendidikan untuk segera dimulai pembangunannya kembali.

Sebab lokasinya berada di zona merah bekas tsunami saat bencana alam gempa bumi 28 September 2018, sehinga balai wilaya prasaran dan permukiman Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ketika itu tidak memasukkannya dalam daftar pembangunan dan perbaikan.

“Padahal SMP Negeri 10 itu berada di pasisir kota Palu dimana warga disekitanya sebagian nelayan. Olehnya SMP Negeri 10 Palu ini akan ditempatkan kepsek yang mampu menciptakan inovasi, kreatif, kompetitif dan disiplin,”tandas Hardi.

Ia menjelaskan bahwa Disiplin yang dimaksud mulai dari internak sekolah, yakni memulai aktifitas misalnya pukul 7:00 wita pagi, harus konsisten, begitupun jalan pulang sekolah dan eksternal  (masyarakat atau orang tua siswa siswi) juga harus disiplin, sehingga ada akselerasi antara internal sekolah dan eksternal.

“Sekolah harus mampu merubah sikap, karakter anak-anak peserta didiknya. Maka Kepseknya harus kratif, inovatif dan disiplin. Misalnya untuk meningkatkan iman dan taqwa, Kepsek bersama tim guru-guru di Sekolah itu harus menerima masukan, kritikan dan mengundang pencerama setiap 1 kali seminggu untuk memberikan pencerahan bagi internal sekolah itu khususnya bagi anak-anak didik,”harap Hardi.

Kata Hardi kalau misalnya di lingkungan keluarga anak-anak tidak mendapatkan apa yang diinginkan misalnya perhatian dan kasih sayang, maka sekolahlah yang menjadi rumah kedua untuk mendapatkan itu.

Kepsek itu adalah Leadership yang harus mampu membimbing, mendorong dan memotivasi dengan semboyan “Tut Wuri Handayani” yang bermakna “dari depan memberikan bimbingan atau panutan, ditengah mempu mengakomodasi semua pihak dan dari belakang memberikan dorongan”. Semboyan ini bermakna bahwa seorang pendidik atau pemimpin harus selalu mendukung, memotivasi, dan memberi arahan dari belakang agar anak didiknya tumbuh mandiri dan percaya diri,” Kata Hardi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top