Asisten II Sekdakab Touna Ditangkap “Main Judi”

Bang Doel (deadline-news.com)-Tounasulteng-Asisten II Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Tojo Una-Una, Drs. Moh. Kasim Muslaini, MH, ditangkap aparat kepolsian resor Touna atas dugaan main judi kartu di salah satu rumah kerabatnya Jum’at 1 Desember 2017 dini hari sekitar pukul 2:00 wita, pekan lalu.

Asisten II Pemkab Touna M.Kasim Muslaini itu, ditangkap bersama rekan-rekannya saat main judi kartu yakni Ulfa Hulungo, Rasyid, Pipan dan Utam. Saat ini mereka dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Touna oleh aparat Kepolisian.

Salah seorang warga Touna yang dikonfirmasi via handphone menjawab deadline-news.com Kamis (7/12-2017), membenarkan jika Asisten II bersama 4 rekannya ditangkap dan sementara di tahan di Rutan.
“Saya dengar informasi Asisten II Sekdakab Touna di tahan di Rutan,”ujar warga Touna yang minta namanya tidak disebutkan dalam berita ini.

Sekretaris Dearah Kabupaten Tojo Unauna Taslim DM Lasupu, SP, MT yang dikonfirmasi via handpone berkali-kali dan pesan singkat membenarkan jika Asisten II Pemkab Touna Muhammad Kasim Muslaini tertangkap main judi. Dan saat ini tengah dititip di rumah tahanan Negara (Rutan) Touna.

“Benar beliau Asisten II Muhammad Kasim Muslaini tegah ditahan di Rutan, atas dugaan bermain judi. Beliau tertangkap saat Polres Touna melakukan operasi pekat, pekan lalu,”jelas Sekdakab Taslim DM Lasupu.
Disinggung soal pelanggar hukum yang diduga dilakukan Asisten II Muhammad Kasim Muslaini, apakah berdampak pada jabatannya, misalnya diberhentikan? Jawab Sekdakab Touna Taslim, kita tunggu proses hukum dulu, karena tidak serta merta pejabat bisa diberhentikan.
“Kami lihat dulu proses hukumnya, kalau memang memungkinkan untuk diberhentkan dari jabatannya, akan diberhentikan,”ujar Taslim.

Wakapolres Touna Kompol Jufri yang dikonfirmasi Jum’at pagi sekitar pukul 8:45 wita via handpone membenarkan pihaknya telah menangkap pemain judi Jum’at lalu.

“Sembari berkelakar, bukan Asisten II yang kami tangkap pada operasi pekat, tapi Muhammad Kasim Muslaini bersama Ulfa Hulungo, Rasyid, Pipan dan Utam,”ujar Kompol Jufri dari balik handponnya.

Sampai berita ini naik tayang, deadline-news.com telah berupaya melakukan konfirmasi via handpone ke Bupati dan Asisten II selaku tersangka Muhammad Kasim Muslaini, namun belum tersambung.

Pasal 303 KUHP Tindak Pidana Perjuadian

1) Dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya 10 (sepuluh) tahun atau dengan hukuman denda setinggi-tingginya Rp 25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah), barangsiapa tanpa mempunyai hak untuk itu :

1. dengan sengaja melakukan sebagai suatu usaha, menawarkan atau memberikan kesempatan untuk bermain judi atau dengan sengaja turut serta di dalam sesuatu usaha semacam itu ;

2. dengan sengaja menawarkan atau memberikan kesempatan kepada khalayak ramai untuk bermain judi atau dengan sengaja turut serta di dalam sesuatu usaha semacam itu dengan tidak memandang apakah pemakaian kesempatan itu digantungkan pada sesuatu syarat atau pada pengetahuan mengenai sesuatu cara atau tidak ;

3. turut serta didalam permainan judi sebagai usaha.

(2) Apabila orang yang bersalah melakukan kejahatan tersebut di dalam pekerjaannya, maka ia dapat dicabut haknya untuk melakukan pekerjaan itu.

(3) Yang dimaksud dengan permainan judi adalah setiap permainan yang pada umumnya menggantungkan kemungkinan diperolehnya keuntungan itu pada faktor kebetulan, juga apabila kesempatan itu menjadi lebih besar dengan keterlatihan yang lebih tinggi atau dengan ketangkasan yang lebih tinggi dari pemainnya.

Termasuk ke dalam pengertian permainan judi adalah juga pertaruhan atau hasil pertandingan atau permainan-permainan yang lain, yang tidak diadakan antara mereka yang turut serta sendiri di dalam permainan itu, demikian pula setiap pertarohan yang lain. (dikutip dari KUHP terjemahan Drs. P.AF. Lamintang, SH & C. Djisman Samosir, SH). ***

Nelayan Pusungi Tewas Terseret Arus Laut

Bang Doel (deadline-news.com)-Touna-Seorang Nelayan berinisial MK (24), tewas setelah diseret arus gelombang laut di perairan Laut Desa Tete A Kecamatan Ampana Tete Kabupaten Tojo Unauna Rabur dini hari (1/2-2017) sekitar pukul 24.00 Wita.
Musibah angin ribut disertai ombak besar dan hujan lebat yg mengakibatkan korban MK (24 Tahun) nelayan Desa Pusungi Kecamatan Ampana Tete Meninggal dunia terseret arus laut. Demikian informasi yang dikutip di Tribratanews.com Kamis malam (2/2-2017).

Menurut pihak kepolisian Touna, korban yang saat itu bersama tiga temanya sedang berada di dasar laut sedang memanah ikan, lalu tiba-tiba cuaca ekstrim datang angin kencang disertai hujan dan gelombang tinggi, sehingga korban terseret arus deras dimana teman korban yang bersamanya menyelam berusaha menyelematkan korban, namun terlepas dari pegangan.

Akibat arus laut yang kencang korban hilang. Dan setelah dilakukan pencarian pada ke esokan harinya Kamis Pagi (02/02) sekitar pukul 8.30 Wita warga bersama Personil Gabungan Polres Touna serta Polsek Ampana Tete berhasil menemukan korban dikedalaman laut Desa Tete B Kecamatan Ampana Tete dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi.
Selanjutnya petugas dari Polres Touna mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit umum daerah Ampan untuk dilakukan Visum. Dan atas permintaan keluarga, jenazah korban tidak dilakukan Otopsi dengan membuat surat pernyataan serta tidak menuntut pihak manapun atas meninggalnya korban dimana kejadian yang mengakibatkan Korban Meninggal dunia dikarenakan bencana alam berupa cuaca ekstrim. ***

Paska Musda, Partai Amanat Nasional Kabupaten Tojo Una-Una Gelar Konsolidasi

TOUNA (DEADLINE NEWS/KORANPEDOMAN.COM) – Usai melaksanakan Musyawarah Daerah beberapa bulan yang lalu, Partai Amanat Nasional menggelar konsolidasi disemua pengurus Daerah Kabupaten, Kecamatan hingga ketingkat Ranting.

Hal ini diungkap oleh Moh Salim Makaruru Sekertaris Partai Amanat Nasional Kabupaten Tojo Una-Una saat ditemui Media ini digedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tojo Una-Una. dikatakannya bahwa, pada kepengurusan Partai Amanat Nasional ditingkatan Dewan Pimpinan Daerah sesuai arahan Ketua akan dilakukan dilakukan revisi struktur kepengurusan. ini bertujuan agar kedepannya tak ada lagi hambatan, sebab kata dia, didalam kepengurusan ini diperlukan soliditas. agar seia sekata dan seide

dan menurutnya, setelah kepengurusan disemua tingkatan telah rampung, maka akan dilakasanakan rapat kerja wilayah. kemudian lanjut kata Salim yang saat ini selaku Anggota DPRD Touna juga politisi dan kader handal Partai amanat nasional, bahwa usai dilaksanakannya Rapat Kerja Wilayah akan dilanjutkan dengan Rapat Krja. dalam Rapat Krja itu akan melibatkan pengurus Daerah, pengurus Kecamatan bahkan juga melibatkan pengurus yang ada ditingkatan Desa atau ranting ungkapnya.

dalam rapat kerja itu, kata salim akan membedah program partai pada masa satu tahun kedepan, bahkan membahas soal program tahun 2019, namun katanya, yang lebih penting adalah terkait soal kepengurusan. sebab itu adalah prasarat di Komisi Pemilihan Umum (KPU). ketika ditanya apakah saat ini dalam hal konsolidasi pengurusnya hanya ditingkatan Dewan Pimpinan Cabang, ia mengatakan saat ini kami baru mengagendakan di kepengurusan DPD dan DPC namun jika personil yang telah diberikan mandat untuk membenahi struktur DPC akan mengurusi struktur DPRTnya, itu akan lebih baik lagi. namun sesungguhnya untuk mengurusi dan merekrut siapa-siapa saja yang akan menjadi pengurus di tingkat DPRT itu kami dari DPD telah memberikan kepercayaan penuh kepada pengurus ditingkatan Kecamatan yakni Dewan Pimpinan Cabang (DPC)

sebab menurutnya, kawan-kawan ditingkatan DPC lah yang paling mengetahui soal trekrekor, kapabilitas dan semangat juang kawan-kawan yang akan ditempatkan pada struktur kepengurusan yang ada pada Partai ini. sehingga dengan pengetahuan mereka, akan memudahkan kawan-kawan di DPC untuk menempatkan kawan-kawan yang akan menjadi pengurus di DPRT pada bidangnya masing-masing ungkapnya.

Kemudian lanjut Salim, ketika itu semua telah terbentuk. maka diharapkan antara pengurus disemua tingkatan menjalin komunikasi yang baik, dengan komunikasi yang baik. akan terbangun kesingkronisasian yang baik pula dalam hal kerja-kerja membesarkan Partai. kemudian katanya, saat ini yang sedang dibenahi oleh pengurus DPD adalah Banua PAN. ditempat inilah kita meramu semua program-program Partai dan juga Banua PAN ini menjadi sentral kita dalam melakukan konsolidasi disemua pihak, baik pengurus, simpatisan dan Masyarakat umum silahkan bertandang ke Banua PAN ini katanya.

Kemudian lanjut Salim, inti dari konsolidasi ini, bukan berarti kami kesulitan mencari kader, akan tetapi karena antusias Masyarakat yang ingin menggabungkan diri ke Partai ini, membuat kami kesulitan untuk menempatkan mereka pada bidang-bidang di struktur yang ada katanya SYAMSUL BAHRI M. KASIM

Diklatpim Touna Anggap Bantaeng Icon Kabupaten Terbaik di Indonesia

Bantaeng (Deadline News/koranpedoman.com)-Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Bantaeng Syamsul Suli mewakili Bupati Bantaeng menerima kunjungan peserta Diklat Kepemimpinan (Diklatpim) tingkat IV Kabupaten Tojo Una-Una Provinsi Sulawesi Tengah, di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng.
Rombongan yang berjumlah 55 orang ini dinahkodai Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kab. Tojo Una-Una, Burhanudin Lahay yang menyampaikan bahwa awalnya peserta Diklatpim diarahkan untuk melakukan Benchmarkjng di Balikpapan, Namun Burhanudin menolak dan lebih memilih untuk mengunjungi Kabupaten Bantaeng.
“Kami tahu untuk saat ini Bantaeng merupakan icon Kabupaten terbaik di Indonesia, khususnya dalam hal penataan tata pemerintahan. Maka dari itu saya berharap agar inovasi yang ada di Bantaeng dapat kami bawa dan aplikasikan di Kab. Tojo Una-Una”, ungkapnya.
Sementara itu Syamsul Suli pada kesempatan tersebut memberi potret singkat mengenai progres kemajuan Kabupaten Bantaeng sejak H.M. Nurdin Abdullah menjabat sebagai Bupati Bantaeng hingga pada saat ini.
Peserta rencananya akan mengunjungi Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi & UMKM, Dinas Pertanian dan Peternakan serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
Turut hadir pada penerimaan tersebut yakni Kadis Kesehatan Hj. Takudaeng, Kadis Koperasi & UMKM Meyriani, Kadis Pertanian dan Peternakan Zainuddin, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Hartawan Zainuddin, dan Sekretaris BKD Syamsuddin. (hms Pemkab Bantaeng).***

Penjagaan Lapas Ampana Diperketat Cegah Penyeledupan Narkoba

Ampana, Sulteng, (Deadline News/koranpedoman.com)-Penjagaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Ampana, Kabupaten Tojo Unauna, hingga kini terus diperketat, untuk mencegah penyeludupan Narkoba ke dalam Lapas tersebut.

Kepala Lapas Ampana Rahnianto di Ampana, Kamis mengatakan, bahwa dalam sebulan terakhir, upaya orang tidak dikenal untuk memasukan Narkoba ke dalam tahanan memang kerap terjadi.

“Cara-cara yang mereka gunakan dikemas sebaik mungkin, dan sampai tidak pernah terfikirkan secara rasional,” katanya.

Beberapa waktu terakhir kata Rahnianto, terdapat dua kasus upaya untuk memasukan Narkoba ke dalam Lapas. Namun semuanya berhasil digagalkan oleh petugas Lapas.

“Pertama kali, beberapa paket Narkoba jenis sabu-sabu yang dibungkus rapi di dalam kemasan mie instant yang berhasil digagalkan,” ungkapnya.

Kemudian, 20 paket sabu-sabu lagi dimasukan ke dalam botol bedak bekas yang dilemparkan dari luar pagar lapas.

“Petugas berhasil kembali mengamankannya, namun kami tidak mengetahui siapa yang melemparkan barang haram tersebut,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut, pihaknya terus melakukan pengawasan dan penjagaan yang ketat. Selain itu, untuk mengamankan paket Narkoba yang berhasil disita, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian dan badan nasional narkotika (BNN) setempat.

Menurut Rahnianto, dua instansi tersebut tidak memiliki ruangan khusus untuk menyimpan barang bukti yang ada. Sehingga disarankan untuk disimpan di ruang senjata milik Lapas, sambil menunggu proses pemusnahan.

“Kalau disimpan ditempat senjata itu aman, karena itu kawasan yang selalu dijaga ketat. Dikhawatirkan, jika disimpan ditempat yang tidak aman, ketakutan jumlahnya akan berkurang,” tutup Rahnianto. (ant).***

Warga Penerima Raskin Mengeluh Tak Kebagian

Syamsul Bahri M.Kasim (Deadline News/koranpedoman.com)-Touna – Program Pemerintah Pusat dalam mengentaskan kemiskinan telah dibuktikan dalam berbagai hal, misalnya melalui dana Alokasi Dana Desa, bantuan Perumahan, tunjangan bagi Pegawai negri sipil hingga pada beras Raskin. kesemuanya itu tujuannya adalah bagaimana rakyat ini bisa sejahtera, namun melalui kesemuanya itu tentunya mekanismenya tak terlepas dari aturan yang telah ditetapkan, yang berhak menerima harusnya dia terima. namun saat ini khususnya di Desa Katupat program tersebut seakan diabaikan.

Contohnya sejumlah warga Masyarakat mengeluhkan tak menerima raskin, apadahal mereka terdaftar dan selama ini mereka menerima, seperti yang diungkap oleh salah seorang penerima saat ditemui media ini di kediamannya yang namanya enggan disebutkan. dikatakannya bahwa dirinya hanya mendapat dua karung saja, atau sekitar tiga puluh kilo, sementara yang berhak ia terima tiga karung atau 45 kilo gram dan bukan hanya itu saja bahkan ada yang lain karungnya suda tidak utuh alias suda dikebiri stengahnya.

yang lain dikatakannya warga masyarakat Desa Katupat yang bermukim di Dusun tangkian, sekitar tuju kepala keluarga yang sama sekali tidak mendapatkan, padahal sepanjang pemerintah Desa yang dikepalai oleh Yahsar Abdullah selama dua periode, kami semua dapat dan tak ada yang dipotong bahkan yang tuju kepala keluarga di dusun tangkian juga dapat, kenapa saat ini berubah. padahal katanya belum ada perubahan pendataan, dan data masi menggunakan data 2911. jika ada perubahan harusnya dimusyawarakan dan ada persetujuan. sebab sepangetahuannya bahwa Raskin tidak boleh dibagi rata tanpa ada persetujuan. yang pasti kekurangan tersebut tidak ada musyawara Desa yang dilaksanakan.

Sesuai informasi yang dihimpun media ini, bahwa alasan mereka yang menerima tapi kurang dan ada sama sekali yang tidak menerima diakibatkan Desa mendapat jatah dari kecamatan kurang. sementara kepala mantan Kepala Desa yang selama dua periode menjabat ditemui media ini mengatakan, kalau selama 2 periode dirinya menjabat tidak ada kekurangan dari Kecamatan dan menurutnya alasan itu tidak benar olehnya itu akibat kejadian ini masyarakat penerima meminta pada instansi terkait dan pihak aparat keamanan untuk sesegera mungkin menindak lanjuti masaalah ini dan jika tidak, kami akan melaporkannya sendiri ke pihak aparat penegak hukum katanya.

Ditempat terpisa Abdila ST. Kepala Sub Bagian Kebijakan Ekonomi dan Promosi pada Pemda Touna saat di temui awak media ini diruang kerjanya mengatakan, jika ada perubahan atau pengalihan penerima, harusnya ada musyawara Desa yang dilakukan. jika sepanjang belum ada perubahan data dari pusat, katanya tidak ada yang bisa diganti, kecuali melalui Musyawara Desa.

Kalau itu dikatakan stok dari kecamatan kurang, sebetulnya tidak mungkin. sebab pihaknya menyuplai beras tersebut ke Kecamatan berdasarkan data yang ada, berapa jumlah Kepala Keluarga, kalau ada yang tidak cukup pembagian atau sama sekali tidak dapat, maka perlu untuk dipertanyakan apa dasar mereka sehingga itu tidak cukup, sementara pihaknya memintakan kebulog untuk diukur kembali kilogramnya. jika ada yang tidak cukup dan tidak mendapat sama sekali dalam pembagian maka itu adalah bentuk pelanggaran sebutnya.

Seperti yang tertuang apada buku Pedoman Umum Raskin 2015 pada poin 3. dijelaskan bagi RTS PM Raskin Tunggal yang sudah meninggal, pindah alamat ke luar Desa/ Kelurahan/Pemerintah setingkat atau yang dinilai tidak layak sebagai penerima, maka digantikan oleh Ruma Tanggah Lainnya melalui proses Musyawarata Desa (MUsudes)/ Musyawara Kelurahan (Muskel). jika hal itu tidak dilaksanakan, maka itu adalah pelanggaran dan wajib untuk dilaporkan katanya. ***

Masyarakat Kepulauan Keluhkan Pelaksanaan Festval Bahari Togean

Syamsul Bahri M.Kasim (Deadline News/koranpedoman.com)-Touna-Pelaksanaan Festival Bahari Kepulauan Togean dikeluhkan sejumlah warga Masyarakat Kepulauan Togean, pasalnya pelaksanaannya tak tepat sasaran. sebab namanya saja Festival Bahari Kepulauan Togean harusnya tempat pelaksanaannya di tempat objeknya.

Seperti yang diungkap salah satu warga Masyarakat yang enggan namanya dikorankan saat ditemui awak media ini sedang berada diatas kapal menuju Kepulauan. Ia mengatakan, sejauh ini Pemerintah khususnya Dinas Pariwisata melihat objek wisatanya tak konsisten, mereka hanya mementingkan persoalan pribadi selanjutnya hanya untuk mengambil keuntungan sendiri katanya.

Dicontohkannya seperti pelaksanaan Festival Bahari yang sedang dilaksanakan di Kecamatan Tete, sebetulnya kata dia itu tak tepat sasaran, seharusnya itu dilaksanakan pada lokasi objek wisatanya, kenapa harus diobjeknya, sebab saat ini Pemerintah Daerah sedang mempromosikan Togean sebagai destinasi pariwisata, kenapa itu harus dilaksanakan di tempat lain. artinya bahwa Pemda kita tak serius tangani persoalan ini katanya.

Yang lain dicontohkannya, bahwa telah ada dibangun Dive Center dan fasilitas lengkap, namun katanya fasilitas tersebut tak pernah difungsikan bahkan saat ini fasilitas didalamnya suda tak ada lagi, semuanya telah ditarik ke Ampana, yang hingga saat ini alasan penarikan itu tidak jelas. ketika ditanya bagaimana anda melihat kemajuan kepariwisataan dikepulauan Togean, Ia mengatakan, sudah hampir dua puluh tahun ini. kemajuan pariwisata sama sekali tak ada, semua ini dilihat dari perkembangannya sebab apa yang dibuat harusnya berhasil, namun sampai sejauh ini pencapaian keberhasilannya tidak ada katanya.

Misalnya Danau Ubur – Ubur yang selama ini telah dijadikan objek wisata dan bahkan telah dibangun akses, akan tetapi tidak tau bagaimana menjaga dampaknya atau melindunginya karena saat ini Ubur -Ubur tersebut sudah banyak yang mati. yang lain dikatakannya, jembatan bakau sampai saat ini tidak diketahui asas manfaatnya, apakah itu hanya menjadi tempat kunjungan tapi perlindungannya tak ada, dan bahkan jembatan tersebut telah rusak

Malenge dikenal dengan species monyetnya dan itu sudah semakin banyak, namun sejauh ini strategi perlindungannya tak ada, yang lebih mengherankan lagi katanya, Realy Foto hingga saat ini tujuannya apa, apakah hanya untuk kompetisi atau tujuan promosi pariwisata. sebab kata dia, hingga saat ini pemenang dari Realy Foto itu sendiri tidak diketahui. jadi Ia menilai Realy Foto tersebut hanya dijadikan untuk ajang dokumentasi, bukan promosi.

Bisa dibayangkan, untuk mendatangkan peserta reali foto itu sendiri memakan anggaran hingga Seratus Lima Puluh Juta Lebih ( 150. 000,000 lebih). anggaran yang begitu besar lantas asas manfaatnya tidak ada, yang rugi adalah negara dan masyarakat kepulauan. apalagi katanya dalam program Realy Foto itu harusnya melibatkan wisatawan asing, sebab kegiatan ini sifatnya promosi. namun yang terlihat hanyalah lokal Foto graver katanya ***.

Gara-Gara Dendam Anak Didik Diterlantarkan

Syamsul Bahri M. Kasim (Deadline News/koranpedoman.com) -Touna -Pendidkan sangat penting bagi generasi bangsa ini, namun jika telah dimasuki dengan politik, maka hancurlah masa depan bangsa. saat ini di Desa Katupat Kecamatan Togean Kabupaten Tojo Una – Unapraktek -praktek politik telah terjadi. dimana dendam politik semakin membara maka akibatnya anak didik menjadi terlantar.

Salah satu conto pekan kemarin, dimana akibat dendam poitik maka TK PAUD yakni Kelompok Bermain di Desa Katupat diliburkan paksa, sementara saat ini tak ada libur Nasiomal kenapa sekolah diliburkan bahkan para tutor berangkat ke Ibu Kota Kabupaten dengan mengunci semua ruangan bahkan pintu pagarpun dikunci. sehingga ada beberapa murid yang datang dan masuk kehalaman sekolah dengan melalui pagar yang sudah rusak.

Tindakan yang dilakukan oleh para tutor perlu perhatian dan penanganan serius dari instansi yang terkait, jika tidak maka dunia pendidikan di Daerah ini akan menjadi buruk. apalagi tindakan ini terjadi pada anak – anak usia dini, dimana faktor psikologinya masi sedang berkembang. perlu diketahu bersama bahwa saat itu hari sekolah masi tetap aktif dan masi ada satu tutor yang berada di tempat, namun kenapa ketiga tutor mengunci ruangan bersama pintu pagar. seperti itulah keluhan salah satu wali murid.

Lebih lanjut dikatakannya, jika begini terus dilakukan mereka, sebaiknya sekolah itu ditutup saja, biar tak ada yang bersekolah dan langsung masuk Sekolah Dasar saja. sebab tindakan yang dilakukan oleh mereka telah merugikan siswa dan orang tua. sebab kami membayar terus iuran kenapa tak ada proses mengajar yang dilakukan sementara saat ini bukan hari libur.

Jangan cuma gara – gara satu orang tutor yang bermasaalah kami orang tua dikorbankan, sementara kata katanya satu tutor yang bermasaalah itu telah mengundurkan diri. kenapa tutor lain diprofokasi untuk meninggalkan tempat sehingga proses belajar mengajar dihentikan katanya. akibat kejadian itu, sejumlah warga dan orang tua bersepakat untuk memblokir sekolah tersebut, sebab menurut orang tua dan warga sekalian saja sampai seterusnya tak ada proses belajar mengajar imbuhnya ***.

GAPOKTAN PRIMA TANI DONDO SERAHKAN BIBIT JAGUNG Ke KELOMPOK TANI

Syamsul Bahri M.Kasim (Deadline News/koranpedoman.com) -TOUNA – Koperasi Prima Tani Kelurahan Dondo serahkan bibit jagung tongkol dua kepada empat kelompok tani. pembagian tersebut dilakukan secara simbolis oleh perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Tojo Una-Una. kegiatan itu dilaksanakan pekan lalu. dalam kegiatan itu dihadiri oleh Ketua Gapoktan Prima Tani, Babinsa Kelurahan Dondo, yang dalam hal ini selaku mengawali proses pembagian bantuan dan para anggota kelompok tani binaan Gapoktan.
seperti yang di ungkap oleh Kepala Dinas Pertanian yang diwakili oleh Katon Kepala Bidang Tanaman Pangan. saat ditemui awak media ini usai memberikan sambutannya pekan lalu.
Dikatakannya, kalau cuaca tahun kemarin bisa berubah dan saat ini tahun 2016 cuaca sangat mendukung tentunya cuaca seperti ini sangat didambakan oleh bapak-bapak petani dan ini menjadi kesukuran kita semua sebab ini adalah rahmat dari sang pencipta.
Ia mengatakan. kesempatan ini kita gunakan semaksimal mungkin, jangan sampai kekuasaan yang diberikan ini kita abaikan begitu saja tentunya cuaca seperti ini ada juga yang mungkin bagi tanaman horti yang bedengnya tidak memenuhi syarat karna tidak mengikuti petunjuk, bisa saja pasti kendala utamanya tanaman hortinya akan menguning sebab kelebihan air. dan bagi petani jagung di daerah ini karena daerahnya berbatuan dan berpasir, pasti sangat gembira dalam hal pertumbuhan jagungnya. selain mengharapkan tada hujan, dikatakannya pihaknya memiliki alat tehnologi yang nanti kedepannya akan digunakan oleh petani melalui penyulu dan UPTD-UPTD di Daerah ini. sehingga ini dapat membantu kita semua, dan apa yang diharapkan oleh Pemerinta Daerah ini dapat tercapai dengan maksimal ungkapnya.
Dikatakannya, hari ini bapak Kepala Dinas mengikuti pertemuan, terkait dengan melonjaknya harga produksi petani, ia mencontohkan pada satu produksi yakni bawang. dan hal ini pihaknya telah memantau secara terus menerus. jika hal ini terjadi pada tanaman lainnya misalnya jagung. maka hal ini akan diupayakan, namun upaya tersebut apakah bibitnya akan ditambah atau tidak sebutnya.
Sebab kata dia, khusus tanaman jagung pihaknya telah menambah luasan arealnya menjadi 25 hektar. untuk kedepannya pihaknya telah berkoordinasi dengan penyuluh bahwa jika masih ada lagi kelompok ia berharap segera dimasukan lagi. sebab ia telah mengusulkan penambahan bibt melalui BPNP. dalam kesempatan ini, Ia berharap bagi petani jangan ada lagi yang menjual bibitnya, sebab upaya Pemerintah ini bertujuan untuk menambah penghasilan para petani imbuhnya ***.

Ratusan Ojek, Bendi dan Taksi Angkot Datangi DPRD

Syamsul Bahri M.Kasim (Deadline Nesw/koranpedoman.com) -TOUNA – Dalam rangka mencari kepastian dari pemerintah Daerah terkait beroperasinya bentor di Kabupaten Tojo Una Una,ratusan komunitas ojek,Bendi dan Taksi Angkot kembali berunjuk rasa dengan mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Touna.
Kedatangan para tukang ojek ini bukan lain untuk menuntut janji pemerintah Daerah terkait operasi bentor yang mereka anggap belum pas di Kabupaten Tojo Una Una.
Seperti yang diungkap Rusli Koordinator Lapangan (KORLAP), dikatakannya bahwa kedatangan kami hari ini tidak lain adalah menagi janji Pemerintah Daerah seperti yang disampaikan senin kemarin saat kami menggelar aksi. dan saat ini kata dia adalah merupakan tindak lanjut dari aksi sebelumnya.
Lebih lanjut dikatakannya, pada prinsipnya kedatangannya di Gedung ini hanya untuk memperjelas hasil rapat yang digelar Pemerintah Daerah senin pekan lalu. rapat tersebut membahas terkait persoalan antara pro dan kontra ojek, bendi dan angkutan kota
intinya kata dia, pihaknya menuntut apa yang telah menjadi aspirasi para penuntut ini yang telah disampaikan pada pertemuan sinin kemarin. selanjutnya Ia juga berharap pada rapat kedua ini dapat menghasilkan keputusan yang baik bagi kami harapnya.
Selain itu katanya, Kami juga berharap agar apa yang kita sampaikan terkait Peraturan Bupati (PERBUP) Nomor 30 tahun 2016 yang dinilai belum pas untuk diimplementasikan, maka kami memintah kepada Pemerintah Daerah khususnya Bupati, sambil menunggu masalah ini benar benar selesai kiranya aktivitas bentor dihentikan dulu sementara waktu untuk beroperasi katanya.
Kedatangan kami juga hari ini merupakan aksi damai dan kami meminta ketegasan dari pemerintah Daerah dan DPRD,tutupnya.
Sementara itu kedatangan komunitas ojek,bendi dan taksi terlihat mendapatkan pengawalan ketat dari pihak aparat kepolisian Polres Touna yang di pimpin oleh Kabag Sumda Kompol Jamaludin ***.