Ahmad Ali Bertemu Dua Seniornya di PP

“Baru Anwar Hafid -Renny Lamadjido Yang Jelas Berpasangan”

Foto pertemuan Ahmad Ali, Arus Abdul Karim dan Longki Djanggola disaksikan sekretaris DPD Demokrat Sulteng Hidayat Lamakarate dan mantan sekretaris Pemda Donggala Kasmudin. Foto Anwar Hafid dikutip di face book Anwar Hafid dan Ahmad Ali/kolase deadline-news.com group

Momen Idul Fitri menjadi kesempatan emas bagi bakal calon (Balon) gubernur sulawesi tengah Ahmad M Ali SE bertemu dua orang seniornya di Pemuda Pancasila (PP) Rabu (10/4-2024) di rumah jabatan (Rujab) Arus Abdul Karim.

Adalah H.Longki Djanggola dan H.Arus Abdul Karim dua tokoh pemuda pancasila yang ditemui Ahmad Ali itu. Diketahui Longki sendiri adalah ketua DPD Partai Gerindra Sulteng yang notabene mantan gubernur dua periode. Sedangkan Arus Abdul Karim selain ketua MPW PP juga ketua DPD Partai Golkar Sulteng.

Sementara Ahmad Ali adalah wakil ketua umum (Waketum) DPP  Partai Nasdem. Ketiga tokoh PP itu merupakan politisi di partai berbeda.

Pantauan deadline-news.com group detaknews.id dan deadlinews.co ini para tokoh PP Sulteng boleh saja berseberang dalam kontestasi politik baik lokal maupun nasional, namun tetap bersatu dalam barisan kepemudaan yakni PP.

Ahmad Ali terlihat dalam momen foto yang diunggah di Face Booknya berpegangan tangan bertiga dengan Arus Abdul Karim dan Longki Djanggola disaksikan mantan sekretaris daerah kabupaten Donggala H.Kasmudin, Sekretaris DPD Partai Demokrta Sulteng Hidayat Pakamundi dan Istri Longki Djanggola Zalsulmida Aladin Djanggola.

Apakah pertemuan Ahmad Ali dengan Arus Abdul Karim dan Longki Djanggola itu alamat sebuah bentuk lobi-lobi politik menjelang Pilgub 27 November 2024 mendatang. Kalau arah koalisi Nasdem, Gerindra, Golkar di tambah PDIP maka dapat dipastikan ada balon gubernur yang akan “terjungkal” dari kontestasi politik lokal sulteng 5 tahunan itu. Karena tidak mencukupi kursi pendukung dan pengusung koalisinya.

Akan kah  Gerindra meninggalkan petahana Rusdy Mastura di Pilgub sulteng dengan berbagai macam pertimbangan. Mungkinkah PKB berkoalisi dengan Demokrat sulteng dan meninggalkan koalisi nasionalnya dengan Nasdem dengan pertimbangan Renny Lamadjido adalah kader PKB balon wakil gubernur pasangan ketua dpd Demokrat Anwar Hafid?

Pertemuan segi tiga antara Ahmad Ali, Arus Abdul Karim dan Longki Djanggola dalam momentum hari raya idul fitri memang memunculkan berbagai penafsiran dari publik sulteng. Apakah pertemuan itu bermuatan politik menuju pilgub sulteng atau bukan? itu hal biasa karena mereka memang politisi yang bernaung dibawah bendera kepemudaan yakni pemuda pancasila.

Memanfaatkan momen hari raya idul fitri untuk lobi-lobi politik jelang pilgub hal yang wajar. Karena yang menentukan ikut tidaknya sepasang balon gubernur pada saat pendaftaran di kpu tutup.

Diketahui jelang pilgub sulteng muncul nama-nama tokoh politik yang akan maju bertarung yakni Ahmad Ali (Nasdem), Anwar Hafid (Demokrat) Rusdy Mastura (Gerindra), Muharram Nurdin (PDIP),  Moh Arus Abdul Karim (Golkar), Moh Irwan Lapatta (Golkar), Moh Hidayat Lamakarate (Gerindra).

Sebelumnya muncul wacana publik Rusdy Mastura yang akrab disapa Cudy  akan berpasangan Anwar Hafid dengan koalisi nasional pendukung Capres dan Cawapres terpilih Gerindra, Demokrat, Golkar, PAN dan PBB.  Namun wacana publik itu terbantahkan setelah Anwar Hafid mendaftar di PKB dengan menggandeng dokter Renny A Lamadjido dengan tagline BERANI – BERSAMA ANWAR – RENNI menuju pilgub sulteng.

Dan memang jauh- jauh hari dalam momentum pilpres dan pileg Anwar Hafid telah mendeklarasikan ke publik sulteng berpasangan dengan Renni Lamadjido. Bahkan kemana-manapun dalam pertemuan dengan masyarakat Anwar Hafid selalu menyertakan Renni Lamadjido.

Sampai saat ini baru Anwar Hafid yang BERANI memunculkan balon wakilnya. Sedangkan kandidat lainnya masih berkutak pada hasil survei dan lobi-lobi politik.

Sebelumnya baik Anwar maupun Renny menyatakan komitmennya bersama-sama (berpasangan di pilgub sulteng 2024). “Insya Allah saya dan Renny berpasangan di Pilgub sulteng,”kata Anwar Hafid. Hal senada juga ditegaskan Renny Lamadjido. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top