Ngopi Bareng Kepala BPKP Sulteng Agus Yulianto

“Fokus Pencegahan dan Pendampingan ke Pemda dan Kopdes Merah Putih”

Foto saat berbincang dengan kepala BPKP Sulteng didampingi salah seorang pejabatnya. Foto Fredy Salu/deadline-news.com

Palu-Sabtu malam (2/5-2026) saya mendapat undangan kehormatan Ngobrol Produktif (Ngopi) bareng kepala Badan Pengawas Keuang dan Pembangunan (BPKP) Sulawesi Tengah Agus Yulianto Ak., AAP., CHRPE., FRMP. di Caffe rumah dinasnya jalan Maleo Palu.

Caffe berukuran kurang lebih 3 X 5 meter itu dulunya adalah garasi mobil. Saat ditugaskan jadi Kepala BPKP Sulteng sejak oktober 2025 lalu atau kurang lebih 8 bulan bertugas di Palu Sulteng, Agus mendesain garasi mobil di rumah dinasnya itu menjadi caffe khusus tempat ngopi dengan pejabat dan Pegawai BPKP  baik waktu liburan maupun sahat rehat dari kerjaan rutinitas.

“Dulunya ini garasi mobil pak, dari pada mubasir tidak digunakan saya sewa tukang untuk mendesainnya jadi caffe tempat ngumpul-ngumpul dengan para teman-teman pejabat dan pegawai BPKP dan menerima tamu dari luar baik sekedar bersilaturrahim maupun berkonsultasi biar santai,”ucapnya.

Lelaki kelahiran 28 Juli 1973 itu, sebenarnya bukan orang baru di BPKP Sulteng. Ia merupakan pejabat senior dilingkup BPKP. Karena sebelumnya sudah pernah bertugas di BPKP Sulteng jaman pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Setelah itu ditarik ke BPKP pusat, lalu ditugaskan lagi ke BPKP Sulbar di Mamuju pada tahun 2018. Setelah dari Sulbar ditarik lagi ke BPKP pusat dan sekarang kembali ditempatkan di BPKP Sulteng di Palu.

Sepertinya bukan “mitos” jika sudah pernah makan sayur kelor alah to Kaili, maka cepat atau lambat pasti kembali ke tanah Kaili.

Terbukti ada beberapa pejabat yang bernah bertugas di tanah Tadulako ini, setelah ditarik atau dipindah tugaskan ke daerah lain, selalu kembali lagi bertugas dalam masa tertentu, contohnya Kepala Kejaksaan Tinggi Sulteng yang sekarang Zullikar Tanjung, dulunya wakajati Sulteng.

Kemudian Kapolda Sulteng Irjen Pol.Rudy Suparyadi atau dikenal akrab Rudy Gajah. Bahkan 3 kali kembali di Sulteng. Pertama saat jadi Kapolres Poso, kemudian Kapolda Sulteng type B. Selanjutnya Polda Sulteng naik type A, Rudy Gajah kembali ditempatkan di Polda Sulteng.

Hal yang sama juga dialami kepala BPKP Sulteng Agus Yulianto, dulunya masih sebagai salah satu pejabat atau staf. Sekarang kurang lebih 20an tahun Agus kembali lagi di BPKP Sulteng tapi tentunya sebagai pucuk pimpinan.

Sabtu malam sekitar pukul 19:30 saya bersama wartawan deadline-news.com Fredy Salut, S.I.Kom menyambangi rumah dinas Kepala BPKP Agus Yulianto setelah sebelumnya diundang beliau.

Setibanya di halaman kompleks  rumah dinas BPKP Sulteng kami disambut dengan ramah penuh kekeluargaan oleh Kepala BPKP Agus Yulianto bersama  5 orang staf pejabat BPKP Sulteng lainnya, jadi totalnya ada 6 orang termasuk pak Kepala BPKP Agus Yulianto.

Mereka masih muda-muda, dua diantaranya wanita dan 4 orang lainya laki-laki. Mereka juga berasal dari daerah yang berbeda, diantaranya dari Jawa dan Makassar Sulsel.

Di Caffe BPKP ini terdapat berbagai jenis kopi ciri khas daerah dan termasuk kopi asal Australia, bagi pengunjung atau tamu bebas memilih kopi sesuai selera masing-masing.

Sebelum kami ngobrol produktif, saya ditawarkan memilik kopi lokal daerah di Indonesia atau kopi dari luar negeri salah satunya dari Australia.

Maklum karena ingin mencoba yang khas luar negeri, kamipun memilih kopi asal Australia. Namu cita rasanya kurang pasa di lidah, alias kopi lokal kita lebih enak dan nikmat.

Setelah memilih kopi, kamipun perkenalan singkat, oleh ke 5 pejabat BPKP Sulteng itu dengan tupoksi berbeda-beda, diantaranya pejabat yang berhubungan dengan audit perhitungan kerugian negara (PKN) mitranya Kejaksaan dan Kepolisian.

Selain itu yang bermitra dengan program-program pemerintah daerah, pengawasan dan BUMD termasuk bank Sulteng.

Dalam perbincangan sekitar 1 jam itu, intinya BPKP mengawasi program-program pembangunan nasional yang menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) maupun daerah (APBD) diantaranya Koperasi Merah Putih.

Dan pencegahan korupsi pengelolaan keuang daerah dengan cara melakukan pendampingan ke pemda-pemda se Sulteng mulai dari program perencanaan hingga ke realisasinya.

Menurut Agus Yulianto BPKP bermitra dengan pemerintah provinsi Sulteng dalam program perencanaan 9 Berani.

“Awal program berani Cerdas itu pemprov menyalurkan dananya langsung ke rekening penerima manfaat. Nah setelah dievaluasi kami sarankan agar penyaluran beasiswa berani cerdas langsung ke perguruan tingginya masing-masing, sehingga tepat sasaran dan benar-benar sesuai peruntukannya, sehingga dapat menghindari “penyalah gunannya”. Karena kalau langsung ke rekening penerima manfaat tidak bisa kita kontrol apa benar-benar sudah dibayarkan ke uang kuliahnya ataukah digunakan ke yang lainnya,”ujarnya.

Makanya kata Agus Yulianto salah satu upaya pencegahan terjadinya penyalahgunaan keuangan daerah itu, BPKP melakukan pencegahan dengan cara pendampingan mulai dari perencanaan program sampai realisasinya.

Baru-baru BPKP Sulteng berkolaborasi dengan anggota komisi XI DPR RI yang juga wakil ketua badan anggaran (Banggar) H.Muhidin M Said, SE, MBA melakukan Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa di kabupaten Poso terkait koperasi merah putih yang dibentuk di desa-desa se Indonesia termasuk di dikabupaten-kabupaten se Sulteng.

“Baru-baru ini kami berkolaborasi dengan bapak H.Mudin M Said anggota komisi XI DPR RI menggelar Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa di kabupaten Poso,”ujar ayah 2 putra dan satu putri itu. ***

Foto saat berbincang dan memilih kopi di caffe BPKP Sulteng. Foro Fredy Salu/deadline-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top