Proyek Air Bersih Watusampu Tak Berfungsi

Baim (deadline-news.com)-Palu – Proyek sarana dan prasarana air bersih di Kelurahan Watusampu, kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Sulteng yang menelan anggaran APBD kurang lebih Rp,1,8 miliyar tahun 2022 belum diraskan dampaknya oleh warga.

Proyek yang digagas oleh PU Cipta Karya Kota Palu tersebut, oleh sejumlah warga di RT01/RT02 dan RT03 yang menjadi sasaran distribusi air bersih sama sekali tidak berfungsi maksimal.

Kepada deadline-news.om, salah seorang warga juga tokoh masyarakat, menyebut, bahwa selain sudah di rapatkan di Kantor Lurah, dan dilakukan peninjauan di lapangan, sampai detik ini bak dan intake yang dibangun tidak berfungsi maksimal.

Bukan itu saja, pipanisasi yang menggunakan pipa 3″ HDPE sepanjang 2,5 km tidak dapat menyalurkan air ke rumah warga.

“Sudah beberapa kali kami adukan belum mendapat respon bahkan belum lama ini sudah disampaikan lagi ke instansi terkait atas laporan sejumlah warga pada saat rapat di gelar di Kantor lurah beberapa waktu lalu,” ungkap H. Lembah kepada media ini Rabu (12/11-2025) di Watusampu Palu.

Mestinya menurut dia, ini menjadi perhatian pemerintah Kota Palu, khususnya kontraktor pelaksana pembangunan sarana dan prasarana untuk menyelesaikan proyek ini, sehingga bisa dirasakan dampaknya kepada warga.

Harusnya, masih menjadi tanggungjawab dari kontraktor, sampai pada pendistribusian air ke rumah rumah warga yang disasar sesuai kebutuhan pipa nisasinya, tutur dia.

Katanya, asas manfaat dari proyek ini belum dirasakan oleh warga Watusampu. Diperparah lagi keluhan warga yang sangat membutuhkan penyaluran air bersih khususnya RT 01 RT 02 dan RT 03 belum merasakan dampak positif dari pembangunan sarana dan prasarana air bersihnya.

Sementara lanjutnya, untuk tahun ini yang sudah memasuki akhir tahun sudah dipastikan tidak ada anggaran yang dan menunggu tahun anggaran 2026 mendatang.

Kebutuhan air bersih saat ini bagi warga sangat mendesak dikarenakan sumber air bersih yang digunakan saat ini mengandalkan dari air permukaan sungai, yang sudah jelas terkontaminasi dan tidak layak konsumsi guna kebutuhan rumah tangga apalagi memasak.

Parahnya, kalau musim penghujan tiba air keruh dan tidak dapat di gunakan.

Ia berharap pemerintah segera turun tangan mengatasi dampak krisi s air bersih di kelurahan Watusampu saat ini.

“Jika ini dimaksimalkan insha Allah kebutuhan air bersih warga terpenuhi dan tidak lagi mengandalkan air permukaan, “jelasnya.

Untuk diketahui proyek air bersih di Juragan Watusampu, telah menelan anggaran lebih dari 8 miliar melalui, program BKM, pansimas, kotaku dan yang terakhir pembangunan sarana dan prasarana PU cipta Karya tahun 2022 silam. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top