Jembatan BERANI Dikerjakan Hanya 1 Bulan 12 Hari Sudah Dapat Dilalui

“Kunci Mengubah Nasib Masyarakat Hanya Pendidikan”

Nelwan (deadline-news.com)-banggai-Anak sekolah menyeberangi sungai Desa Masungkang, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, kini sudah tersedia jembatan gantu penyeberangan.

Jembatan gantung penyeberangan itu dikerjakan hanya dalam tempo 1 bulan 12 hari saja oleh Istri dari Tri Harsono Sibay, koordinator lapangan yang di percayakan gubernur Anwar Hafid.

Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si meresmikan jembatan gantung penyeberangan itu pada Rabu (30/9-2026).

Dalam peresmian jembatan penyeberangan anak-sekolah di Desa itu, gubernur Anwar Hafid menegaskan pendidikan merupakan kunci utama untuk mengubah kehidupan dan membuka masa depan yang lebih baik bagi masyarakat.

Menurut Gubernur, pembangunan jembatan bukan hanya menyangkut infrastruktur, tetapi juga memastikan anak-anak dapat mengakses pendidikan dengan aman dan lancar.

“Kalau anak sekolah terganggu, apapun akan saya lakukan. Karena bagi saya, untuk mengubah masyarakat Sulawesi Tengah, kuncinya cuma satu: sekolah,” tegas Anwar Hafid.

Jembatan Berani tersebut dibangun dalam waktu sekitar 1 bulan 12 hari dengan dukungan Tim Vertical Rescue Indonesia.

Jembatan yang saat ini masih bersifat darurat itu dibangun sebagai solusi sementara setelah akses anak-anak sekolah sebelumnya menghadapi kendala ketika harus menyeberangi sungai.

Gubernur mengatakan, jembatan tersebut akan diperkuat dan diperlebar agar dapat digunakan masyarakat dengan lebih aman, termasuk untuk mendukung mobilitas kendaraan roda dua.

“Ini akan kita tambah supaya lebih besar dan lebih kuat, sehingga bisa bertahan lebih lama sampai nanti ada jembatan yang permanen,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menceritakan pengalaman hidupnya yang berasal dari keluarga sederhana. Ia mengatakan, kondisi ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang bagi orang tuanya untuk terus mendorong anak-anaknya mendapatkan pendidikan.

“Jangan lihat saya sekarang jadi gubernur. Orang tua saya dulu susah. Tetapi orang tua saya selalu mengatakan, biar saya susah, jadi buruh, jadi petani, jadi apa saja, yang penting anak saya sekolah,” tuturnya.

Gubernur juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam memperluas akses pendidikan melalui program Berani Cerdas.

“Kalau ada anak-anak yang kuliah di mana saja, di Jawa, Bali, atau di tempat lain, tolong sampaikan kepada kami. Kita data agar bisa mendapatkan Berani Cerdas,” ujarnya.

Sementara itu, Jembatan Berani diharapkan memberikan dampak langsung terhadap mobilitas masyarakat Desa Masungkang dan wilayah sekitarnya.

“Jembatan bukan sekadar bentangan konstruksi. Jembatan adalah penghubung aktivitas masyarakat, penggerak perekonomian, sekaligus pembuka akses terhadap berbagai pelayanan dasar,” jelas Gubernur.

Usai peresmian, Gubernur berdialog langsung dengan masyarakat Desa Masungkang untuk mendengarkan berbagai keluhan, kebutuhan, dan harapan masyarakat terhadap dukungan pemerintah.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan paket sembako kepada masyarakat Desa Masungkang sebagai bentuk kepedulian dan perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Turut mendampingi Gubernur, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Sry Nirwanti Bahasoan, Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Ir. H. Moh. Ramli Tongko, S.Sos., S.T., M.Si., unsur Forkopimda Kabupaten Banggai, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, serta kepala perangkat daerah terkait di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Biro Administrasi Pimpinan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top