Zubair (deadline-news.com)-Palu-Mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) mengecam keras pernyataan Anggota Pansus DPRD Sulawesi Tengah, Marselinus dari Partai Perindo yang mengusulkan penghentian sementara program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, yakni Beasiswa Berani Cerdas dan layanan kesehatan Berani Sehat.
Salah seorang mahasiswa Untad Fakultas Hukum, Gilang Syamsudin, dengan tegas mengecam dan menolak pernyataan Marselinus yang disampaikan dalam rapat Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ), Senin (20/4-2026).
Ia menilai usulan tersebut tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat, khususnya kalangan kurang mampu.
“Pernyataan itu sangat kami sesalkan. Program Berani Cerdas dan Berani Sehat justru menjadi harapan bagi masyarakat kecil. Menghentikannya sama saja memutus akses pendidikan dan kesehatan bagi rakyat kecil,” tegas Gilang.
Gilang juga melontarkan kritik keras terhadap sikap sebagian anggota DPRD yang dinilai terlalu mudah berbicara tanpa memahami kondisi riil masyarakat.
“Kami melihat ada kesan anggota DPRD ini seenaknya saja bicara. Mereka hidup berkecukupan, tidak merasakan langsung susahnya rakyat kecil, tapi dengan mudah mengusulkan penghentian program yang jelas-jelas membantu. Ini sangat tidak sensitif, bahkan terkesan tidak tahu malu,” ujarnya dengan nada geram.
Ia menekankan bahwa tujuan utama program Berani Cerdas adalah memberikan akses pendidikan yang luas, mulai dari tingkat SMA, SMK, SLB hingga perguruan tinggi, khususnya bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Program ini bahkan memiliki target besar “Satu Rumah Satu Sarjana” sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Tengah.
Di sisi lain, program Berani Sehat dinilai sebagai langkah konkret pemerintah daerah dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC), yakni memastikan seluruh masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang adil dan berkualitas tanpa terkendala biaya.
“Program ini sangat membantu kami. Banyak mahasiswa dan keluarga mereka yang terbantu, baik dari sisi pendidikan maupun kesehatan. Ini bukan program yang harus dihentikan, tapi justru diperkuat,” pungkas Gilang. ***


















