
Bang Doel (deadline-news.com)-Palu-
Kepala badan pendapatan (Bapenda) kabupaten Donggala Moh Fickri Vetran L menanggapi pernyataan Komunitas Anti Korupsi (KAK) Sulteng Senin (4/5-2026), via chat di aplikasi whatsAppnya mengatakan kebutuhan anggaran untuk P3K Donggala sebesar Rp, 216 miliyar pertahun.
Sementara berita sebelumnya Fickri menjelaskan pungutan pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) yang ditarik dari perusahaan tambang di Donggala dengan target pertahun mencapai Rp, 82 miliyar.
“Wass. Pajak MBLB pak, target tahun 2026 Rp82M,”tulis Kaban Bapenda Donggala Fickri menjawab konfirmasi deadline-news.com group.
Menurutnya target Pajak MBLB itu tercapai setiap tahunnya.
“Alhamdulillah tercapai,”tulisnya lagi.
Komunitas Anti Korupsi (KAK) Sulawesi Tengah dalam pernyataan persnya Senin (4/5-2026), menilai bahwa keterbatasan fiskal Pemerintah Kabupaten Donggala dalam membiayai tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) perlu dikaji secara lebih komprehensif, terutama melalui evaluasi terhadap optimalisasi penerimaan daerah dari sektor pertambangan mineral bukan logam dan batuan (MBLB).
Hal ini mengemuka di tengah kebijakan verifikasi ulang terhadap 2.055 tenaga P3K formasi tahun 2024 yang dilakukan karena tingginya beban belanja pegawai dalam APBD.
Di sisi lain, aparat penegak hukum melalui tengah melakukan penelusuran terhadap aktivitas pertambangan di wilayah Donggala, termasuk pengamanan dokumen, data elektronik, serta puluhan alat berat yang digunakan dalam kegiatan tersebut.
Juru Bicara KAK Sulteng, Asrudin Rongka, S.I.Kom, menyampaikan bahwa dengan besarnya aktivitas pertambangan di wilayah Sulawesi Tengah, khususnya di sekitar Donggala dan Teluk Palu, sektor ini seharusnya memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah.
Sejumlah data menunjukkan bahwa distribusi material tambang dari Sulawesi Tengah pernah mencapai sekitar 98 juta meter kubik pada tahun 2022, kemudian tercatat sekitar 7 juta meter kubik pada 2023, dan meningkat kembali menjadi sekitar 11,3 juta meter kubik pada 2024.
Material tersebut meliputi batu pecah, pasir, kerikil, sirtu, hingga abu batu, yang tidak hanya digunakan untuk kebutuhan lokal tetapi juga didistribusikan ke luar daerah.
Dalam beberapa catatan, material dari wilayah ini turut menyuplai proyek strategis nasional, termasuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan estimasi kontribusi sekitar 6 juta ton material pada 2022.
Selain itu, terdapat pengiriman sekitar 16.833 ton material ke Papua Selatan untuk mendukung proyek food estate di Merauke dengan pembangunan jalan sepanjang 135,5 kilometer. ***








