Proyek Jalan Tagolu-Tentena Poso Lamban, Hanya Ada 4 Alber di Lokasi

Foto galian di badan jalan ruas Tagolu Tentena. FOTO Bang Doel/deadline-news.com

 

Bang Doel (deadline-news.com)-Poso-Pekerjaan preservasi dan pelebaran Jalan Nasional ruas Tagolu-Tentena di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, kembali menjadi sorotan warga masyarakat.

Keluhan bermunculan seiring progres yang diduga berjalan lambat dan kondisi jalan yang dianggap membahayakan.

Pantauan tim koalisi investigasi deadline-news.com, radarpalu.idmetrosulawesi.net dan detaknews.id media pada Jumat (26/12-2025) menunjukkan minimnya aktivitas di lokasi proyek senilai Rp101 miliar itu.

Temuan tim koalisi investigasi media ini menemukan hanya 4 alat berat (Alber)  yang terdapat dalam proyek sepanjang 56 kilometer itu.

Yakni Asphalt Paver untuk menghampar aspal, Tandem Roller atau Vibro Roller (Stum) untuk pemadatan, Motor Grader untuk meratakan permukaan yang tertutup terpal dan bomag terlihat terparkir di pinggir jalan dibelakang rumah warga di sekitar Pandiri.

Selain itu tidak ditemukan Basecamp pekerja maupun dump truk untuk mobilisasi material.

Menurut beberapa warga sekita penempelan jalan yang sudah digali sebelumnya sekitar minggu pertama dan kedua Desember 2025, dan jelang beberapa hari Natal sudah tidak ada aktivitas pengerjaan sampai Jum’at (26/12-2025) tidak ada aktivitas.

Kondisi ruas jalan Tagolu Tentena itu menjadi perhatian utama warga Poso maupun pengguna jalan dari berbagai daerah. Pasalnya sebagian badan jalan sudah dilubangi tapi belum ditempeli aspal, sehingga rawan kecelakaan khususnya para pengendara sepeda motor dari luar maupun keluar Poso yang melewati jalan itu.

Sejumlah lokasi menunjukkan badan jalan yang sudah digali atau dilubangi namun belum segera diaspal kembali.

Situasi ini tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Memperparah kondisi, rambu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sangat minim tersebar di sepanjang lokasi proyek.

Dengan mudik Natal dan Tahun Baru sedang berlangsung, warga mendesak pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) wikayah XIV Sulawesi Tengah dan kontraktor pelaksana untuk lebih serius menangani pekerjaan jalan itu.

Mereka meminta penambahan rambu K3 demi menjaga keselamatan pengguna jalan.

Proyek multi-year (2025-2027) ini dikerjakan oleh  PT Toreloto Battu Indah, kontraktor asal luar Sulawesi Tengah.

Meski belum menyeluruh, beberapa titik telah menjalani pekerjaan tambal sulam aspal, seperti di Desa Pandiri, Tampemadoro, Kuku, dan Sangira.

Penggalian tanah, penimbunan, dan pemadatan material untuk pelebaran jalan juga mulai dikerjakan di Desa Sulewana dan Saojo.

Pelaksana proyek, H. Enday Dasuki, sebelumnya mengklaim progres pekerjaan terus berjalan dengan pencapaian 3-4 persen pada pertengahan Desember.

Namun, pencapaian tersebut belum sejalan dengan harapan warga akan kecepatan penyelesaian di jalur vital Trans Sulawesi menuju Makassar dan kabupaten lain di Sulteng.

Kepala satuan kerja (Satker) PJN 4 Rollis yang dikonfirmasi Sabtu (27/12-2025) via chat di aplikasi whatsAppnya terkait menimnya ALBER (ALAT BERAT) menuliskan ini masih suasana natal.

“Natalan bg, di sana mayoritas nasrani bg,”tulis.

Sebelumnya  H ENDAY DASUKI yang  diduga menggunakan bendera PT. Toreloto Battu Indah untuk pake ruas jalan nasional Tagolu Tenten Poso itu mengklaim sudah ada alat berat di lokasi pekerjaannya dan untuk penutupan lubang galian (patching) mengambil prodak hot mix sama kontraktor lokal Anggun yang memiliki AMP Asphalt Mixing Plant  di Poso.

“Alat sdh ada yg di Poso. Sy di palu lg sama temen². Dan Ambil hot mix sementara dr anggun, alat dr afang dll. Persisnya yg tau dilapangan, anda hubungi saja staf sy dilapangan,”tulisnya.

Kepala BPJN XIV Sulteng Bambang yang dikonfirmasi via chat di aplikasi whatsAplnya sebelumnya menuliskan Paket tersebutkontrak MYC.

“utk thn ini (2025), msh penanganan rutin sj (patching)..thn depan bru masuk penanganan efektif overlay,”tulisnya.

Disinggung soal alat berat yang masih minim di lolakasi proyek, Kabalai
BPJN Bambang menegaskan jika pihaknya secara prinsip rekanan harus mendatangkan dan menyediakan alat berat untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan.

“Kalau kami prinsipx mereka harus datangkan alat apakah milik atau sewa. Dan kami tetap laksanakan evaluasi dan tahapan pengendalian kontrak pak,”akunya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top