Bang Doel (deadline-news.com)-Pemenang proyek ruas nasional trans sulawesi Tagolu – Tentena Poso Sulteng senilai Pagu Rp, 114.242.816.000, Hps Rp, 114.243.807.888,51, nilai penawaran Rp, 101.333.449.392,04, dan harga terkoreksi sebesar Rp, 101.333.449.339,49 ternyata tidak memiliki alat pendukung di Poso.
Proyek multiyers ini mulai proses tender pada bulan Juli, Agustus, September dan kontrak pada 3 Oktober 2025.
Adalah PT.Toreloto Battu Indah yang beralamat di Kompleks perkantoran Cempaka Putih Blok B-5 jalan LETJEN SUPRAPTO No.160 Kebayoran JAKARTA Pusat.
Namun perusahaan pemenang proyek ruas jalan tagolu – tentena sepanjang kurang lebih 50 kilometer itu tidak memiliki alat pendukung di Poso seperti asphalt mixing plant (AMP), Dump Truck (mengangkut material), Excavator & Bulldozer (persiapan lahan dan galian), Motor Grader (meratakan), Asphalt Paver / Asphalt Finisher (menghamparkan aspal), dan berbagai jenis Roller/Compactor (pemadatan), serta Cold Milling Machine (mengupas aspal lama).
Sehingga sudah memasuki bulan ke 3 sejak penandatanganan kontrak 3 okber 2025, belum ada pekerjaan sedikitpun. Bahkan pantauan media ini sejak minggu lalu tak satupun alat berada di lokasi proyek ruas jalan Togolu-Tentena itu. Hal ini dapat merugikan daerah Sulteng.
Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XIV Palu Bambang yang dikonfirmasi via chat di aplikasi whatsAppnya Selasa malam (16/12-2025), mengatakan Paket tersebut kontrak MYC…untuk tahun ini masah penanganan rutin saja (patching)..tahun depan baru masuk penanganan efektif overlay.
Disinggung soal tidak adanya alat pendukung proyek ruas jalan nasional trans Sulawesi Togolu-Tentena Poso itu, Bambang menegaskan pihak penyedia jasa harus datangkan alat pendukung, seperti AMP, Dump Truk, Exavator dan alat pendukung lainnya.
“Kalau kami prinsipnya mereka harus datangkan alat apakah milik atau sewa,”tendas Kepala BPJN Putra Daerah Sulteng itu.
Ditanya soal langkah dan sanksi jika sampai waktu yang ditentukan, tapi belum menunjukkan pekerjaan karena memang PT.Toreloto Battu Indah yang asal Jakarta pusat itu tidak memiliki alat pendukung untuk bekerja di Poso, Bambang mengatakan akan melakukan evaluasi.
“Kami tetap laksanakan evaluasi dan tahapan pengendalian kontrak pak,”jelasnya. ***














