Walikota ke China, Dinas Pariwisata Bikin “Konser Musik”

“Mestinya Expos dan Konser Musik Tak Perlu Dilaksanakan, Karena Momennya Sudah Tidak Tepat”

Bang Doel (deadline-news.com)-Palu-Walikota Palu Hadianto Rasyid, SE sejak pekan kemarin bertolak ke China. Kunjungan Walikota Hadianto ke China ini katanya untuk membangun jaringan kerjasama investasi sekaligus “Plesiran”.

Adalah Changemakers forum 2025, yang dihadiri Walikota Hadianto Rasyid di Taipei China.

Changemakers Forum merupakan acara, forum, atau program yang dirancang untuk memberdayakan individu yang ingin menciptakan perubahan positif di komunitas atau bidang mereka.

Acara-acara ini sering kali menjadi platform bagi sosial entrepreneur, pemimpin muda, atau profesional untuk berbagi ide, belajar strategi baru, dan berkolaborasi untuk mengatasi tantangan di berbagai bidang seperti perubahan iklim, keadilan sosial, atau pembangunan berkelanjutan.

Sementara Walikota Palu Hadianto Rasyid “Plesiran” ke Taipei China, anak buahnya di kota  Palu yakni Dinas Pariwisata bikin “Konser Musik” dengan anggaran mencapai kurang lebih Rp, 3 miliyar.

Berikut ini rincia anggaran proyek Expo UMKM dan Konser musik yakni belanja sewa alat kantor lainnya sebesar Rp, 1.737.366.000.

Kemudian belanja jasa penyelenggaraan acara sebesar Rp, 1.399.954.200 dengan demikian totalnya  mencapai Rp, 3.037.320.200, yang akan menghandirkan artis dangdut dan musisi Arilasso. Demikian dikatakan sumber media ini sejak Minggu malam (24/10-2025), via telepon di aplikasi whatsAppnya.

Aktivis pekerja hukum progresif Muh.Raslin,  menyoroti rencana konser musik pemerintah kota Palu senilai Rp, 3 miliyar lebih itu

Alasannya karena masih ada penyintas yang butuh hunian tetap (Huntap). Olehnya mestinya itu yang menjadi perhatian pemerintah kota Palu, bukan acara serimonial yang menghabiskan anggaran miliyaran rupiah.

“Ditengah masih ada warga kota Palu koraban bencana alam gempa bumi, likuifaksi dan tsunami belum memiliki tempat tonggal, malah pemerintah kota Palu melalui Dinas Pariwisata menggelar konser musik, Kami tidak terima, seban masih ada  ribuan jeritan penyintas yang mestinya menjadi perhatian dan prioritas Pemkot Palu,”tegas lelaki yang suka berdemonstrasi membela kepentingan rakyat itu Rabu (29/10-2025), via telepone di aplikasi whatsAppnya dari Jakarta.

Sementara itu Anggota DPRD kota Palu Fraksi Nasdem Muslimun atau yang dikenal dengan panggilan Kimun menjawab mendia ini Kamis (30/10-2025), mengatakan kalau melihat berita yang di kirim baiknya memang untuk kegiatan tidak perlu lagi di lanjutkan, karena momennya sudah tidak tepat.

Menurutnya mendingan anggarannya diarahkan kepada program-program yang bermanfaat buat masyarakat kedepannya.

“Sehingga dia bisa menjadi silfa dan kedepannya di arahkan untuk program peningkatan kepada warga masyarakat UMKM,”jelasnya.

Kimun menegaskan kdepan dengan efesiensi yang dilakukan oleh pemerintah pusat membuat daerah semakin putar otak untuk mencari pundi-pundi buat daerah terutama PAD.

“Kalau di tanya apakah bermanfaat atau tidak karena uang itu melekat di parawisata, baiknya tangguhkan saja karena momennya sudah lewat apalagi PAD kita baru mencapai 64-65% itu sulit buat daerah, sehingga tidak perlu ada pemborosan lagi,”Saran Kimun.

Politisi Partai Nasdem kota Palu ini menegaskan Kalau untuk penyintas kita sepakat harus kros cel lagi datanya dengan BPBD masih berapa banyak penyintas yang belum mendapatkan hunian tetap (Huntap), sehingga anggaran bisa di arahkan ke arah yang sifatnya lebih urgen. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top