Masyarakat sulawesi tengah patut bersyukur dan berterima kasih atas kado istimewa di hari ulang tahun provinsi sulawesi tengah ke 61 tahun 13 April 2025.
Betapa tidak dengan diluncurkannya program berani sehat dan cerdas itu sebagi perwujudan sila ke 2 pancasila “Kemanusia Yang Adil dan Beradab”.
Artinya pemerintah provinsi Sulteng dibawa nahkoda baru Anwar Hafid duet Reny A Lamadjido telah mengurangi beban masyarakat dari sisi biaya kesehatan dan pendidikan.
Karena biaya kesehatan dan pendidikan ini terkadang membuat masyarakat (orang) harus berhutang meminjam kesana kemari, termasuk ke para tengkulak.
Bahkan demi kesehatan dan pendidikan anak-anaknya warga masyarakat dimanapun terpaksa harus menjual hartanya, termasuk tanah pertaniannya, padahal itu adalah sumber penghasilan untuk hidup dan kehidupan keluarganya.
Akibatnya bukan mengurangi “kemiskinan tapi malah menambah kemiskinan”.
Oleh sebab itu dengan diberlakukannya program berani sehat dan Cerdas Sulteng Nambaso (anak miskin bisa sekolah/kuliah) sejak 13 April 2025 sangat membantu masyarakat mengurangi beban hidupnya.
Jadi mulai 13 April 2025 masyarakat Sulteng bila berobat dimanapun rumah sakitnya hanya menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) ke petugas loket di rumah sakit dan segera dilayani.
Karena soal pembayaran atau biaya berobat pemerintah Sulteng yang menanggungnya. Jadi tidak ada alasan bagi petugas kesehatan di Rumah Sakit untuk tidak memberikan pelayanan yang maksimal.
Kemudian soal berani cerdas Sulteng Nambaso, Gubernur Sulteng Anwar Hafid sudah mengeluarkan surat edaran bagi kepala-kepala sekolah menengah atas/Kejuruan dan yang sederajat untuk tidak melakukan pungutan sepersenpun kepada orang tua siswa/siswi maupun ke siswa/siswi dengan alasan dan bentuk apapun.
Larangan pungutan apapun dan dalam bentuk apapun di SMA/SMK dan yang sederaja ini berdasarkan surat edaran nomor
400.14.4.3/2717/psmk yang dibarkot tanda tangan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atas nama Gubernur Sulteng Anwar Hafid.
Bukan cuman itu, tapi ada pemberian beasiswa bagi mahasiswa Sulteng khususnya yang terbatas kemampuannya, baik yang strata satu maupun yang melanjutkan program ke S2 selama belum pernah menerima beasiswa dari pemprov Sulteng sebelumnya.
Dalam hut ke 61 tahun Sulteng Mi nggu 13 April 2025, salain peluncuran Berani Sehat, Cerdas Sulteng Nambaso, Gubernur Berani (Bersama Anwar – Reni/y) juga membebaskan bea pajak kendaraan bermotor, walau berlakunya hanya satu bulan.
Tapi yang pokok dan patut mendapat apresiasi adalah program berani Sehat dan Cerdas. Sebab masyarakat tidak lagi dibebani biaya berobat di rumah sakit manapun.
Begitu juga di SMA/SMK dan yang sederajat tidak ada lagi biaya-biaya yang harus membebani orang tua siswa dan siswi. Bahkan melanjutkan ke perguruan tinggipun pemprov Sulteng menanggung biayanya dengan pemberian beasiswa.
Semoga program Gubernur dan Wagub Berani ini berjalan lancar demi masyarakat dan daerah Sulteng yang lebih baik lagi. ***















