Subuh Berkah di Masjid Raya Baitul Khairaat

Zubair (deadline-news.com)-Palu-Suasana penuh kekhusyukan dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Subuh Berkah yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di Masjid Raya Baitul Khairaat, Kota Palu, Jumat (16/1-2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Kapolda Sulteng Irjen Pol Endi Sutendi, serta perwakilan Kodam Palaka Wira.

Kehadiran para pemimpin daerah ini menjadi teladan pentingnya memakmurkan masjid dan menghidupkan salat berjamaah.

Salat subuh berjamaah berlangsung khidmat di masjid terbesar di Sulawesi Tengah itu. Bertepatan dengan hari Jumat dan peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, pelaksanaan salat diawali dengan sujud tilawah yang dipimpin Imam Masjid Raya Baitul Khairaat.

Usai salat, lantunan salawat menggema, menyentuh relung hati jamaah yang hadir.

Suasana religius semakin terasa saat bacaan Asmaul Husna dilantunkan oleh grup marawis Polda Sulteng.

Irama marawis berpadu dengan zikir, menciptakan nuansa spiritual yang menenangkan dan memperkuat kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Jamaah tampak memadati hampir seluruh shaf Masjid Raya.

Panitia masjid mengarahkan jamaah perempuan yang berada di lantai dua untuk turun ke lantai satu guna menyesuaikan susunan shaf di bagian belakang jamaah laki-laki, sehingga tertib sesuai tuntunan ibadah.

Dikutip di radarpalu, jamaah didominasi personel TNI dan Polri serta aparatur sipil negara (ASN) yang diwajibkan mengikuti Subuh Berkah berjamaah.

Antusiasme jamaah begitu tinggi hingga area parkir masjid tidak mampu menampung seluruh kendaraan. Sebagian jamaah terpaksa memarkir kendaraan di sekitar kawasan masjid

asjid Raya Palu yang kini dikenal sebagai Masjid Raya Baitul Khairaat berlokasi di Jalan WR. Supratman, Kota Palu.

Nama “Baitul Khairaat” yang berarti Rumah Kebaikan mencerminkan harapan agar masjid ini menjadi pusat penyebaran nilai-nilai kebaikan, persatuan, dan keislaman yang rahmatan lil ‘alamin.

Masjid ini sebelumnya bernama Masjid Agung Darussalam dan mengalami kerusakan parah akibat gempa bumi 28 September 2018.

Setelah dibangun kembali melalui anggaran Pemprov Sulteng sekitar Rp380 miliar, Masjid Raya Baitul Khairaat kini berdiri megah dan diharapkan menjadi pusat ibadah, dakwah, sosial, dan edukasi umat Islam di Sulawesi Tengah. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top