Dukung PT.Toreloto Battu Indah Ruas Tagolu-Tentena, “Bertanggungjawab”?

Informasi yang berkembang di ranah publik Sulawesi Tengah, menimbulkan berbagai tanggapan terkait pemenang pekerjaan proyek ruas jalan nasional trans sulawesi Tagolu – Tentena senilai Rp, 101 miliyar lebih.

Adalah PT.Toreloto Battu Indah yang memenangkan pekerjaan proyek ruas jalan Tagolu – Tentena itu dengan skema tiga tahun (Multi Yers).

Proyek multiyers ini mulai proses tender pada bulan Juli, Agustus, September dan kontrak pada 3 Oktober 2025 sebagaimana yang dikutip penulis di LPSE Kementeria Pekerjaan Umum (PU) RI.

Namun perusahaan pemenang proyek ruas jalan tagolu – tentena sepanjang kurang lebih 50 kilometer itu diduga tidak memiliki alat pendukung di Poso seperti asphalt mixing plant (AMP), Dump Truck (mengangkut material), Excavator & Bulldozer (persiapan lahan dan galian), Motor Grader (meratakan), Asphalt Paver / Asphalt Finisher (menghamparkan aspal), dan berbagai jenis Roller/Compactor (pemadatan), serta Cold Milling Machine (mengupas aspal lama).

Lalu siapa dan dari mana mendapat rekomendasi dukungan alat seperti disebutkan diatas sehingga memperoleh kemenangan dalam proses tender itu?

Pemberi dukungan alat saat proses tender harus ikut bertanggungjawab. Apalagi sudah “merugikan” kontraktor lokal Sulteng.

Bahkan diduga perusahaan asal Jakarta pusat dengan alamat kompleks Cempaka Putih jalan Suprapro No.160 itu dipinjam pakaikan atau disewa oleh salah satu rekanan yang sudah lama bekerja di Palu.

Adalah Direktur PT.waskita jaya purnama H.Enday Dasuki mengaku memakai PT.Toreloto Battu Indah untuk pekerjaan proyek ruas jalan nasional trans sulawesi Tagolu – Tentena itu.

Ia mengaku sudah ada sebagian alatnya di Poso untuk pekerjaan ruas jalan Tagolu – Tentena senilai yakni Pagu Rp, 114.242.816.000, Hps Rp, 114.243.807.888,51, nilai penawaran Rp, 101.333.449.392,04, dan harga terkoreksi sebesar Rp, 101.333.449.339,49.

“Ada, skrg sebagian sdh dilapangan. Alat sdh ada yg di Poso. Sy di palu lg sama temen². Mau ke Poso to jalan ketutup longsor jd balik arah ke Palu. Sy lg di cafe coklat, kl mau kesini aja,”aku Enday menjawab deadline-news.com group selasa malam (16/12-2025), via chat di aplikasi whatsAppnya.

Ditanya dimana persis letak alatnya di Poso. Dan alat apa saja yang sudah ada? Jawab Enday, Persisnya sy tdk tau nama lokasinya.

Menurutnya ambil hot mix sementara dari Anggun, alat dari Afang dll. Persisnya yang tau dilapangan, anda hubungi saja staf saya dilapangan.

Ditanya apa dirinya salah seorang direktur di PT.Toreloto Battu Indah, Enday tidak memberikan jawaban.

Dalam susunan direksi di PT.Toreloto Battu Indah adalah Yosep Oscar Jawa Battu sebagai Direktur Utama, sedangkan Enday Dasuki tidak ditemukan namanya dalam susunan direksi. Sehingga patut diduga bendera PT.Toreloto Battu Indah hanya disewa atau direntalkan.

Salah seorang tokoh pergerakan yang sering berorasi dalam momen unjuk rasa Muh.Raslin menanggapi pemberitaan media ini menuliskan “Ralat berita, kontrak baru bulan lalu, uji lab material 14 hari, jgn copy paste le kanda dtg

lokasi. Jgn asal tulis,”tulis tokoh demonstra Palu itu.

Rasli mengaku membantu mobilisasi alat bersama salah seorang kontraktor lokal handal Recky Wentenusa.

“Sy dan pak Recky bantu alat le kanda, sy di tugaskan utk melansir peralatan , cuma tadi tertahan di kebun kopi longsor. Sy kontek baru2 alatnya sdh bisa lewat,”tulis Raslim rabu dini hari (17/12-2025) sekitar pukul 00.03 wita. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top