
Jum’at malam (22/8-2025), rapat pimpinan daerah (Rapimda) Partai Golkar jelang musyawarah daerah (Musda) XI yang dijadwalkan Minggu 24 Agustus 2025 di Sriti Convention Hall Jl. Durian No.88, Kamonji, Kec. Palu Barat Sulteng, 13 DPD sudah menyatakan dukungan ke Muhammad Arus Abdul Karim.
Rapimda Partai Golkar yang diikuti seluruh Ketua DPD se Sulteng di Swiss-Belhotel itu, mengisyaratkan bahwa H.Muhammad Arus Abdul Karim akan memimpin partai berlambang pohon beringin itu ke tiga kalinya.
Hanya saja proses Musda Partai berwana kuning yang lahir jaman Jendral TNI Purnawirawan almahrum Soeharto Presiden itu, apakah aklmasi atau ada “penantang bayangan” yang akan muncul agar Musda Partai Golkar itu terkesan Demokratis dan penuh dinamika?
Namun dalam rapimda yang dibuka oleh Ketua Pemenangan Pemilu Wilayah Sulawesi DPP Partai Golkar, H.Muhidin M. Said yang didampingi Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Kepartaian, Hakim Kamarudin nampak jelas bahwa Arus Abdul Karim masih sangat kuat untuk memimpin Partai Golkar Sulteng.
Dalam arahannya, Muhidin M. Said menegaskan tentang pentingnya soliditas kader Golkar menghadapi Musda maupun agenda besar Pemilu 2029.
Muhidin menegaskan Rapimda ini momentum penting, karena kita akan menghadapi Musda dan menatap Pemilu 2029.
“Keberhasilan yang sudah dicapai DPD Golkar Sulteng harus dipertahankan. Tantangan kita adalah bagaimana hasil 2029 lebih baik dari 2024. Untuk itu, kebersamaan tidak boleh goyah. Siapapun yang terpilih nanti, mari kita dukung bersama-sama,”pinta anggota DPR RI lima periode itu.
Jika melihat sepajak terjang Arus Abdul Karim selama menahkodai Golkar Sulteng, terus menunjukkan grafik yang menanjak.
Bayangkan pemilu sebelumnya hanya berada di posisi wakil ketua di DPRD Sulteng setelah disalip Partai NASDEM pada pemilu 2019-2024, kemudian pada pemilu 2024-2029 Golkar berhasil merebut kursi ketua DPRD Sulteng, melampaui empat partai besar lainnya.
Dan Mampu meraih dua kursi DPR RI daerah pemilihan Sulteng yang sebelum-sebelumnya hanya selalu 1 kursi.
Kemampuan manajerial Arus Abdul Karim memimpin Partai Golkar Sulteng tak bisa diragukan lagi.
Terbukti dimasa kepemimpinannya konsolidasi partai sangat apik dan mampu meraih kemenangan, sekalipun dalam perebutan kursi Gubernur dan Wakil Gubernur “kalah”.
Hal itu terjadi mungkin karena Partai Golkar bukan pengusung utama dan figur yang di bawanya tidak sehebat Figur yang menjadi rivalnya.
Tapi yang pasti Partai Golkar ditangan Arus Abdul Karim makin pulih kepercayaan masyarakat, makanya mampu meraih suara terbanyak, sehingga menjadi ketua di DPRD Sulteng.
Namun demikian tidak dapat dipungkiri karena adanya kebersamaan, konsolidasi ke pimpinan dan pengurus partai paling bawah makin solid.
Artinya kepemimpinan Arus Abdul Karim dipercaya, sehingga mendapat dukungan dari semua stake holder partai.
Selamat dan Sukses bermusda Partai Golkar Sulteng, jaga kebersamaan dan tetap solid. ***














