“Ratusan Pemilik Media Ikuti Ekspedisi Banten Lama”
Widi (deadline-news.com)-Palu-Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) resmi mengawali rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Banten dengan menggelar ekspedisi sejarah ke Banten Lama, Jumat (6/2-2026).
Kegiatan ini diikuti ratusan pemilik media siber serta pengurus SMSI dari berbagai daerah di Indonesia.
Agenda tersebut menjadi penanda dimulainya seluruh rangkaian HPN 2026 yang dipusatkan di Banten.
Rombongan peserta dari SMSI pusat maupun perwakilan Provinse se-Indonesia yang dipimpin Sekretaris Jenderal SMSI Pusat, Makali Kumar SH disambut langsung oleh Sultan Banten ke-18, Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Suryaatmadja bersama istrinya. Rkmbongan insan pers ini disambut antusias di kawasan Kesultanan Banten, dalam suasana sarat nilai historis dan kebudayaan.
Dalam sambutannya, Makali Kumar menyatakan pihak berterimakasih atas respon positif dari kesultanan Banten. Menurutnya, Provinsi Banten memiliki arti penting bagi perjalanan bangsa da pers di Indonesia, terutama SMSI sebagai organisasi Media Siber pertama di Indonesia, yang lahir di Banten, tepatnya di Kota Cilegon pada 7 Maret 2017. Kini SMSI menjadi konstituen Dewan Pers dan beranggotakan 3.181 perusahaan media siber dari Sabang sampai Merauke.
Momentum HPN 2026 di Banten, menjadi refleksi akar sejarah sekaligus penguatan komitmen pers untuk mewujudkan “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat” sesuai motto HPN.
“SMSI lahir dari Banten, dari Cilegon. Dari sinilah semangat pers yang independen dan bertanggung jawab dibangun. Di tengah maraknya hoaks dan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, SMSI dan Insan Pers lainnya harus tetap menjadi garda terdepan menjaga kualitas informasi publik,” ujarnya.
Sultan Banten ke-18
Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Suryaatmadja dalam sambutannya,
menyampaikan pihaknya sangat gsnbira dengan rangkaian HPN 2026, dengan exoedisi budaya dan sejarah Banten. Historis tersebut harus dibarengi tanggung jawab moral insan pers di era digital.
Menurutnya, tantangan pers saat ini bukan hanya kecepatan informasi, tetapi juga akurasi dan integritas.
“SMSI dimulai dari Banten. Maka harus terus bersinergi dan menciptakan pers yang baik untuk Indonesia.Tantangan bangsa tidak ringan, mulai dari hoaks hingga manipulasi informasi. Pers yang bertanggung jawab menjadi kunci,” tegasnya.
Ketua SMSI Provinsi Banten, Lesman Bangun, menilai pemilihan Banten sebagai lokasi pembuka HPN 2026 memiliki nilai filosofis kuat. Semangat perjuangan masyarakat Banten, kata dia, selaras dengan fungsi pers sebagai penjaga kebenaran dan kontrol sosial.
“Kami ingin peserta merasakan langsung ruh perjuangan dan peradaban Banten. Dari sini, pers nasional diharapkan membawa narasi positif, edukatif, dan mencerahkan ke ruang publik,” jelasnya.
Di akhir kegiatan, perwakilan Kesultanan memaparkan sejarah panjang perjuangan Banten yang dikenal tidak pernah tunduk pada penjajahan. Nilai keteguhan itulah yang diharapkan menjadi inspirasi bagi insan pers dalam menjaga marwah profesi.
Rangkaian HPN 2026 selanjutnya akan berlanjut dengan sejumlah agenda edukatif dan kebudayaan di berbagai daerah, termasuk kunjungan ke Museum Multatuli sebagai bagian dari penguatan literasi sejarah dan pers.
Melalui pembukaan bernuansa historis ini, SMSI berharap peringatan HPN 2026 tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum memperkuat profesionalisme, independensi, dan tanggung jawab pers siber bagi kemajuan demokrasi Indonesia. ***




