Ada Apa Angsuran di Pegadaian Tak Tersedia

Sejak oktober lalu 2025 kawanku punya kawan membeli emas kepingan dengan cara di cicil di pagadaian syariah di jalan Setia Budi.

Kepingan emas 24 karat itu seberat 10 gram dengan harga kurang lebih Rp, 20 juta dan uang muka kurang lebih Rp, 2 juta dengan angsuran Rp, 1,750,040 perbulan selama 12 bulan.

Kata kawanku punya teman memang terlambat 3 bulan membayar angsuran, namun setelah mau dilakukan pembayaran selama yang tertunggak itu, tiba-tiba layanan aplikasi Tring by Pegadaian tidak tersedia.

Namun sebelumnya akhir Januari 2026 harga Emas 24 Pagadaian itu lagi mengalami kenaikan kurang lebih Rp, 3,350,000 pergram kemudian turun lagi memasuki awal bulan Februari 2026 sekitar Rp,2,800san. Dan pada Selas 3 Feb 2026 naik lagi dikisaran Rp, 3,320,000.

Mungkinkah karena harga emas fluktuatif sehingga pihak pegadaian syariah menahan emas 24 karat kami itu dengan berat 10 gram itu?

“Bayangkan layanan pembayaran di aplikasi tring by pegadaian itu sudah tidak tersedia. Padahal sebelum harga emas naik layanan itu terus ada,”kata kawanku punya teman itu.

Salah seorang pegawai pegadaian Syariah Setia budi Palu yang sebelumnya memproses pembayaran angsuran temanku punya teman itu untuk tiga bulan, tiba-tiba mengembalikan kartu identitas kawanku punya teman itu sambi barkata “maaf pak barangnya belum tersedai, makanya di aplikasi tring pegadaian juga belum dibuka. Maaf ya pak, nanti kami kabari kalau sudah dibuka,”akunya.

“Patut diduga pihak pegadaian melakukan permainan tidak sehat dengan menjual emas nasabahnya yang belum lunas, sehingga mereka menutup aplikasi pembayaran angsurannya,”sebut temanku punya teman itu.

Pegadaian Syariah Setia budi sebagai salah satu tempat terjadinya transaksi dimana nasabah sudah membayar uang muka pembelian kredit emas, perlu ditelusuri.

Aparat penegak hukum baik Polisi maupun Kejaksaan perlu melakukan penyelidikan jika ada masyarakat yang melapor, sehingga dapat diungkap modus-modus dugaan culas di Pegadaian Syariah itu.

“Masa jual barang dan sudah menerima uang muka tiba-tiba mereka bilang belum ada barangnya,”tegas temanku punya kawan itu. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top