Pangdam XXIII/Palaka Tegaskan Tambang Ilegal Harus Ditertibkan

“Dengan langkah Nyata dan Terukur, Bukan Wacana, Apalagi Musim Hujan Picu Ancaman Longsor”

Zubair (deadline-news.com)-Palu-Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar menegaskan penanganan tambang ilegal di Sulawesi Tengah tidak boleh berhenti pada wacana dan pembentukan satuan tugas semata.

Ia meminta langkah nyata dan terukur di lapangan untuk mencegah kerusakan lingkungan yang kian meluas.

Menurut Pangdam, aktivitas tambang ilegal sudah terlalu lama dibiarkan tanpa penindakan serius. Persoalan ini, kata dia, akan kembali menjadi pembahasan utama dalam rapat koordinasi pimpinan daerah (Rokopimda).

“Ini akan saya angkat ulang di Rokopimda. Kita tidak bisa hanya diam,” ujar Pangdam saat wawancara di acara siaturahmi bersama  insan media di Palu, Selasa (27/1-2026).

Ia mengakui pemerintah daerah telah membentuk satgas penanganan aktivitas ilegal. Namun, keberadaan satgas dinilai belum efektif jika tidak disertai tindakan konkret. Pangdam menyebut, lokasi tambang ilegal sebenarnya sudah diketahui banyak pihak, termasuk masyarakat dan media.

“Media tahu di mana saja kegiatan itu. Kalau tidak ada dorongan kuat, semuanya berjalan santai,” katanya.

Pangdam juga mengungkapkan pihaknya telah melakukan pemetaan wilayah rawan dan menemukan sejumlah titik dengan kondisi lingkungan yang mengkhawatirkan. Beberapa lokasi bahkan disebut sudah berada dalam kondisi darurat apabila aktivitas ilegal terus berlangsung.

“Saya petakan langsung. Ada wilayah yang sudah emergency,” ujarnya.

Menurut Pangdam, dampak tambang ilegal tidak hanya merusak lingkungan setempat, tetapi berpotensi menimbulkan bencana besar. Memasuki musim hujan dengan curah tinggi, risiko longsor dinilai semakin besar dan dapat menimbulkan korban massal.

“Sekarang musim hujan. Kalau longsor terjadi akibat kegiatan ilegal, yang jadi korban masyarakat kita,” tegasnya.

Ia mengingatkan agar Sulawesi Tengah tidak menunggu bencana baru bertindak. Menurutnya, pencegahan sejak dini jauh lebih penting dibandingkan penanganan setelah bencana terjadi. Sumber harian radarsulteng. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top