Menhan RI adalah singkatan dari Menteri Pertahanan Republik Indonesia.
Kementerian ini dipimpin oleh seorang pejabat pemerintahan yang biasanya berlatar belakang Militer dengan tugas utamanya meliputi mengelola dan mengawasi sektor pertahanan negara, termasuk angkatan bersenjata (TNI), perencanaan kebijakan militer, anggaran pertahanan, dan hubungan internasional terkait keamanan.
Dengan adanya Bandara Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang ber kodekan WAMP (ICAO) dan MWS (IATA), yang digunakan khusus (Private) untuk keperluan internal perusahaan patut diduga MenHan “kecolongan” bertahun-tahun.
Dan termasuk Presiden Prabowo Subianto yang notabene mantan Menteri Pertahanan era periode kedua Presiden Joko Widododo.
Artinya MenHan Prabowo tahu ketika itu ada bandara Private PT.IMIP. Apalagi sempat diresmikan Presiden Jokowi. Kalau Presiden yang resmikan berarti Negara hadir ketika itu.
Lalu kenapa nanti Prabowo jadi Presiden baru dinarasikan Ileggal dan semua kesalahan ditumpahkan ke mantan Presiden Joko Widodo?
Artinya kalau Ileggal Bandara Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) ini, yang bersifat swasta dan diperuntukkan bagi operasional internal perusahaan (Private) di kawasan industri tersebut. Maka Prabowo sebagai MenHan ketika itu “ikut andil” pembiarannya.
Saran kawanku punya teman, tidak perlu saling menyalahkan, tetapi saatnya tegas untuk menertibkan yang katanya Ileggal, agar negara diuntungkan.
Untuk diketahui beberapa perusahaan besar yang ada di Morowali, terutama di kawasan industri IMIP (Indonesia Morowali Industrial Park), antara lain PT. IMIP (pengelola kawasan), PT Sulawesi Mining Investment.
PT Indonesia Guang Ching Nickel and Stainless Steel Industry (GCNS).
PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS).
PT Gunbuster Nickel Industry (GNI), dan PT QMB New Energy Materials.
Selain itu, banyak perusahaan lain yang bergerak di bidang pertambangan, pengolahan mineral, dan industri pendukung lainnya.
Perusahaan utama di Kawasan IMIP
PT. IMIP: Pengelola kawasan industri terintegrasi berbasis nikel.
PT Sulawesi Mining Investment (SMI): Salah satu perusahaan yang mengembangkan fasilitas peleburan nikel.
PT Indonesia Guang Ching Nickel and Stainless Steel Industry (GCNS): Mengoperasikan pabrik pengolahan nikel dan stainless steel.
PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS): Fokus pada produksi stainless steel.
PT QMB New Energy Materials: Mengembangkan fasilitas pengolahan nikel untuk baterai kendaraan listrik.
PT. Huayue Nickel Cobalt (HYNC): Mengembangkan fasilitas pengolahan nikel untuk baterai kendaraan listrik.
PT DCI (Detian Coking Indonesia): Menghasilkan kokas sebagai bahan baku industri peleburan.
PT Dinson Lithium Indonesia: Memproduksi Lithium Hydroxide.
Perusahaan di luar IMIP atau daerah sekitarnya.
PT Gunbuster Nickel Industry (GNI): Berada di Morowali Utara, merupakan pabrik pengolahan nikel terintegrasi yang memproduksi Nickel Pig Iron (NPI).
PT Vale Indonesia Tbk: Memiliki proyek pengembangan di Morowali, yaitu Indonesia Growth Project (IGP).
Terdapat juga berbagai perusahaan lain seperti PT Bintang Delapan Terminal (BDT), PT Dexin Steel Indonesia (DSI), PT Hengjaya Nickel Industry (HNI), dan banyak lagi yang berada di dalam atau di sekitar kawasan industri.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama menteri lainnya menghadiri rapat koordinasi yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, pada Minggu (23/11-2025).
Pertemuan ini membahas agenda strategis di bidang kehutanan dan pertambangan, termasuk evaluasi kinerja satuan tugas serta langkah penertiban aktivitas ilegal yang merugikan negara.
Presiden Prabowo menegaskan komitmen Pemerintah untuk menjalankan amanat Pasal 33 UUD 1945 guna memastikan pengelolaan kekayaan alam sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.
Rapat tersebut turut dihadiri para menteri dan pimpinan lembaga penegak hukum.
Semoga praktek Ilegal di Negeri ini segera diberantas demi kemakmuran rakyat, sehingga negara dan rakyatnya dapat hidup sejahtera. ***














