Bang Doel (deadline-news.com)-Morut-Ruas jalan nasional trans sulawesi yang menghubungkan Morowali Utara dengan Morowali hingga ke Sultra mengalami kerusakan yang sangat parah.
Sehingga membuat kemacetan yang sangat panjang. Hal itu terungkap dari perjalanan Dinas Gubernur Sulteng Anwar Hafid (AH) Kamis (23/10-2025).
“Perjalanan hari ini di Morowali Utara, tepatnya di kawasan Tompira, mengingatkan saya bahwa tantangan di lapangan sering kali lebih berat,”tulis Gubernur Anwar Hafid di akun face booknya.
Mantan bupati Morowali dua periode itu menarasikan ketika jalan rusak dan sebuah mobil mogok menghadang di tengah jalur, kemacetan pun tak terhindarkan.
“Saya memutuskan turun dari mobil bukan hanya untuk melihat, tapi untuk merasakan langsung apa yang dirasakan masyarakat/rakyat setiap hari di ruas jalan ini menderita,”kata Gubernur Sulteng yang mantan Kades di Luwu Timur itu.
Saat merasakan betapa menderitanya masyarakat saat diperhadapkan dengan kondisi jalan rusak parah itu, Gubernur yang juga mantang anggota DPR RI Komisi V yang membidangi infrastruktur itu langsung mengambil tidakan dengan berkomunikasi ke pihak kepala balai pelaksana jalan nasional (BPJN) XIV Sulteng di Palu.
“Saya langsung menelepon kepala balai agar ruas jalan Tompira ini segera menjadi perhatian,”tandas Gubernur Anwar Hafid.
Untuk merasakan bagaimana “penderitaan rakyat” dengan kondisi jalan rusak itu Gubernur Anwar Hafid tampak berjalan kaki di tengah jalan rusak parah bersama masyarakat yang terjebak kemacetan panjang.
Dengan nada tegas, Anwar Hafid menghubungi via video call Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), Bambang Razak meminta agar segera mengambil langkah darurat memperbaiki ruas jalan tersebut.
“Pak Kepala Balai, bisa dilihat ini. Saya lagi di Tompira, macet total gara-gara jalan rusak berat di Bungit Timbe. Masyarakat semua mengeluh. Tolong kalau bisa dipercepat penanganannya,” ujar Gubernur di lokasi.
Ia menegaskan, ruas jalan Tompira–Bungku merupakan jalur vital penghubung antarkabupaten dan menjadi urat nadi mobilitas ekonomi masyarakat, terutama yang bekerja di sektor perkebunan, pertambangan, dan perikanan.
“Saya jalan kaki hampir dua kilo karena macet total. Tolong ini ditangani khusus dulu, ini penting sekali,” tambahnya sambil meminta kendaraan untuk membuka akses agar warga bisa melintas.
Gubernur juga menyampaikan bahwa pemerintah provinsi siap berkoordinasi dengan BPJN dan perusahaan-perusahaan di sekitar lokasi untuk mempercepat proses perbaikan sementara sambil menunggu penanganan permanen.
Langkah cepat ini menjadi bukti keseriusan Anwar Hafid dalam menjawab langsung keluhan masyarakat di lapangan, sekaligus menunjukkan semangat program “Berani Tanggap” yang menjadi bagian dari visi pembangunan Sulawesi Tengah di bawah kepemimpinannya. ***














