Uksin Djamaluddin Titisan Cucu Veteran Vovasanggayu

Firman Bira (deadline-news.com)-Pasangkayusulbar-Distrik Pasangkayu, saat ini dikenal menjadi Ibukota Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat. Ternyata salah satu daerah jajahan bangsa Eropa (Belanda dan sekutu) di Indonesia.

Namun pergerakan dan bentuk perjuangan para tokoh lokal yang gugur di medan perang tak diketahui jelas. Sehingga para pejuang daerah itu pun, tak lekang oleh waktu akan dilupakan dari sejarah kemerdekaan.

Olehnya bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia, yang Ke-72, Kamis kemarin, 17 Agustus 2017.

Kota Pasangkayu, salah satu daerah paling Utara di Provinsi Sulawesi Barat ini, punya cerita histori tersendiri terkait masa kejayaannya mempertahankan wilayah NKRI. Utamanya mengusir para penjajah dari daerah yang dikenal dengan buaya muara Vovasanggayu ini.

Berawal dari pembangunan Tugu Juang Bambu Runcing, melalui program Pemerintah Kabupaten Matra, yang dipelopori oleh Insinyur Teknik muda, tak lain adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Budiyansa ST.

Berdasarkan penelusuran awak media di Lapangan, akhirnya rentetan sejarah perjuangan kemerdekaan khususnya di tanah Vovasanggayu mencuat di permukaan, dan faedahnya dapat dijadikan referensi dari generasi ke generasi di daerah itu.

Akhirnya beberapa pasukan Veteran kemerdekaan satu persatu mulai mencuat, namun salah satu tokoh pejuang paling gempar menjadi buah bibir dan hangat dibicarakan di Pasangkayu, yakni sosok SAMAD alias LASAMMA.

Sosok Almarhum SAMAD ini pun diyakini ayah dari Almarhum Ustad Djamaluddin, dan Kakek dari Ketua Badan Legislasi DPRD Matra, H Uksin Djamaluddin SH MH.

Sehingga Legislator senior Matra, Uksin Djamaluddin, patut diberi gelar titisan cucu Veteran Vovasanggayu, untuk mengenang jasa pahlawan dari sang kakek LASAMMA.

Berkat jiwa patriotnya itu, dikabarkan meninggal dunia di medan perang, dan di eksekusi mati oleh para pasukan Belanda. Akibat kegigihannya mempertahankan sang merah putih agar tetap berkibar di tanah Vovasanggayu. Sangat patut diberikan penghargaan setinggi-tingginya dan tak ternilai oleh apapun.

Uksin Djamaluddin, yang ditemui wartawan di Ruang kerjanya kantor DPRD Matra, Kamis kemarin, 17 Agustus 2017, menceritakan kronologis perjuangan kakeknya LASAMMA, yang menjadi historis secara turun-temurun melakukan perlawanan terhadap penjajahan pemerintahan kolonial Belanda. Termasuk berjuang mempertahankan sang merah putih berkibar di Pasangkayu.

“Jadi saya ini cucu langsung dari keluarga Veteran, dan histori (sejarah,red) ini tak boleh dilupakan,” ungkap Uksin.

Uksin Pria plamboyan bertubuh mungil ini menambahkan, berdasarkan histori yang ada bahwa saat itu LASAMMA (kakeknya), saat itu dibunuh oleh Belanda pas di depan Masjid pantai Pasangkayu (Eks kantor Bupati). Sehingga tugu juang berlambangkan bambu runcing itu dibangun di lokasi tersebut.

“Sebelumnya sudah ada tugu juang di tempat itu, namun sudah rusak terbongkar. Sehingga kami senang Pemda Matra membangun kembali tugu bambu runcing ini,” jelas Ketua PAN Matra itu.

Menurut Uksin, politisi senior PAN yang bakal hijrah bertarung pada bursa DPRD Provinsi Sulbar 2019 ini, ia mengharap jiwa patriot itu dimintanya agar tumbuh di generasi saat ini.

“Ternyata Pasangkayu punya pahlawan, dan kita harus akui itu sampai tingkat Nasional,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *