Tim Gabungan Batasi Warga Berbelanja Sampai Pukul 23:00 Wita

foto kapolres Palu AKBP Moh.Sholeh saat memberikan himbauan kepada pengunjung pusat perbelanjaan Hasanuddin Sabtu malam (23/5-2020). foto humas/deadline-news.com
0

 

Antasena (deadline-news.com)-Palusulteng-Tim gabungan pemantauan suasana malam takbiran idul fitri pada Sabtu malam (23/5-2020), di wilayah kota Palu turun langsung memantau situasi di lapangan dan selama proses pemantauan semuanya berjalan dalam situasi aman dan kondusif.

Tim pemantauan terdiri pejabat TNI,Polri dan anggota, Pemkot Palu, MUI dan stakeholder terkait lainnya. Sebelum turun melaksanakan pemantauan, tim gabungan melaksanakan apel bersama di halaman kantor polres Palu.

Setelahnya tim turun memantau seperti di pusat perbelanjaan pertokoan Hasanuddin, BNS Hasanuddin dan di Masjid Raya Lolu.

Dari hasil pemantauan seperti di pertokoan, walikota palu yang diwakili Wakil Walikota Palu, Sigit Purnomo Said S.AP didampingi Sekkot Palu, H Asri SH menghimbau kepada warga yang berbelanja agar menaati aturan protokol kesehatan guna mencegah dan memutus mata rantai penyebaran covid 19.

Hal senada juga disampaikan Kapolres Palu AKBP. H. Moch Sholeh, SH, MH yang juga menghimbau kepada warga agar segera kembali ke rumah masing masing dan tidak dibolehkan lama lama di lokasi pertokoan dan batas hanya diberikan sampai pukul 23.00 wita.

Imbauan tersebut pun dipatuhi warga walaupun masih pada berdatangan ke lokasi pertokoan namun petugas dengan sigap langsung menutup jalan masuk di tiga titik lokasi pertokoan sehingga tidak dibolehkan lagi warga masuk penegasan tersebut berjalan dengan lancar dan aman sampai batas waktu yang sudah ditetapkan.

Demikian halnya pengunjung kafe di BNS Hasanuddin yang jadi tempat nongkrong warga juga langsung dibubarkan oleh petugas dan semuanya mematuhi karena imbauan yang disampaikan dengan cara pendekatan secara humanis dan bersahabat, sehingga pengunjung kafe dengan tertib bubar dan membawa pulang makanan yang sudah dipesan.

Sekkot Palu, H Asri SH mengapresiasi selama proses pemantauan di lapangan karena semuanya bisa berjalan baik dan dilakukan dengan cara cara persuasif.

Dan semoga imbauan yang disampaikan kepada masyarakat selalu dipatuhi dengan tetap menjaga jarak, cuci tangan dengan sabun dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran covid 19 di wilayah kota palu. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: