Sudah 4 Orang Mengembalikan Aliran Dana Pembayaran Hutang Jembatan Palu IV

 

Antasena (deadline-news.com)-Palusulteng-Pembayaran hutang proyek jembatan Palu IV sebesar Rp,14,9 miliyar oleh Pemerintah Kota Palu ke PT.Daya Global Manunggal (GDM) bermuntut ke ranah hukum. Pasalnya diduga sebagian dananya mengalir kemana-mana.

Hal ini dibuktikan dengan adanya 4 orang yang telah mengembalikan dana gratifikasi tersebut ke Negara melalui Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulteng pekan ini.

Sejak kasus dugaan gratifikasi ini muncul kepermukaan sudah 39 orang telah diperiksaan penyidik Kejati. Sehingga kasus ini naik status dari penyelidikan ke penyidikan, tinggal menunggu waktu siapa yang akan menjadi tersangka.

“Sudah 4 orang yang mengembalikan dugaan suap pembayaran jembatan Palu IV itu, masing-masing Rp, 50 juta, sehingga totalnya baru Rp, 200 juta dari dugaan Rp,2 miliyar,”Kata Kajati Sulteng Gerry Yasid, SH, MH menjawab konfirmasi deadline-news.com melalui Kasi Pengkum Inti Astutik, SH di chat whatsappnya Jum’at malam (10/7-2020).

Senin (6/7-2020), Walikota Palu Drs.Hidayat, M.Si dan anggota DPRD Kota Palu Hamsir (Hanura) telah memenuhi panggilan penyidik Kejati untuk dimintai keterangannya. Demikian juga dengan sejumlah anggota dan mantan DPRD Kota Palu 2014-2019-2024 lainnya.

Diantaranya H.Alimuddin Ali Bau (PKB), Danawira Asri (PAN), Sofyan Aswin (PDIP), Hamsir (Hanura), Yos Sudarso Mardjuni, SE (Partai Demokrat), Thompa Yotokodi (Gerindra), Iqbal Andi Magga, SH, MH, Drs.Isak Cae, M.Si.

“Tegasnya semua anggota Banggar DPRD Kota Palu yang terlibat dalam pembahasan dan penganggaran pembayaran hutang Jembatan Palu IV akan dimintai keterangannya,”kata asisten pidana khusus (Aspidsus) Kejati Sulteng Edward Malau, SH, MH Senin (6/7-2020) saat konfrensi pers di ruang press room Kejati Sulteng.

Dugaan suap ke sejumlah pejabat atas pembayaran hutang proyek jembatan Palu IV ini, berawal dari pengakuan mantan Walikota Palu Rusdy Mastura dan mantan ketua DPRD Kota Palu Iqbal Andi Magga, SH, MH bahwa mereka pernah dijanjikan akan diberikan Rp,2 –Rp,4 miliyar jika mereka mau berkompromi menganggarkan sisa biaya pembangunan jembatan Palu IV atas eskalasi harga versi PT.DGM (Herman).

Namun kedua mantan pejabat kota Palu itu menolaknya, sehingga tidak ada penganggaran dan pembayaran saat masa pemerintahan Rusdy Mastura (walikota) dan Iqbal Andi Magga (Ketua DPRD) ketika itu, kendati pun itu adalah keputusan Arbitrase yang dikuatkan oleh Mahkama Agung. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top