Mantan Gubernur ke 10 Sulawesi Tengah yang juga anggota komisi II DPR RI Drs.H.Longki Djanggola, M.Si menyebut ada oknum aparat penegak hukum (APH) dibalik sejumlah pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Sulteng khususnya di Kabupaten Parigi Moutong.
Lalu kawanku punya teman mempertanyakan siapakah APH dibalik beroperasinya PETI yang merusak ekosistem alam tersebut?
Kata politisi Partai Gerindra daerah pemilihan Sulteng itu, adalah oknum-oknum APH baik yang berbaju coklat maupun berbaju hijau dibalik bekingan kegiatan PETI di Parimo dan beberapa tempat lainnya.
“Yang saya lihat banyak oknum-oknum yang membekengi PETI-PETI yang ada di Kayuboko maupun dimana-mana. Itu pengamatan saya seperti itu. Banyaknya oknum-oknum, catat itu. Apakah itu oknum berbaju coklat atau yang berbaju hijau, itu sama,”ujar Longki menjawab pertanyaan wartawan media ini di Parigi, Selasa (17/6-2025).
Bahkan kata Longki, oknum-oknum APH tersebut juga membekengi kehadiran Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok pada kegiatan PETI di Kayuboko.
“Berani mendatangkan orang asing itu, mereka-mereka itu (oknum APH), bukan orang asing yang datang sendiri. Itu karena ada bekingnya,”ungkapnya.
Longki juga menyarankan Bupati Parmout untuk berkonsultasi dan bersinergi dengan Kapolda Sulteng maupun dengan Danrem 132 Tadulako terkait keterlibatan oknum APH yang menjadi beking
Kata kawanku punya kawan beberapa hari yang lalu dua orang warga asing bersama oknum anggota dari baju hijau makan dan ngopi di salah satu warung kopi di disamping polres lama kota Palu.
Menurut temanku punya teman patut diduga orang asing asal China itu bagian dari pelaku PETI di Sulteng ini.
Entah apa hubungannya dengan APH baju hijau seperti yang disinggung anggota komisi II DPR RI Longki Djanggola sehingga orang asing itu berada di salah satu warkop di Palu bersama oknum-oknum baju hijau itu. ***














