Sebanyak 81 Orang SP & 2 Sembuh dari Covid-19 di Palu

 

Nanang (deadline-news.com)-Palusulteng-Pemerintah kota Palu melalui Posko Induk Satgas Pemantauan dan Pengendalian Penyebaran Covid-19 menggelar press conference di Baruga Lapangan Vatulemo Palu pada Senin, (6/4-2020).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Surveillance, dr. Rohmat memaparkan data Covid-19 per hari Minggu (5/4-2020) berdasarkan hasil laporan konfirmasi dari 14 Puskesmas se-kota Palu.

Adapun data yang dipaparkan antara lain pelaku perjalanan sebanyak 837 kasus, Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 145 kasus terdiri dari selesai pemantauan (SP-selama 14 hari) sesuai prosedur tetap Kemenkes RI sebanyak 81 kasus dan dalam pemantauan sebanyak 64 kasus.

“Pelaku perjalanan ini adalah orang-orang yang datang ke Palu dari daerah terpapar Covid-19 dan tidak menunjukan gejala,” katanya.

Sementara itu, katanya data Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 22 kasus yang terdiri dari selesai dilakukan pemantauan selama 14 hari sebanyak 9 orang dan masih dalam pemantauan sebanyak 13 orang.

“Mudah-mudahan mereka sehat semua,” harapnya.

Selanjutnya, data Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada sebanyak 7 kasus dalam perawatan dan terkonfirmasi positif sampai saat ini ada 4 orang dan 1 orang meninggal dunia.

“Dari 4 kasus positif, Alhamdulillah 2 terkonfirmasi hasil swabnya dinyatakan negatif. Namun, akan dilakukan pengambilan sampel lagi,” ungkapnya.

Wali kota Palu, Drs. Hidayat, M.Si menyatakan data-data yang disampaikan tersebut perlu dipublikasikan agar lebih meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyebaran Covid-19 di kota Palu.

“Selain itu kita ingin adanya transparansi dalam penanganan penyebaran Covid-19 di kota Palu serta masyarakat lebih taat dan patuh terhadap himbuan Pemerintah tentang protokol penanganan penyebaran virus tersebut,” katanya.

Wali kota berharap dengan disampaikannya data ini masyarakat tidak perlu cemas atau bahkan takut yang justru akan menurunkan imunitas atau daya tahan tubuh.

“Kurangi kecemasan maupun ketakutan dan kurangi keluar rumah kalau tidak penting. Inilah saya kira obat satu-satunya yang bisa menahan gerak penyebaran virus Corona,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Wali kota Palu, Sigit Purnomo Said, S.AP kembali mempertegas kepada masyarakat bahwa persoalan ini tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri.

“Pemerintah tidak mampu apabila masyarakat tidak bisa berkontribusi melakukan kerjasama dan menaati apa yang menjadi himbauan maupun aturan dari intruksi pemerintah,” katanya.

Wawali menyatakan bahwa secara tegas protokol tetap bagi seluruh masyarakat yang datang dari luar daerah terpapar Covid-19 untuk mengikuti prosedur yang ada guna memeriksakan diri ke puskesmas maupun rumah sakit.

“Dengan demikian, Pemerintah kota Palu dapat mengambil langkah-langkah yang lebih tepat untuk penanganan virus itu sendiri. Tentu upaya-upaya yang kita lakukan tak lepas untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Mudah-mudahan apa yang telah dilakukan pemerintah dan masyarakat berkaitan dengan kerjasama yang baik dalam penanganan ini, segera dapat kita tuntaskan,” tandasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top