Malik (deadline-news.com)-Morowali- Adanya rencana membangun RS Bertaraf Internasional pada Visi Misi Pasangan Calon (Paslon) Rachmansyah Ismail – Harsono yang sempat ditanggapi “miring” oleh Paslon lain, membuat Muhlis Katili Relawan Pendukung Rachmansyah-Harsono merasa perlu menjelaskan rasionalitas rencana pembangunan International Hospital tersebut.
Mengawali penjelasan bagaimana rencana itu bisa sangat rasional dibangun di Kabupaten Morowali, Muhlis Katili menyederhakan kata Internasional sebagai standar tipe Rumah Sakit yang tidak sepenuhnya diukur dari kecanggihan teknologi khusus alat Kedokteran, tetapi juga lebih pada inovasi bidang manajemen penyelenggaraan layanan publik.
Contohnya, kata Muhlis, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Iskak Tulungagung, Jawa Timur, yang telah didapuk sebagai salah satu rumah sakit terbaik di dunia dalam hal penyelenggaraan layanan publik.
“RSUD dr Iskak Tulungagung, menerima penghargaan Gold Award sebagai rumah sakit terbaik untuk kategori ‘IHF/Bionexo Excellence Award for Corporate Social Responsibility,”ujarnya.
Anugerah itu, diberikan oleh International Hospital Federation (IHF) saat Congress and Award ke-43 di Oman, Uni Emirat Arab tahun 2023 lalu. Dan salah satu poin utama yang menjadi perhatian IHF adalah keberhasilan RSUD dr Iskak Tulungagung menciptakan inovasi manajemen penyelenggaraan layanan publiknya.
Bahkan keberhasilan bidang itu, membuat RSUD dr. Iskak Tulungagung mengalahkan lima rumah sakit di dunia lainnya, di antaranya adalah Aster DM Healthcare dan Dubai Health Authority (UEA), Auna (Peru), KPJ Pasir Gudang Specialist (Malaysia), dan Manilla Doctors Hospital (Filipina).
Selain itu, Perpaduan ‘new concept management hospital’ dengan program Public Service Center (PSC) mendapatkan apresiasi yang baik. Perpaduan ini juga membuat RSUD dr Iskak Tulungagung menjadi salah satu rumah sakit pilihan masyarakat dengan indeks kepuasan sebesar 83,05 pada masa itu.(dikutip dari Antara)
“Sekedar info, RSUD dr. Iskak hanya merupakan RS tipe B milik pemerintah Kabupaten Tulungagung sekaligus sebagai RS rujukan di Provinsi Jawa Timur yang berhasil menorehkan berbagai prestasi gemilang baik tingkat nasional maupun internasional.” Terang Muhlis Katili, Jumat 04 Oktober 2024.
Jadi dengan memahami berbagai inovasi layanan kesehatan dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan prima bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Morowali dan tanpa membedakan latar belakang pasien, maka kita butuh membangun RS Bertaraf Internasional.
Semua pasien, kata Muhlis, baik pasien umum, pasien BPJS maupun pasien dengan asuransi tertentu memiliki hak yang sama untuk mendapatkan layanan kesehatan yang cepat dan tepat.
Ini contoh beberapa layanan unggulan diantaranya, Public Service Center (PSC 199), Si Poetri (Sistem pendaftaran online tanpa antre), Laskar (Layanan Syndroma Koronaria Akut Terintegrasi). Imbuhnya.
“Seluruh layanan tersebut saling terintegrasi satu sama lain, sehingga pelayanan dapat dilakukan dalam waktu cepat. Seperti yang dipaparkan dalam Visi Misi Rachmansyah-Harsono,” jelas Muhlis Katili yang pernah meraih penghargaan sebagai Peserta Terbaik tingkat internasional dalam ajang kompetisi penanganan gawat darurat tahun 2014.
Perihal langkah yang dilakukan, ia mengungkapkan kunci untuk memberikan pelayanan kesehatan yang prima adalah sinergi, integrasi dan kolaborasi yang baik sekaligus kesamaan tujuan antar pemangku kepentingan di daerah masing-masing.
Olehnya, sudah saatnya Morowali memiiliki Rumah Sakit yang bertaraf Internasional. Masyarakat Morowali juga akan menikmati fasilitas Rumah Sakit Internasional tersebut.
Keinginan ini bukan angan-angan, sebab Kemampuan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Morowali jadi dorongan tersendiri untuk meningkatkan kualitas taraf hidup warga yang tinggal di Morowali. ***

















