PT.Tamisya Utama Diduga Tidak Selesaikan Pekerjaan dan Gaji Tukang

 

 

foto bagian dari pembangunan drainase yang tidak dikerjakan. foto bang Doel/deadline-news.com

foto besi plat deker yang disimpan dibawa kolong rumah yang mestinya digunakan untuk pembuatan plat dueker. foto Bang Doel/deadline-news.com

foto saluran air (drainase) yang sisi kanan yang tidak dikerjakan. foto Bang Doel/deadline-news.com

Bang Doel (deadline-news.com) – Pososulteng- PT.Tamisya Utama yang mengerjakan proyek rekonstruksi jalan Ueralulu sepanjang 3 kilometer pada kilometer 194.+000 Kecamatan Poso Pesisir Kabupaten Poso provinsi Sulawesi Tengah diduga pekerjaannya bermasalah.

Pasalanya proyek rekonstruksi jalan dan pembangunan drainase dengan pagu senilai Rp, 7,903,800,000 dan harga penawaran sebesar Rp, 7,844,356,000 sebagaimana dalam kontra, masih ada item pekerjaannya yang belum diselesaikan. Proyek itu melekat di Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan jalan nasional wilayah II Provinsi Sulteng.

Adalah proyek yang dibiayai anggaran pendapatan dan belanja Negara (APBN) tahun 2016 itu, masih menyisahkan beberapa item pekerjaan yang tidak selesai. Adalah Drainase sepanjang 200 meter sisi kanan dari titik nol, tepatnya didepan Polindes Desa Ueralulu, sampai di samping Masjid.

Kemudian dipenurunan sebelah kiri didekat jembatan, saluran airnya sempat digali, tapi tidak dibuatkan drainase. Begitu juga di ujung jalan perbatasan desa Ueralulu dengan Desa Taman Jeka, sisi kiri dan kanannya tidak dibuatkan drainasenya, padahal ada dalam kontrak kerja.

Bukan itu saja, tapi masih ada 2 plat deker yang tidak dikerja. Sehingga besinya sekitar 50 batang ukuran 20 Inc hanya disimpan ditiang penyangga rumah warga bernama Darwis Anto. Demikian dikatakan Kepala Kepolisian Masyarakat (Kapolmas) Desa Ueralulu Irwan Bone menjawab deadline-news.com yang melakukan investigasi Kamsi (21/9-2017) di Desa Ueralulu itu.

Menurut Kapolmas Desa Ueralulu Iwan Bone selain drainase yang tidak dikerjakan sepanjang 200 meter, gaji tukang juga tidak dibayarkan, sehingga pihaknya menahan mesin molen sebagai jaminan.

“Sebagai jaminan atas perbuatan kontraktor yang tidak membayar gaji tukang, terpaksa kami menahan mesin molennya,”aku Iwan.

Desa Ueralulu terdiri dari 3 dusu yakni dusun 1, 2 dan 3, dan didiami sekitar 200 kepala keluarga (KK) dengan sumber kehidupan pertanian dan perkebunan cokelat. Desa Ueralulu betetangga desa dengan dusun taman jeka desa Masani.

Jalan yang dikerjakan PT.Tamisya Utama itu merupakan jalan lingkar masuk ke Desa Masani, Ueralulu tembus ke Tokorondo. Jalan itu juga merupakan jalur ekonomi yang dapat dilalui warga membawa hasil-hasil pertanian dan perkebunannya dari kantong produski ke pasar.

Proyek rekonstruksi jalan dan pembagunan drainase itu, sepanjang 3 kilometer, mulai dari Polindes Desa Ueralulu sampai di jembatan perbatasan dusun Tamanjeka Desa Masani. Hanya saja drainasenya sepanjang 200 meter tidak dikerjakan, dan dibiarkan begitu saja oleh rekanan berbendera PT.Tamisya Utama.

Kata Iwan proyek itu sempat disubkan ke salah seorang kontraktor bernama Arjun, namun bermasalah dengan warga, sehingga disubkan lagi ke orang lain. Namun bendahara perusahan dan pengawasnya dari PT.Tamisya Utama.

Direktur Utama PT.Tamisya Utama Ikbal Basir Khan yang dikonfirmasi via pesan singkat menjawab dirinya sudah non aktif di perusahaan. Dan tidak terlibat dalam aktifitas perusahaan sejak 3 tahun lalu. Ia mengaku tidak pernah lagi menawar proyek. Menandatangani kontra. Penon aktifan dirinya diperusahaan dibuat dalam rups dan disahkan di Notaris.

“Sy non aktif di perusahaan. Dan tidak terlibat dalam Aktifitas Perusahaan sejak 3 thun lalu. Sy tdk pernah lagi menawar proyek. Menandatangani kontrak. Non aktif sy di perusahaan dibuat dlm Rusp dan disahkan di Notaris,”ujar Ikbal yang notabene ketua DPC Partai Demokrat Kota Palu.

Sementara itu Firhan yang menjadi kuasa pelaksana Dirut dalam konfirmasinya via whatsapp menuliskan semua volume telah ia kerjakan. Sekarang pihaknya sedang mengajukan perhitungan kembali volume tambah kurang. Dan mengenai tukang tidak dibayar gajinya, Firhan mengaku baru tahu dari informasi deadline-news.com. Ia juga mengaku akan mengkoordinasikannya dulu dengan orangnya di lapangan.

“asllm pak semua volume yang kami tawar setahu kami sdh kami kerjakan. Skrg kami sdg ajukan perhitungan kembali volume tambah kurang. Mengenai tukang tdk di bayar sy tidak tau. Nanti sy tau dari Bapak. Sy koordinasikan dulu dgn orang saya di lapangan.Trimakasih.”tulis Firhan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *