PT.KPR Masih Menyisahkan Item Pekerjaan di Sigi

Nelwan (deadline news.com) SigiSulteng- PT. Karya Pembangunan Rizki (KPR) selama bulan ramadhan tidak ada lagi kegiatan di siklop pengendalian sedimant Sungai Paneki di Kabupaten Sigi Sulteng.

Padahal perusahaan itu, masih banyak menyisahkan pekerjaan temasuk penimbunan siklop atau penahan sedimen material sungai.

Proyek normalisasi dan pengendalian sedimen sungai paneki yang di garap oleh PT. KPR itu melekat di kementrian pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR) leding sektor balai wilayah sungai sulawesi (BWSS) lll Palu.

Dalam item pekerjaan penimbunan material di sepanjang bibir siklop yang total panjangnya dari hulu ke hilir mencapai 8 km.

Namun pengerukan material timbunan di sepanjang siklop terlihat relatif tidak sesuai volume kerja.

Bagaimana tidak disepanjang siklop dari hulu sampai hilir di beberapa titik, timbunan dipinggir dinding espos atau siklop itu, tidak ditimbun secara sinifikan, dan terkesan diabaikan.

Belum lagi item pembuatan gorong-gorong untuk saluran sekunder air buangan dari rumah – rumah warga yang bermukim di pinggir bantaran sungai Paneki.

Dan antisipasi rembesan air hujan ketika lagi musim penghujan tiba, di beberapa titik belum juga dilakukan plasteran, bahkan masih tampak terlihat mal masih menempel di boks coran itu.

PT. KPR mulai kontrak kerja 5 oktober sampai awal pelakasanaan 19 oktober 2020 hingga masa 485 kalender kerja dan berakhir Ferbuari 2022.

River inprovement and sedimen control atau pengendalian sedimen control material sungai, proyek berskala multy years yang di garap PT. KPR mendapat kucuran dana LOAN JICA dari Jepang senilai Rp,49, 943, 876, 000, 00 (miliar), hingga masa tiga kali adendum untuk akumulasi penambahan anggaran 10% senila Rp,53, 838, 253, 000, 00 (miliar).

Masa perpanjangan waktu 50 hari untuk proyek berskala multy years yang di kelolah oleh PT. KPR itu, di progres 100% persen justru mendapat dispensasi kelonggaran waktu selama sebulan 20 hari oleh pihak BWSS III Palu.

Dan belum lagi untuk masa retensi dalam jangka waktu 6 bulan pemeliharaan.

Kepala proyek (kapro) PT. KPR Ir. Syahril menjawab deadline – news.com Senin (25/4-2022) via telephon selulular menjelaskan, secara volume sudah sesuai dengan standar kerja.

“Pihak perusahaan PT. KPR kata dia, telah menyelesaikan peritem pekerjaan proyek itu dengan baik juga secara progres dan bobot 100% (persen) pekerjaan sudah sesuai dengan rencana anggaran pebelanjaan (RAP) bahkan sudah melebihi volume kerja yang ditentukan, “bebernya.

Terhitung dari 1 April 2022, limit ketambahan waktu 50 hari yang ditentukan oleh pihak kementrian PUPR leding sektor BWSS lll Palu tersebut sudah finish di bulan ini.

Makanya semua aktifitas pekerjaan para pekerja proyek ditiadakan, namun sesekali pihak perusahaan masih mengadakan control lapangan, guna membenahi ulang sisa pekerjaan yang tertinggal.

“Memang gorong-gorong di beberapa titik semua telah rampung pengecorannya, akat tetapi masih tersisa satu unit belum dibuka malnya, namun pihak perusahaan tetap akan mengkondisikan melakukan plasteran kembali gorong-gorong itu di beberapa titik yang mana belum sempat di kerjakan,”jelasanya.

Selain itu sambung Syahril, kini pihak perusahaan fokus dan masih konsentasi dalam penyelesaian kontrak masa provesional head over (PHO), walau secara tehknis proyek itu progresnya sudah rampung, agar tidak menimbulkan asumsi akan penimbunan siklop ke parapet.

“Makanya pihak perusahaan selalu koordinasi dengan kepala desa (kades) Kabobona, prihal penimbunan dari hulu ke hilir. Adapun yang belum dilakukan penimbunan, itu atas permintaan warga setempat,”tuturnya.

Ia menambahakan mengingat siklop mengikuti sepanjang aliran sungai disitu banyak terdapat area kebun masyarakat juga pemukiman warga, sehingga secara kode etik pihak perusahaan mengikuti saran dan permintaan warga desa setempat.

Kata Syahrir terutama dinding siklop yang berdekatan dengan hunian warga, mereka juga melarang untuk dilakukan penimbinan, sebab menghidari akan bahaya buat anak-anak mereka.

“Takut kalau-kalau anak-anak itu bermain disitu, lalu jatuh teperosok ke dasar sungai, karena diding espos itu tingginya mencapai 4,5 meter,”pungkas Syahril mengakhiri pembicaraannya.

Sementara itu General Manajer (GM) PT.KPR Oni Marundu yang dikonfirmasi via chat di whatsappnya, sampai berita ini naik tayang belum memberikan jawaban. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *