PT.KPR Dapat Perpanjangan Waktu 50 Hari dan Tambahan Anggaran 10 Persen

0

 

Nelwan (deadline-news.com)-Sigi Sulteng- Proyek penanggulangan bencana dan normalisasi sungai Paneki di Sigi Sulawesi Tengah terkonsentrasi di dua kecamatan yakni, kecamatan Biromaru dan kecamtan Dolo.

Proyek itu di kerjakan PT. Karya Pembangunan Rezki (KPR) yang berpusat di Makassar.

Proyek itu kini dalam proses bangun channel work atau talud bobotnya baru mendekati 93 persen.

Pembangunan nfrestruktur dan normalisasi sungai pasca bencana mengacuh pada sistem channel work atau pembuatan talud.

Kotrak kerja tahun anggaran 2021-2022 dan dikerjakan oleh PT. Karya Pembangunan Rezki mendapat gelontoran dana dari JICA Loan total senilai Rp, 53 Miliar lebih

Volume pekerjaan sitem channel work atau talud sepanjang 4,2 Km itu berbasis di dua wilayah yakni meliputi dua lokasi kecamatan dan merujuk pada titik pusat.

Yaitu titik nol berawal dari desa Pombewe melintasi desa Kabobona dan desa Kaluku Bula, hingga ketitik akhir muara sungai Palu yang juga masih terletak di wilayah desa Kaluku Bula.

Secara tehknis kata kepala Proyek (KAPRO) Ir. Syahrir, proyek itu dikerjakan sesuai rancangan anggaran pembelanjaan (RAP).

Optimalisasi dan efektifitas pekerjaan proyek terstruktur secara efisien walau meski sering tekendala oleh debit air atau luapan air sungai saat musim penghujan.

Ketika dimusim penghujan otomatis curah hujannya juga sangat tinggi hingga menghanyutkan sisa-sisa penebangan kayu dari hulu. Dan membuat pekerjaan sedikit terhambat.

“Namun begitu tidak menghalangi kegiatan proses pekerjaan dan aktifitas para karyawan juga pekerja buruh lainya,” tutur Syahrir menjawab konfirmasi deadline- news.com disela- sela aktifitasnya di area proyek itu.

Pantauan deadline-news.com Rabu (12/1-2022), lanjutnya lagi kontrak keja diperpanjang 10% dari anggaran sebelumya senilai Rp, 48 miliyar menjadi Rp,53 Miĺiar.

proyek yang mengaplikasikan yang sistem chnnel work selesai Ferbuari bulan depan punkaas Syahrir.

Kelapa satua kerja (Kasatker) PJPA Zulfikar menjawab konfirmasi deadline-news.com via chat di whatsappnya Kamis (13/1-2022), membenarkan penambahan waktu 50 hari dan anggaran sebesar 10 persen.

“Benar pak, ada penambahan waktu 50 hari karena memang proyek itu multi yers (3) tahun. Dan dana tambahannya dari JICA 10 persen baru tersedia tahun ini. Sebab tahun lalu belum tersedia, makanya diberikan penambahan waktu kerja sesuai tambahan anggarannya 10 persen,”jelas Zulfikar.

Menurutnya begitu juga yang di Sabo Dam Poi kintraknya berakhir di bulan Februari 2022, karena juga mendapatkan tambahan pekerjaan. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: