Proyek Rp, 18.890 M di Untad Perlu Diusut APH

 

Foto proyek dua gedung di Untad yang terkesan mangkrak. Foto Bang Doel/deadline-news.com

 

Proyek dua gedung senilai Rp, 18,890,600,000 (Rp,18,890 M), di komplek universitas tadulako (Untad), perlu diusut aparat penegak hukum (APH).

Foto ruang dalam gedung di Untad yang terkesan mangkrak itu. Foto Firman/deadline-news-fokusrakyat.id

 

“Pasal proyek dua gedung di untad itu yang dibiayai dana pinjaman dari bank dunia pasca bencana tahun 2020 silam hasilnya napak mangkrak dan terkesan menyerupai sarang burung walet.

Akibatnya sampai saat ini dua gedung itu tidak dapat digunakan, sebab masih cukup banyak itemnya yang belum tuntas. Padahal anggarannya sangat luar biasa besarnya.

Proyek pembangunan dua gedung senilai Rp,18,890 miliyar di Untad itu melekat di Balai prasarana permukiman wilayah (BP2W) Sulawesi Tengah.

Dan adalah PT. BAYU INTI yang masi satu group dengan PT. Telaga Gelang Indonesia yang beralamat di Ciputat Raya No.30, RW.1, Kby. Lama Utara, Kec. Kby. Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12240.

Perusahan itu diduga merupakan group milik salah satu terpidana korupsi kasus Hambalang di Jawa Barat.

Kepala Balai prasarana permukiman wilayah Sulawesi Tengah Syahabuddin yang dikonfirmasi di ruang kerjanya Jum’at siang (7/10-2022), mengatakan kontrak pekerjaan proyek itu selesai 100 persen.

“Namun memang dalam perjalanannya pihak perusahaan yang mengerjakan dua gedung di Untad itu sempat didenda karena mengalami keterlambatan, tapi pekerjaannya selesai sesuai kontrak,”jelas mantan Satker di wilayah Kendari Sultra itu.

Disinggung soal belum sempurnanya dua proyek gedung di Untad itu, Kabalai Syahabuddin menjelaskan bahwa finising dua gedung itu membutuhkan tambahan anggaran.

“Oleh sebab itu tahun ini direncanakan segera diselesaikan dengan pengajuan anggaran tambahan ke bank dunia. Setelah di acc bank dunia kita segera menyelesaikannya,”jelas Syahabuddin.

Hal senada juga dikatakan PPKnya Abdurrahman Tindrik.

Menurutnya proyek itu tidak mangkrak, tapi memang nilai kontraknya sampai disitu saja dan rencananya dilanjutkan tahun ini pembangunannya.

“Proyek dua gedung itu tidak mangkrak, tapi anggarannya memang hanya sampai disitu. Dan rencananya tahun ini dilanjutkan,”Aku Abdurrahman Tindrik. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top