Proyek Puskesmas Talise Perlu Audit Independen

Kepala Dinas Kesehatan kota Palu dr.Rohmat Jasin mengatakan tidak ada temuan badan pemeriksa keuangan (BPK) RI perwakilan Sulteng di Palu dalam proyek puskesmas Talise di Tondo.

“Kalau masalah teknis bangunannya hasil pemeriksaan BPK RI kemarin tidak ada temuan kesalahan kontruksi. Kalau masalah teknis bangunan tentunya konsultan pengawas proyek lebih mengetahui,”kata Kadiskes kota Palu menjawab konfirmasi penulis Selasa (12/8-2025) via chat di aplikasi whatsAppnya

Sementara itu Informasi yang dihimpun mendia ini di lingkup kepolisian daerah (Polda) Sulteng) menyebutkan proyek Puskesmas Talise yang diduga gagal konstruksi dengan anggaran tahap I Rp, 4,7 miliyar dan tahap II sekitar Rp, 4,7 miliyar atau total anggaran kurang lebih Rp, 9 Miliyar sedang diselidiki Diskrimsus Polda Sulteng.

Pernyataan Kadiskes dr.Rohmat Jasin bahwa tidak ada temuan BPK RI pada proyek yang kelihatan miring dan beberapa itemnya diduga bermasalah itu perlu diuji dengan audit investigasi dari tim audit independen.

Karena informasi yang dihimpun dikalangan kontraktor bahwa sebenarnya ada temuan BPK RI dikisaran Rp, 500san juta terkait dugaan gagal konstruksi proyek Puskesmas Talise itu. Hanya saja pemeriksaannya diserahkan ke Inspektorat kota Palu.

Sebelumnya anggota DPRD Kota Palu Fraksi Gerindra Alfian Chaniago, SE kepada media ini Selasa (12/8-2025), di salah satu warung kopi mengatakan proyek bangunan puskesmas Talise senilai Pagu Rp,4,714,344,569.00 (4,7) Miliyar (M) dan HPS Rp, 4,714,344,000.00, miring.

Dan proyek itu dikerjakan dua tahap. Tahap I tahun 2024 sedangkan tahap II tahun anggaran 2025 dengan pagu anggaran tidak beda jauh dari anggaran sebelumnya.

“Biaya proyek yang diduga gagal konstruksi itu bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) 2024. Dan bersumber dananya dari dana pembantuan kementerian kesehatan atau dana alokasi khusus (DAK),”jelas politisi Partai Gerindra daerah pemilihan Palu Timur dan Mantikolore itu.

Alfian menjelaskan hasil peninjauan lapangan, slop dengan kolom cakar ayam bangunan gedung Puskesmas Talise yang berlokasi di Huntap Tondo tidak ketemu.

“Dan ironisnya lagi sambungan tiang gedung itu di tempel-tempel. Sehingga sangat rawan. Olehnya perlu dilakukan kajian dan evaluasi ulang, apakah layak digunakan atau tidak. Karena konsultan proyek Puskesmas itu juga mengakui bangunan itu miring ke selatan,”kata Alfian.

Menurutnya bukan hanya tiang gedung yang miring, tapi atapnya juga ada yang bocor.

Ketua DPRD Kota Palu Rico Andi Tjatjo Djanggola yang dimintai tanggapannya mengatakan, secara teknis dirinya tidak mengetahui persis.

“Oleh sebab itu perlu penjelasan secara teknis dari pihak proyek baik rekanan yakni konsultan maupun dinas Kesehatan kota Palu, apakah proyek gedung puskesmas Talise itu layak digunakan atau tidak,”tegas putra Longki Djanggola itu. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top