Proyek BBWS Pompengan Terkesan Mubazir

 

 

Foto proyek Absah yang pompa airnya diduga rusak (tak berfungsi). Foto Edhy/deadline-news.com

 

 

“Mestinya ada anggaran pemeliharaan berkalanya”

Anwar Hafid

 

Bang Doel (deadline-news.com)-Jeneponto-Proyek Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan di Desa Jenetallasa Kecamatan Bangkala dan di Desa Turatea serta di Kelurahan Bontotangnga Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan terkesan Mubazir.

Dewan masjid

 

Bagaimana tidak proyek Akuifer buatan simpanan air hujan (absah) itu sampai saat ini diduga tidak bermanfaat dengan baik. Apalagi sebagian alat pendukungnya sudah tidak berfungsi.

 

Padahal proyek di tiga tempat di dua kecamatan itu dibangun sejak 2021 dan 2022. Hanya saja tidak ada pemeliharaan berkalanya dari pihak berwewenang.

“Mestinya proyek infrastruktur yang diprogramkan Kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR) RI dapat memberi asas manfaat bagi masyarakat yang membutuhkannya,”demikian dikatakan sumber deadline-news.com group detaknews.id dari Jeneponto Sulsel Jumat malam (7/4-2023).

Sumber itu mempertanyakan apakah ini salah satu Aspirasi Anggota DPR RI?

Belum diketahui pasti apa penyebab proyek absah tidak bermanfaat. Padahal sudah dilengkapi pompa air.

“Silahkan ke lokasi cek mamfaatnya, kalau rusah diperbaiki, kalau belum bisa dimamfaatkan usahakan agar bisa memiliki asas mamfaat agar anggaran besar tidak terbuang sia-sia,”tegas sumber lagi.

Menurutnya infrastruktur ABSAH utamanya dibangun di daerah kering, seperti di Kabupaten Jeneponto untuk menampung air hujan sebagai sumber air baku bagi masyarakat.

“Inovasi ini dinilai sangat membantu penyediaan air bersih dan air minum bagi masyarakat yang bersumber dari air hujan dengan memenuhi baku mutu untuk layanan standar kebutuhan air baku minimal,”ujar sumber lagi.

Ia berharap teknologi ABSAH juga turut membantu masyarakat di daerah susah air khususnya di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi akibat Pandemi COVID-19.

“Sehingga masyarakat akan terbantu secara sosial maupun ekonomi karena tidak harus membeli air (memanfaatkan air hujan),”harapnya.

Sumber itu menjelaskan untuk di bontotangnga Absah terdapat air, hanya saja airnya tidak bersih dan pompa airnya sudah rusak (tidak berfungsi).

“Di bontotangnga ada ji airnya tapi tidak bersih dan alat pengompa airnya sudah tidak berfungsi. Dan pembersih airnya kurang maksimal,”sebutnya.

Kepala Kecamatan Bangkala Karaeng Nyau yang dikonfirmasi via chat di whatsAppnya mengaku belum memantau proyek absah itu. Alasannya karena tidak ada laporannya masuk ke kantor kecamatan.

“Sy belum pantau Krn TDK ada masuk laporanx,bahwa ada pekerjaan tadah hujan,”tulisnya menjawab konfirmasi deadline-news.com via chat di aplikasi whatsAppnya Jumat malam (7/4-2023).

Ia mengaku baru tau proyek Absah di wilayahnya itu melalui group WA.

“Iye sy baru tau liat di grup,….,” tulisnya lagi.

Sementara Camat Tamalatea Haeruddin Limpo dan Lurah Bontotangnga Karaeng Caya sampai berita ini naik tayang belum memberikan jawaban konfirmasi.

Kemudian pihak BBWS Pompengan Jeneberang di Makassar Sulsel masih tengah dilalukan verifikasi dan konfirmasi. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *