Plafon Kantor Bupati Pasangkayu Runtuh

foto bekar reruntuhan plafon kantor Bupati Pasangkayu berserakan dilantai tengah diselidikin Reskrimsus Polres Pasangkayu dengan dengan memasang polis line disaksikan anggota DPRD Syarifuddin A Baso dari Fraksi Partai Golkar. Jepretan Firmansyah Bira/deadline-news.com

Firmansyah Bira (deadline-news.com)-Pasangkayusulbar- Kantor Bupati Mamuju Utara (Matra) Pasangkayu Provinsi Sulbar digemparkan tengah mengalami kerusakan alias roboh total, di media sosial (Medsos), Sabtu, (7/9-2017). Namun ternyata isu itu sekadar isapan jempol semata. Pasalnya kerusakan kantor Bupati itu hanya bagian plafon yang runtuh hingga jatuh dilantai dasar.

Berdasarkan pantauan media ini, Sabtu malam, (7/9-2017), kantor bupati H Agus Ambo Djiwa itu pada bagian lantai dasarnya berserakan pecahan Gibsun dan besi penyangga bekas plafon. Bahkan plafon yang runtuh berceceran hingga bagian tangga.

Sementara untuk menindaklanjuti runtuhnya bagian plafon dan rangka baja kantor bupati itu, pihak Kepolisian Resort (Polres) Matra telah memasang garis polisi (police Line) di lokasi kantor bupati Matra tersebut.

Sekretaris Partai Golkar Matra, H Saifuddin Andi Baso SE MSi, yang ditemui di lokasi ikut menyaksikan kerusakan yang dialami kantor tersebut. Bahkan Legislator senior DPRD Matra itu, membantah keras ketika kantor bupati digemparkan rusak total. Padahal sekadar bagian plafon dan rangka baja yang mengalami kerusakan.

“Kantor bupati sempat heboh sedang roboh di medsos, ternyata cuma plafon yang jatuh,” ungkap Saifuddin.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Matra itu, mengatakan, robohnya bagian plafon kantor bupati dianulirnya sudah pantas, dikarenakan usia bangunan itu dinilainya sudah tua dan belum pernah diperbaiki. Bahkan, kata dia lagi sejak tahun 2004 dibangun, namun sekalipun belum pernah diperbaiki.

“Ya wajar kalau sudah rusak, nanti kami bantu Pemda untuk rehab kembali kerusakanya,”terangnya.

Sementara, Kepala Satuan Reskrim (Reserse Kriminal), AKP Nurtang Doni Prayogi, ditemui di lokasi tengah menginstruksikan anggota satuannya untuk memasang Police Line. Sehingga mempermudah pihak kepolisian untuk mengusut penyebab terjadinya kerusakan bagian plafon dan rangka baja tersebut.

“Insya allah, hari Senin nanti kami upayakan untuk olah tempat kejadian perkara (TKP,red), jadi garis polisi ini tidak boleh diganggu dulu hingga olah TKP selesai,” ungkapnya, kepada wartawan. ***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *