Pengungsi Butuh Vitamin, Selimut, Sembako, Air Bersih dan Tenaga Medis

 

Laporan Suwaib Laibe Kilat dari Lokasi Pengungsian

Pengungsian warga Desa Meli di kawasan bukit Perkebunan Kelapa Sawit, hari ketiga pasca banjir bandang Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan Kamis (16/7-2020).

foto tenda pengungsi di Desa Meli Luwu Utara. foto Swaib Laibe Kilat/deadline-news.com

Ratusan kepala keluarga mengungsi di daerah pegunungan di kawasan perkebunan kelapa sawit ini.

Hingga hari ketiga pasca banjir bandang Luwu Utara, mereka hanya mendiami puluhan tenda-tenda yang terbuat dari terpal seadanya. Lantainya pun juga seadanya, memakai plastik yang dilapisi kardus bekas di atasnya.

Ada puluhan bayi di sini, bahkan ada beberapa bayi yang usianya masih bulanan. Lansia juga puluhan. Mereka semuanya tidur di dalam tenda terpal yang didirikan secara swadaya.

Beberapa diantaranya mulai sakit-sakitan, butuh obat, vitamin, dan tenaga medis.

Di malam hari mereka harus berjuang menahan dinginnya malam, apalagi jika hujan menerpa.

Luwu Utara kini setiap saat diterpa hujan sebelum dan pasca banjir. Belum ada bantuan selimut, pakaian, kelambu penghalau nyamuk yang mereka dapat, apalagi yang namanya penerangan listrik.

Tak ada air bersih apalagi MCK. Mandi dan buang air mereka harus menuruni lembah yang ratusan meter jauhnya, melalui kemiringan contur bukit yang lumayan rapat.

Tak ada dapur umum, memasak dengan perlengkapan seadanya. Juga masih kekurangan bahan makanan, utamanya beras, air bersih dan pakaian layak pakai.

Mereka terisolir karena lumpur yang memenuhi akses jalan menuju daerah ini. Dari tepi jalan poros Palopo-Masamba jaraknya kurang lebih 7 kilometer. Harus menggunakan kendaraan 4WD untuk menembus daerah ini. ***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top