Penebangan “Liar” Hutan Manggrove di Sandana Tolitoli

Hutan Manggrove rusak di Tolitoli Sulteng. Foto Mahdi Rumi/deadline-news.com
0

“Kades Sandana Siap Bertanggungjawab”

Mahdi Rumi (deadline-news.com)-Tolitoli-Hutan manggrove di desa sandana kurang lebih seluas 10 HA kini kondisi terancam punah, setelah dilakukan penebangan secara liar yang dikoordinir oleh oknum kepala desa Sandana.

Penyelidikan pengrusakan hutan manggorove dilakukan berdasarkan surat operasi intelijen SP.OPSI 01/P.2.12/Dek.3/02/2022 tanggal 25 pebruari 2022 tentang adanya dugaan penyimpangan dalam mafia tanah dalam program Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2017 didesa sandana Kecamatan Galang kabulaten tolitoli.

Untuk kasus ini sejak 11 mei 2022 lalu pihak tim intelijen kejaksaan negeri tolitoli telah menyerahkan kasil penyeledikannya kepada Balai Pengamanan dan Penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan wilayah sulawesi.

Terjadinya penebangan liar secara ilegal hutan mangrope ini didesa sandana yang masuk sebagai kawasan Peta Indikatif Penghentian Pemberian Izin Baru (PIPPIB).

Penyelidikan yang dilakukan tim inteligen kejaksaan negeri tolitoli berkesimpulan telah ditemukan maal administrasi yang terindikasi sengaja dillakukan sehingga me gakibatkan timbulnya kerusakan lingkungan.

Penanganan perkara ini tim intelijen kejaksaan negeri tolitoli telah menyeerahkan berkas perkara penyelidikannya kepada Balai Pengamanan penegakan hukum lingkungan hidup dan kawasan hutan wilayah sulawesi.

Kepala kejaksaan negeri tolitoli Albertunus Naputupulu SH,, saat dikonfirmasi media ini mengatakan bahwa untuk kasus pengrusakan lingkungan manggroupe diserahkan hasil penyelidikannya ke pada GAKUM beberpa waktu lalu sudah menjadi PENYIDIKAN.

“Progres kasusnya sudah penyidikan oleh GAKUM bahkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan sudah ada,sehingga dalam berapa hari ini sudah ada TERSANGKANYA.

Dan tentunya GAKUM akan melimpahkan kepada Kejati dan di teruskan ke kejaksaan negeri Tolitoli.

Kepala Desa Sandana kecamatan Galang Tolitoli yang dihubungi di nomor telepon genggamnya mengatakan bahwa pengrusakan hutan manggrove itu sudah terjadi dari dulu.

“Manggrove itu memang ada juga yang saya tebang dan saya mengacu dari kepala desa yang lalu dan waktu itu disana sudah ada pemukiman warga dan bahkan sudah ada tanah yang memiliki sertifikat,”kata kepala desa Sandana Zainuddin yang akrab di panggil sarkodes.

Menurut Zainuddin dengan adanya program PTSL dan disana dijadikan salah satu sample sebagai bentuk kerja sama dengan ATR Pertanahan.Makanya terukur semua disitu apalagi disana itu sudah banyak tanah masyarakat.

Kata Zainuddin kalau toh itu berimbas pada masalah hukum pihaknya siap bertanggung jawab.

Saya sebagai pemerintah desa Sandana siap bertanggung jawab demi kepentingan rakyat saya, termasuk resiko hukum,”jelas kades Sandana Zainuddin. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: