Pencarian Korban Banjir Torue Masih Nihil

Foto rumah yang terdapat tumpukan material akibat banjir bandang Torue Parimo Sulteng. Foto tangkapan layar WA Fadli Arifin Azis/deadline-news.com
0

 

“Besok mengangkat puing-puing bangunan disekitar rumah korban”

Bang Doel (deadline-news.com)-Parimo-Operasi pencarian 4 orang hilang akibat banjir bandang, Torue kabupaten Parigi Moutong (Parimo) sudah memasuki hari ke 6. Namun hasilnya masih nihil.

“Terkait operasi pencarian di hari ke 6 itu, terhadap 4 orang warga yang pada saat banjir bandang di desa Torue sampai siang ini hari Rabu tgl 3 Agustus 2022 masih nihil,”kata Kapolres Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah AKBP Yudy Arto Wiyono menjawab konfirmasi deadline-news.com group detaknews.id Rabu (3/8-2022) via chat di whatsappnya.

Menurutnya untuk pencarian menggunakan 2 Perahu Karet milik Basarnas dan Ditpolairud Polda Sulteng serta 3 unit alut lainnya masih melakukan pencarian di Laut.

“Hasil evaluasi dari Basarnas dan TIM SAR dr Dit.Polar, Ditsamapta dan TNI direncana besok akan mencoba menganggkat puing-puing bangunan dan lumpur disekitar rumah korban, namun masih menunggu alat Excavator, mudah²an alat excavator akan tiba pagi,”jelas Kapolres Yudy.

Ia mengatakan masa tanggap darurat bencana sebagaimana disampaikan oleh bapak Bupati Parimo Samsurizal Tombolotutu, selama 14 hari, dimulai sejak hari Jum’at tanggal 29 Juli sampe dengan 11 Agustus 2022.

Pemerintah Pusat melalui Kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR) Dr. (H.C.) Ir. H. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M.Sc., Ph.D, atas instruksi Presiden Joko Widodo telah melakukan peninjauan ke lokasi banjir bandang Torue sekaligus memberikan bantuan.

Begitupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di hari ke 4 pasaca banjir bandang Torue Gubernur Sulteng H.Rusdy Mastura telah turun langsung ke lokasi banjir dan memberikan bantuan.

Selain pemerintah juga para pengurus partai politik seperti DPD Partai Gerindra Sulteng yakni Drs.H.Longki Djanggola,M.Si menyerahkan sejumlah tandon air bersih dan sembako.

Begitupun dari berbagai komunitas seperti komunitas warung kopi sudimari (K2), PWI Sulteng, perorangan dan komunitas mahasiswa serta murid SD dan pelajar SMP, siswa siswi SMA/SMK masih melakukan penggalangan bantuan.

Diantaranya SD Inpres 2 Tanamodindi dan SD 23 Tanamodindi masih sedang mengumpulkan bantuan untuk korban bencana banjir bandang Torue. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: