Pemkot Palu Siapkan Penangkaran Buaya di Hutan Kota Kaombona

Sugiarto (deadline-news.com)-Palusulteng- Demi untuk tetap menjaga keberlangsungan hidup Buaya berkalung ban, Pemerintah kota Palu menyiapkan tempat penangkaran di lokasi hutan kota Kaombona.

Tidak hanya itu, hal tersebut dilakukan karena dianggap merupakan solusi penanganan terkait penangkapan buaya berkalung ban Sungai Palu, Hal tersebut di sampaikan langsung oleh Walikota Palu, Drs.Hidayat, M.Si saat berkunjung ke Kantor BKSDA Sulteng, Selasa (18/2-2020) Sore.

Yang mana hal itu merupakan salah satu upaya agar setelah pihak terkait berhasil menuntaskan penderitaan Buaya terlilit ban tersebut dan untuk menghindarkan warga agar tak menjadi korban buaya karena di khawatirkan jika kembali di lepas di sungai Palu akan membahayakan terutama bagi para nelaya.

Dalam kesempatan tersbut, Walikota Palu di sambut langsung Kepala BKSDA Sulteng Hasmuni Hasmar, dan Walikota Palu, didampingi Kepala Dinas Pemadam dan Penyelamatan Kota Palu, Sudaryano Lamangkona dan staf.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Palu Hidayat, menyampaikan bahwa dalam hal penangganan buaya berkalung ban tersebut, berbagai upaya telah dilakukan mulai dari kedatangan sejumlah pihak baik dari dalam dan luar negeri yang mencoba menyamatkan buaya yang dimaksud tersebut. Namun belum satupun yang berhasil menangkap dan membebaskan buaya itu dari jeratan ban di lehernya.

“Olehnya itu, saya selaku kepala daerah beserta jajaran, bermaksud untuk membangun tempat penangkaran buaya yang akan berlokasi di Hutan Kota Kaombona,” ucap Hidayat

Menyikapi hal tersebut, kepala BKSDA Sulteng, Hasmuni Hasmar, merespon baik apa yang disampaikan Walikota Palu.

Menurutnya hal itu, adalah langkah yang sangat baik. Sebab tak hanya sekadar menyelamatkan buaya itu, akan tetapi juga harus ada solusinya dengan memindahkan buaya tersebut ke tempat penangkaran buaya dilokasi hutan kota.

“Saya juga menginginkan, harus ada solusi yang tepat untuk menangkap Buaya berkalung ban dan mengeluarkan lilitan ban tersebut,” ujar Hasmuni Hasmar.

Dirinya menambahkan, lokasi penangkaran yang di siapkan pemerintah kota Palu di kawasan hutan kota bukit kaombona Palu Timur itu, tidak hanya untuk penangkaran buaya saja, namun hewan yang dilindungi juga bisa ditempatkan termasuk juga sejumlah endemik pohon dan tanaman langka yang ada di sulteng ini.

Tidak hanya itu, Walikota Palu Hidayat juga bermaksud memberikan solusi agar kedatangan tim predator park di kota Palu untuk ikut serta melakukan penyelamatan Buaya yang di maksud tersebut, dan pihak BKSDA patut menghargai itu.

Menurut Hasmuni Hasmar kembali menjelaskan, bahwa pada prinsipnya pihaknya menerima siapa saja dan lembaga mana saja yang mau ikut berpartisipasi dalam penyelamatan satwa di Daerah ini.

Khususnya Buaya terlilit ban. Hanya saja perlu menempuh prosedur sebagaimana yang telah ditetap dalam peraturan dan perundang-undangan tentang Konservasi SDA.

“Tim predator harus mendapatkan izin dulu dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk legalitas dalam melakukan kegiatan penyelamatan buaya berkalung ban agar kami juga bisa ikut bertanggung jawab jika sewaktu-waktu terjadi resiko,” ujar Kepala BKSDA itu.

Dalam Kunjungan tersebut, Walikota palu dan pejabat serta staf menyempatkan diri melihat langsung penangkaran sementara buaya di dalam lokasi kantor BKSDA provinsi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top