Pansus Bencana Padagimo Temui Walikota Hidayat, Ini Penjelasannya

 

Ilong (deadline-news.com)-Palusulteng-Pansus Palu, Donggala, Sigi dan Parimo (Padagimo) DPRD Propinsi Sulawesi Tengah bertemu dengan Walikota Palu, Drs.Hidayat, M.Si guna membahas sejumlah permasalahan penanganan nasib penyintas bencana di Kota Palu.

Pertemuan yang dilaksanakan di ruang terbuka di hutan Kota Kaombona, Sabtu (25/7-2020), dihadiri sejumlah anggota DPRD Sulteng yang terlibat dalam pansus Padagimo.

Budi Luhur dari Fraksi Golkar selaku Ketua Tim Pansus Padagimo membawa serta wakil ketua Pansus, Elisa Bunga Allo asal Fraksi PDI-P, Alimudin Pa ada dan Ambo Dalle mewakili Fraksi Gerindra, Enos Pasau mewakili Fraksi Perindo, Hidayat Pakamundi mewakili Fraksi Demokrat, Yahdi Basma dan Sonny Tanda dari Fraksi Nasdem.

Dalam penyampaianya kepada Walikota Palu,Budi Luhur mengatakan bahwa kehadiran Pansus Padagimo dalam rangka membantu pemerintah daerah yang terdampak bencana 28 September 2018 silam dalam menangani penyintas bencana didaerah masing masing.

“Kehadiran kami pak walikota dalam rangka mencarikan solusi untuk membantu memenuhi hak hak penyintas bencana khususnya dikota Palu, khususnya para penyintas bencana di Kelurahan Petobo untuk mendapatkan Huntap yang layak ” ungkap Budi Luhur Larengi.

Menurut Budi Luhur,Pansus Padagimo akan berupaya membantu pemerintah Kota Palu dalam melobi anggaran terkhusus untuk penyediaan lahan huntap di Petobo, harapannya pemkot Palu dapat memberikan data terkait kebutuhan dan anggaran yang dibutuhkan dalam memenuhan hunian tetap bagi Penyintas dipetobo.

“Data yang disampaikan Walikota Kami akan kami bawa ke Jakarta untuk disampaikan kepada fraksi fraksi kami di Pusat,biar mereka yang menyampaikan langsung ke Menteri, bila perlu jangan pulang sebelum berhasil melobi anggaran ” tegas Ketua Pansus Padagimo, Budi Luhur Larengi.

Sementara Politisi Partai Gerindra yang mewakili dapil Kota Palu,Hidayat Pakamundi mengajak Hidayat selaku Walikota untuk mencari solusi bersama sama agar hak penyintas bencana Kota Palu dapat terpenuhi. ” kehadiran kami pak wali adalah bentuk dukungan kepada pemerintah Kota Palu dalam mencarikan solusi terhadap nasib para penyintas bencana khususnya yang belum mendapatkan Hunian tetap,mari kita saling bertukar data agar dapat memutuskan bersama solusi terbaik untuk masyarakat kita ” katanya.

Sedangkan Politisi Nasdem, Sonny Tandra menyampaikan apresiasi terhadap upaya pemerintah Kota Palu dalam menangani Pengendalian Wabah Covid -19, menurutnya upaya luar biasa pemkot Palu patut diapresiasi karena dapat menekan angka penyebaran Covid -19 dikota Palu secara maksimal.

“Pemkot Palu sangat serius dan bersungguh sungguh dalam menajngani pencegahan penyebaran Covid -19, memaksimalkan enam pos kesehatan untuk cek poin adalah sebuah upaya luar biasa dan .patut kita apresiasi bersama, jujur harus kita akui Pak Walikota berhasil mengendalikan penyebaran wabah corona di Kota Palu ” ungkap Politisi asal Kabupaten Poso tersebut.

Dalam pertemuan tersebut,Pansus Padagimo menyampaikan informasi bahwa di Petobo saat ini ada 35 Hektar lahan yang belum memiliki Sertipikat hak milik (SHM), tetapi baru memiliki alas hak berupa SKPT ataupun Surat penyerahan. ” ada kurang lebih 35 hektar tanah di Petobo yang belum memiliki SKM tetapi ada SKPT, tetapi sudah diperjual belikan kepada orang laen ” jelas Sonny Tanda kepada Walikota.

Walikota Palu,Hidayat kepada Pansus Padagimo menyampaikan bahwa pihaknya telah berupaya untuk memenuhi kebutuhan lahan untuk pembangunan huntap dipetobo,

Tetapi terkendala dengan tidak adanyan ketersediaan anggaran untuk ganti rugi lahan untuk huntap. ” ada lahan yang dimiliki perorangan ditawarkan untuk kepada pemkot dengan harga Rp.450.000/meter, kita tidak punya anggaran untuk penyediaan lahan huntap ” jelas Walikota.

Hidayat juga menyampaikan bahwa hingga saat dirinya terus bekerja sebagai tanggung jawabnya selaku Walikota Palu, walau diakuinya jika saat ini dirinya bekerja sendiri sehingga dengan adanya Pansus Padagimo ,Hidayat berharap dapat lebih terbantu dalam menyelesaikan problem terutama yang menyangkut nasib penyintas bencana.

“Selama ini saya berjalan sendiri dalam menyelesaikan berbagai persoalan dikota Palu,tetapi alhamdulilah dukungan kawan – kawan dari Pansus Padagimo akan menambah semangat saya untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kota Palu terkhusus nasib penyintas bencana ” kata Hidayat.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BP2W) Sulteng, Ferdinan Kana’lo tersebut,walikota Palu Hidayat menjelaskan upaya – upaya yang telah dilakukan Pemkot dalam penanganan bencana sejak terjadinya bencana 28 September 2018 silam.

Menurut Hidayat, pasca bencana Pemkot Palu telah mengalokasikan Dana APBD untuk kebutuhan Jadup, sarana pendidikan, Kesehatan, perbaikan jalan dan infrastruktur yang rusak akibat gempa, bahkan pemkot mengalokasikan dana lebih Rp 100 milyar untuk pembukaan akses jalan dari kelurahan Talise menuju Huntap Tondo I,II dan Huntap III, lebar jalan mencapai 40 meter serta pembangunan Huntap di Balaroa di tanah pemkot seluas 4 Ha serta pembangunan Jembatan Palu V.

“Khusus masyarakat Petobo, kami menawarkan tiga Opsi yakni opsi pertama adalah Pindah ke Huntap Tondo, opsi kedua pembangunan Huntap Satelite serta Huntap mandiri bagi masyarakat yang memiliki lahan sendiri, khusus Huntap Satelite pemkot Palu masih belum mendapatkan Lahan,”jelas Hidayat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top