Menyerahkan Diri Lebih Baik

foto kopi pahi Bang Doel/deadline-news.com
0

 

Setelah Satuan tugas ( Satgas  ) Operasi Madago Raya menembak mati pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Ahmad alias Ali Kalora dan seorang anggotanya bernama Jaka Ramadhan alias Ikram – Rama, kini tersisa 4 orang lagi.

Ke 4 orang yang paling di cari aparat Keamanan Negara TNI – Polri itu diduga bersembunyi dalam hutan di wilayah Poso, Sigi dan Parigi Moutong.

Aparat gabungan TNI – Polri yang dilabeli satgas Madago Raya itu terus mengintensifkan perburuan terhadap sisa Daftar Pencarian Orang (DPO) terduga teroris Poso itu.

Ke 4 DPO terduga teroris itu yakni masing-masing atas nama Askar alias Pak Guru, Mukhlas alias Nae, Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang dan Suhardin alias Hasan Pranata.

Dari pada mati percuma dengan berondongan tima panas dari satgas Madago Raya mendingan menyerahkan diri.

Karena menyerahkan diri itu lebih baik. Masih ada peluang hidup memulai hidup baru meniti masa depan bersama keluarga setelah menjalani pembinaan, ketimbang bertahan dalam hutan dan terancam mati percuma menghadapi pasukan gabungan TNI – Polri (Satgas Madago).

“Kepada sisa DPO teroris Poso untuk sebaiknya segera menyerahkan diri secara baik-baik dan akan dijamin keamanan serta keselamatannya,”kata juru bicara Satgas Madago yang notabene Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol.Didik Supranoto.

Kombes Didik mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Sulawesi Tengah khususnya masyarakat Poso, Parigi Moutong dan Sigi atas kerjasamanya sehingga Ali Kalora dan Jaka Ramadhan berhasil ditangkap.

“Diharapkan terus kerjasamanya agar Satgas Madago Raya dapat segera menuntaskan sisa DPO tetoris Poso yang kemungkinan saat ini masih berada di wilayah hutan Poso, Parigi Moutong dan Sigi,”ujarnya.

Operasi Madago ini mendapat anggaran dari Negara dan Daerah. Dukungan anggaran keamanan untuk menuntaskan dugaan teroris Poso yang kerab kali mengganggu kenyamanan warga ini kurang lebih Rp, 2 Miliyar untuk Polri dan Rp,1,6 Mikiyar untuk TNI dari Pemprov Sulteng.

Bantuan tersebut bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Sulteng, hal itu tertuang dalam rilis 100 hari masa Pemerintahan Gubernur Sulteng Rusdy Mastura – Ma’mun Amir.

Artinya biaya operasi TNI – Polri untuk menuntaskan 6 orang sisa DPO teroris Poso itu dari tahun ke tahun sudah puluhan miliyar. Bayangkan tahun 2021 saja mendapatkan dukungan dari APBD Sulteng 2,6 Miliyar.

Olehnya sebaiknya sisa 4 orang DPO terduga teroris Poso itu menyerahlah, karena cukup besar anggaran yang digelontorkan negara dan daerah untuk menumpasmu.

Bukankah anggaran sebanyak itu dapat meningkatkan kesejahteraan dan perbaikan ekonomi keluargamu jika kalian mendapatkan santunan pembinaan dari negara atau daerah (Pemerintah) untuk meniti masa depanmu yang lebih baik.

Apalagi ada jaminan keamanan diperlakukan dengan baik jika menyerahkan diri juga baik-baik. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: