Mencegah Lebih Baik !

 

Virus Corona (Covid-19) telah mewabah diseantero dunia. Selama munculnya wabah virus corona yang diyakini banyak pihak mematikan itu, kurang lebih 110 negara telah terpapar, termasuk Indonesia.

Di Indonesia tercatat 117 kasus positif virus Corona, dengan jumlah pasien yang meninggal 5 orang dan yang sebuh 8 orang, (dikutip di detik.com). Virus corona memang begitu cepat penyebarannya, olehnya pemerintah seyongnya bertindak cepat untuk pecegahan penyebaran virus asal Negara China itu.

Awal mula munculnya virus Corona (Covid-19) ini dari Kota Wuhan Provinsi Hubei China dan merupakan epidemic. Pasien yang terpapar parah virus Covid-19 ini, mengalami masalah pernapasan akut, dan demam tinggi.

Status Virus Corona baru (COVID-19) ini telah meningkat menjadi pandemi pada 11 Maret 2020. Sehingga organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan status tersebut berdasarkan adanya lebih dari 118 ribu kasus dengan penularan di lebih dari 110 negara.

WHO mendefinisikan pandemi sebagai penyebaran penyakit baru ke seluruh dunia.

Penderita (Positif) Virus Corona COVID-19 di China telah tercatat sebanyak 80.967 kasus, dengan 61.650 yang dinyatakan sembuh dalam data peta Coronavirus COVID-19 Global Cases by Johns Hopkins CSSE, (11 Maret 2020).

Mengutip dari dari gisanddata.maps.arcgis.com, Rabu 11 Maret 2020, angka kematian karena Virus Corona di China juga telah tercatat sebanyak 3.162 jiwa. Namun disebutkan di beberapa media seperti dikutip di liptan6.com pemerintah China telah berhasil mencegah penyebaran virus baru itu di negaranya, sehingga aktivitas mulai berjalan lancar, pusat-pusat bisnis mulai dibuka kembali.

Seperti halnya tindak pidana korupsi, setiap lembaga penegak hukum, hampir semua memprogramkan pencegahan. Mulai dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung bersama Jajarannya dan Kepolisian RI semuanya berupaya mengkampanyekan pencegahan korupsi.

Program pencegahan itu, sejalan dengan keinginan presiden RI Joko Widodo, sehingga proses pembangunan yang sedang berlangsung tidak terganggu. Namun jika dalam proses itu terjadi dugaan tidak pidana korupsi, maka mau tidak mau harus ditindak tegas, hanya saja proses pembangunan harus diberikan kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaannya lebih dahulu, lalu kemudian diroses dan ditindak tegas.

Program pencegahan ini, akan dievaluasi pada akhir tahun 2020, apakah membawa dampak lebih baik dari pada tahun-tahun sebelum atau berdampak buruk. Paling tidak mengurangi prilaku tindak pidana korupsi di setiap lembaga-lembaga pemerintahan yang biasanya berkoloborasi dengan pihak swasta (Pengusaha) Jasa konstruksi, walaupun tentu tidak semuanya begitu.

Pencegahan adalah bentuk upaya penyelamatan uang Negara. Begitupun virus corona, pemerintah harus mencegahnya dengan berbagai cara agar masyarakat tidak tertular dan terinveksi penyakit berbahaya itu.

Virus corona sangat membahayakan kekebalan tubuh penderitanya, sehingga menimbulkan gangguan kesehatan yang membahayakan, sekalipun maut itu rahasia Allah SWT, namun perlu ada ikhtiar untuk mencegah dan mengurangi penyebarannya, termasuk meliburkan aktivitas pendidikan, menghindari kerumunan (pertemuan-pertemuan) yang mendatangkan banyak pihak (Massa), dan bekerja dari rumah dengan menggunakan aplikasi online yang tersedia.

Korupsi dan Corona sama-sama berbahaya. Betapa tidak, Korupsi dapat membahayakan sendi-sendiri perekonomian dan keuangan Negara. Begitupun dengan corona, dapat melahirkan resesi ekonomi dengan melarang orang-orang (Investor) masuk ke Negara ini, walaupun sifatnya sementara. Bahkan pertemuan transaksipun secara langsung perlu dihindari.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tengah Gerry Yasid, SH, MH mengundang stake holder dan pelaku proyek-proyek pemerintah yang dibungkus dengan judul rapat koordinasi secara tertutup, untuk pencegahan tindak pidana korupsi.

“Menceh lebih baik dari pada menindak,”kata Kajati Gerry Yasid. Begitupun dengan penyebaran virus Corona mencegah lebih baik dari pada mengobati.

Apalagi Kejaksaan sudah tidak mau terlibat dalam pendampingan setiap proyek pemerintah. Tapi lebih memilih posisi pengawasan secara luas dan tepat sasaran. Hal itu juga bagian dari pencegahan. Demi kepentingan Negara, Bangsa dan Rakyat perlu ada ikhtiar pencegahan dari pemangku kebijakan, mulai dari Presiden, Gubernur, Bupati dan Walikota terkait virus corona itu. Semoga saja…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top