Lagi Kadis DPKAD Najarudsin Lanta Didug Terlibat Hutang Piutang Rp,300 Juta

 

Dewan masjid

 

Mahdi Rumi (deadline-news.com)-Tolitoli-Belum tuntas kasus dugaan peminjaman dana dari rentenir Rp, 2 milyar yang melibatan oknum kepala dinas pengelolaan keuangan dan asse daerah (DPKAD) tolitoli Najaruddin Lanta,SH, yang sempat menarik perhatian beberapa waktu lalu.

 

Kini muncul lagi kasus peminjaman uang sebesar Rp.300.000.000 tanpa di bebani bunga.

 

Uang pinjaman sebesar Rp 300.000.000 itu diterima oleh ibu berinisial Y oknum pegawai DPKAD tolitoli dari pihak ketiga berinisial S isteri salah satu pengusaha di tolitoli pada sekitar awal bulan maret 2023 lalu dengan perjanjian pengembaliannya tiga hari sesudahnya.

 

Namun setelah lewat waktu seperti yang dijanjikan uang Rp 300.000.000 itu tak kunjung diselesaikan, pemilik uang berkali- kali menagih hanya diberi janji akan diselesaikan.

Anwar Hafid

 

Pemilik uang ibu Y saat ditemui wartawan dikediamannya mengakui kalau uang miliknya dipinjam oleh oknum DPKAD tolitoli.

“Iya pak pinjaman Rp, 300 juta itu diterima langsung oleh ibu Y dimana sebelumnya sudah ada pembicaraan pak kaban Najarudsin Lanta dengan suami saya lewat telepon,”ungkap ibu S.

Ditambahkan bahwa pengakuannya uang itu akan dipergunakan oleh anaknya untuk melanjutkan pendidikan mereka bilang cuma tiga hari akan dikembalikan, namun nyatanya sudah sekitar 3 bulan belum juga dorang kembalikan,”jelasnya.

Ibu Y saat dikonfirmasi oleh sejumlah wartawan membenarkan soal dana Rp, 300 juta itu dipinjam dari ibu S.

“Kalau soal pinjaman Rp, 300 juta saya yang terima dari ibu S dikediamannya dan itu atas perintah pak kaban Najaruddin Lanta, usai uang itu saya terima saya langsung serahkan sama pak kaban Najaruddin Lanta di rumahnya dan bukti beliau terima uang Rp, 300 juta ada sama saya,”ungkap ibu Y dihadapan sejumlah wartawan di kantornya.

Menurut ibu Y kalau masalah ini nantinya berbuntut pada persoalan hukum saya juga punya bukti siapa yang terima uang Rp, 300 juta itu dan kemana uang itu digunakan saya tidak tau dan yang jelas bukan untuk kepentingan dinas.

Sementara Kepala kantor DPKAD tolitoli Najaruddin Lanta SH ketika dikonfirmasi wartawan di kediamannya membantah kalau dirinya menerima uang itu. Tapi menariknya Najaruddin Lanta bersedia menggantinya dengan mengaku akan menjual asset.

“Saya tidak pernah terima uang itu wujudnya pun saya tidak pernah liat ” kata Najaruddin Lanta didepan sejumlah wartawan saat dikonfirmasi di rumahnya.

Menurut Najaruddin pihaknya akan tetap berusaha untuk menggantinya. Kalau tidak terima uangnya kenapa mau menggantinya. Diduga ada kebohongan pernyataan Najaruddin.Lanta tidak menerima uang itu. Karena Najaruddin Lanta mengaku mau menggantinya dengan menjual assetnya.

“Kita tetap berusaha menggantinya karena itu merupakan pinjaman pribadi kita, kalau memang bagaimana masih ada asset pribadi saya yang bisa saya jual tentunya kita bersama teman akan usaha menggantinya, cuma soal waktu ” kata Najaruddin. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *